Dosen UGM Terlibat dalam Penyusunan Pedoman Internasional Pengembangan Kota Pintar

ikon kampus daily

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok ugm.ac.id

dok ugm.ac.id

Portalmahasiswa.com | Yogyakarta–Nama Universitas Gadjah Mada kembali tercatat dalam percakapan kebijakan global. Kali ini melalui kiprah Dosen Fakultas Geografi UGM, Prof. Rini Rachmawati, yang dipercaya terlibat sebagai expert dalam UN-Habitat Global Expert Working Group on the International Guidelines for People-Centred Smart Cities. Forum tingkat dunia ini digelar di Baku, Azerbaijan, pada 4–5 Desember lalu, dan mempertemukan para pakar lintas negara untuk merumuskan pedoman internasional pengembangan kota cerdas yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Kehadiran Rini dalam forum di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut menjadi penanda kontribusi keilmuan Indonesia dalam penyusunan arah kebijakan perkotaan global. Penunjukannya sebagai expert bukan proses instan. Sejak 2023, ia melalui tahapan seleksi yang diusulkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Dalam Negeri. Dari proses tersebut, Rini terpilih sebagai salah satu pakar yang mewakili Indonesia bersama para ahli dari berbagai negara.

“Penunjukan ini sangat bermakna karena saya dapat menyampaikan praktik baik pengembangan dan implementasi smart city di Indonesia kepada UN-Habitat,” ujarnya, Kamis (18/12).

Pengalaman panjang di lapangan menjadi bekal utama Rini dalam forum tersebut. Selama lebih dari tujuh tahun, ia aktif mendampingi pemerintah daerah dalam penyusunan hingga evaluasi master plan smart city di berbagai kota, kabupaten, dan provinsi. Tidak hanya itu, ia juga terlibat dalam pendampingan daerah yang menyusun dan memperbarui dokumen perencanaan smart city secara mandiri agar tetap selaras dengan dinamika perkotaan. “Diskusi teori, konsep, dan praktik implementasi smart city telah saya lakukan secara berkelanjutan bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan,” tutur Rini.

Baca Juga :  PSM UPI Tampil Memukau di BTV Semesta Berpesta Bandung 2026

Kontribusi tersebut diperkuat melalui aktivitas akademik berskala internasional. Fakultas Geografi UGM bersama Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM secara konsisten menyelenggarakan summer course bertema smart city, smart village, serta transformasi digital masyarakat. Program ini melibatkan pengajar ahli dan peserta dari berbagai negara, sehingga memperkaya sudut pandang global dalam pengembangan kota cerdas. “Pengalaman akademik dan riset inilah yang menjadi dasar saya dalam memberi masukan substansial bagi penyusunan People-Centred Smart Cities Guidelines,” katanya.

Dalam pertemuan Expert Working Group keempat di Baku, Rini menyampaikan sejumlah gagasan strategis. Ia menekankan pentingnya penerapan pedoman melalui proyek percontohan di kota-kota terpilih, disertai evaluasi berkelanjutan. Ia juga mendorong peran para expert sebagai fasilitator pengenalan pedoman melalui pelatihan bagi pemerintah dan akademisi lintas negara. “Pedoman ini perlu dipahami luas agar dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat nasional dan lokal,” jelasnya.

People-Centred Smart Cities Guidelines sendiri menempatkan manusia sebagai inti pembangunan kota. Pedoman ini dirancang dengan empat prinsip utama, yakni kemakmuran bersama, hak asasi manusia digital yang inklusif, keberlanjutan dan ketahanan, serta partisipasi dan kolaborasi masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa infrastruktur fisik, sosial, dan digital benar-benar berkontribusi pada kota yang berkelanjutan sekaligus menghormati hak asasi manusia. “Guideline ini menekankan bahwa kota cerdas tidak semata bertumpu pada teknologi, melainkan pada kesejahteraan dan keterlibatan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa UB Dampingi UMKM Kediri Susun Laporan Keuangan, Dorong Usaha Naik Kelas

Sebagai akademisi di bidang geografi perkotaan, Rini menilai disiplin geografi memegang peran strategis dalam pengembangan smart city. Pendekatan kewilayahan, keruangan, dan kelingkungan membantu membaca keragaman karakter kota dan kebutuhan spesifik tiap wilayah. Analisis spasial serta integrasi data geospasial menjadi fondasi penting dalam perencanaan kota cerdas yang adaptif. “Geografi perkotaan memberikan kerangka komprehensif untuk memahami dinamika kota dan mendukung pengembangan smart city yang berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, People-Centred Smart Cities Guidelines dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada World Urban Forum (WUF) ke-13 yang akan digelar di Baku, Azerbaijan, pada Mei 2026. Forum ini merupakan ajang global terbesar UN-Habitat yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan pembangunan perkotaan dari seluruh dunia. Peluncuran di WUF 13 akan menempatkan pedoman ini sebagai rujukan internasional dalam pengembangan kebijakan kota cerdas berbasis manusia. “Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bersama bagi negara-negara anggota, termasuk Indonesia, dalam menyelaraskan kebijakan dan praktik pembangunan perkotaan,” ujarnya.[]

Sumber Berita: ugm.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru