Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

ikon kampus daily

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. unj.ac.id

dok. unj.ac.id

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (FIKK UNJ), Prof. Ramdan Pelana, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 kategori Lecturer Single Open dalam Undikma International Petanque Tournament 2026. Kompetisi tersebut berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 7–9 Agustus 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kiprah akademisi perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan dan penelitian. Melalui keterlibatan langsung dalam kompetisi olahraga, sivitas akademika juga dapat berkontribusi terhadap pengembangan cabang olahraga sekaligus memperluas jejaring di tingkat nasional dan internasional.

Kompetisi Petanque Berskala Internasional

Undikma International Petanque Tournament 2026 diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) di Lapangan Petanque Kampus 1 UNDIKMA, Jalan Pemuda, Mataram. Turnamen ini mempertemukan atlet serta sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tidak hanya peserta dari dalam negeri, kompetisi tersebut juga diikuti oleh peserta dari Malaysia. Kehadiran peserta internasional membuat turnamen semakin kompetitif sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi komunitas petanque dari berbagai latar belakang.

Undikma International Petanque Tournament dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Dalam pelaksanaannya, turnamen mempertandingkan lima kategori. Kelima kategori tersebut meliputi International Double Open, International Triple Open, Nasional Lecturer Single Open, Nasional Lecturer Double Open, dan Triple Eksekutif.

Di tengah persaingan tersebut, Prof. Ramdan Pelana berhasil menunjukkan performa terbaiknya pada kategori Lecturer Single Open. Ia mampu mengungguli peserta lainnya hingga keluar sebagai juara pertama.

Prestasi yang Mengharumkan Nama FIKK UNJ

Keberhasilan Prof. Ramdan tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga menambah deretan prestasi yang dicatatkan FIKK UNJ. Kemenangan tersebut memperlihatkan bahwa dosen dan sivitas akademika memiliki ruang untuk terus mengembangkan kompetensi melalui bidang olahraga.

Prestasi itu juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem pengembangan olahraga. Akademisi dapat mengambil peran melalui kompetisi, penelitian, pembinaan atlet, hingga pengembangan berbagai cabang olahraga yang tengah berkembang di Indonesia.

Baca Juga :  Karya Mahasiswa ITB, Ubah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Jadi Kertas Multifungsi

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Prof. Ramdan. Menurutnya, prestasi dosen tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga membawa nama universitas dalam ajang olahraga yang melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi.

“Prestasi Prof. Ramdan menjadi kebanggaan bagi UNJ. Capaian ini menunjukkan bahwa sivitas akademika UNJ dapat berkontribusi dan berprestasi tidak hanya melalui bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan olahraga,” ujar Prof. Komarudin.

Apresiasi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan institusi terhadap sivitas akademika yang memiliki kompetensi di luar ruang kelas. Dengan dukungan yang memadai, potensi dosen maupun mahasiswa dapat berkembang secara lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dorongan bagi Pengembangan Petanque

Dekan FIKK UNJ Prof. Nofi Marlina Siregar turut memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Prof. Ramdan. Ia menilai capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika FIKK untuk terus mengembangkan potensi dan prestasi di bidang keolahragaan.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi FIKK UNJ untuk terus memberikan ruang dan dukungan kepada sivitas akademika agar dapat mengembangkan potensi di bidang olahraga. Kami berharap capaian ini juga dapat memperkuat kontribusi FIKK dalam pengembangan olahraga petanque di Indonesia,” kata Prof. Nofi.

Petanque sendiri merupakan cabang olahraga yang membutuhkan ketepatan, konsentrasi, strategi, serta kemampuan mengendalikan emosi ketika menghadapi pertandingan. Karena itu, kompetisi seperti Undikma International Petanque Tournament dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pemain sekaligus memperluas popularitas olahraga tersebut.

Keikutsertaan akademisi dalam kompetisi juga memberikan warna tersendiri. Pengalaman yang diperoleh dari pertandingan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan ilmu keolahragaan yang nantinya dapat diterapkan dalam kegiatan akademik maupun pembinaan olahraga.

Persaingan Ketat Jadi Pengalaman Berharga

Prof. Ramdan Pelana mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Menurutnya, persaingan dalam kategori Lecturer Single Open berlangsung cukup ketat karena diikuti oleh peserta dari sejumlah perguruan tinggi.

Baca Juga :  Kisah Bryant Andhika Prayoga Menembus Sains Global dari UNDIP

“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat meraih juara pertama. Pertandingan berlangsung kompetitif sehingga hasil ini menjadi pengalaman sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Prof. Ramdan.

Bagi Prof. Ramdan, kemenangan tersebut bukan sekadar soal mendapatkan posisi teratas. Proses pertandingan menjadi pengalaman penting untuk mengukur kemampuan sekaligus melihat aspek-aspek yang masih dapat ditingkatkan.

Kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai institusi juga memberikan kesempatan untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman. Hal ini menjadi nilai tambah yang tidak selalu dapat diperoleh dalam aktivitas olahraga sehari-hari.

“Bagi saya, turnamen seperti ini penting karena bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan membangun jejaring antarperguruan tinggi. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang dapat mendorong perkembangan petanque di Indonesia,” kata Prof. Ramdan.

Memperluas Jejaring Olahraga Antarperguruan Tinggi

Undikma International Petanque Tournament 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi arena persaingan, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan antarkomunitas olahraga dan perguruan tinggi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga Malaysia membuat interaksi yang terbangun semakin beragam.

Bagi lingkungan akademik, jejaring semacam ini dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas. Pertukaran pengalaman antara akademisi, atlet, pelatih, dan praktisi olahraga dapat menjadi fondasi untuk melahirkan berbagai program pengembangan olahraga di masa mendatang.

Prestasi Prof. Ramdan Pelana sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi akademisi terhadap dunia olahraga dapat hadir dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui penelitian dan pembelajaran, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam kompetisi.

Dengan dukungan dari UNJ dan FIKK, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika lainnya untuk berani mengembangkan potensi. Di sisi lain, semakin banyaknya kompetisi yang melibatkan perguruan tinggi juga dapat membantu memperkuat ekosistem petanque di Indonesia.

Undikma International Petanque Tournament 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan olahraga petanque di lingkungan perguruan tinggi. Kemenangan Prof. Ramdan sekaligus menjadi catatan positif bagi UNJ dan FIKK dalam mendorong sivitas akademika untuk terus berprestasi, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga nasional.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global
Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional
Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky
Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan Raih Gelar Doktor di Universitas Bhayangkara
Lima Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional Membuat Masker dari Limbah
Karya Mahasiswa ITB, Ubah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Jadi Kertas Multifungsi
Anak Ojol Jadi Sarjana di UNDIP, Kisah Qori Safa Nurzikha dengan Prestasi Gemilang

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:38 WIB

UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:14 WIB

Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:54 WIB

Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:24 WIB

Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan Raih Gelar Doktor di Universitas Bhayangkara

Berita Terbaru