Resiko Jarum Suntik Bekas Pakai terhadap Kesehatan Pasien

Rois Al Mubarok (Mahasiswa Universitas Pamulang)

ikon kampus daily

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Portalmahasiswa.com | Jarum suntik sekali pakai seharusnya hanya digunakan untuk satu pasien dan satu kali pemakaian. Namun, masih ada sebagian kecil oknum yang tetap nekat menggunakannya berulang kali, baik di fasilitas kesehatan maupun praktik “alternatif” yang tidak terkontrol. Cara ini sangat berisiko karena tidak hanya bisa memperparah keadaan pasien, tetapi juga berpotensi memicu penyebaran penyakit menular dalam lingkup yang luas dan sulit dikendalikan.

Risiko cedera dan infeksi dari jarum bekas

Jarum suntik bekas pakai umumnya tidak steril, ujungnya sudah kusam, bahkan bisa berkarat, sehingga berpotensi menimbulkan iritasi, luka pada kulit, dan infeksi di sekitar tempat suntikan. Selain itu, bakteri dan mikroorganisme yang menempel pada jarum dapat masuk ke tubuh dan memicu infeksi serius seperti selulitis, abses, hingga sepsis yang mengancam jiwa. Pasien yang kondisinya sudah lemah atau daya tahan tubuhnya rendah akan semakin terbebani dengan infeksi tambahan ini, sehingga proses pemulihan menjadi lebih lama dan biaya pengobatan meningkat.

Potensi penularan penyakit menular lewat jarum bekas

Masalah yang lebih mengkhawatirkan adalah risiko penularan penyakit menular melalui darah, seperti HIV, hepatitis B, dan hepatitis C, jika jarum bekas dipakai untuk pasien lain. Virus-virus tersebut dapat bertahan untuk beberapa saat di permukaan jarum dan langsung masuk ke aliran darah orang berikutnya saat disuntikkan. Dengan demikian, seseorang yang sebelumnya sehat bisa terinfeksi penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Bahkan tanpa gejala yang jelas, pasien yang terinfeksi dapat menjadi sumber penularan bagi orang lain melalui transfusi darah, penggunaan jarum bersama, atau hubungan seksual, sehingga satu jarum bekas memiliki potensi memicu rantai penularan yang luas dan sulit dihentikan.

Baca Juga :  Analisis Risiko Salah Diagnosa sebagai Faktor Utama Keselamatan Pasien di Rumah Sakit

Peran bersama dalam pencegahan dan keamanan

Langkah pencegahan utama adalah menegakkan prinsip “satu jarum, satu pasien, satu kali pakai” di semua fasilitas layanan kesehatan dan menolak praktik suntikan di tempat yang tidak menjamin keamanan dan kesterilan peralatannya. Limbah medis berupa jarum suntik bekas harus dibuang ke tempat sampah khusus medis dan tidak dicampur dengan sampah rumah tangga, agar tidak membahayakan petugas kebersihan, pemulung, maupun masyarakat sekitar. Masyarakat juga perlu lebih waspada saat akan disuntik: memastikan jarum baru, masih tersegel, dan setelah digunakan langsung dimasukkan ke wadah khusus jarum guna melindungi diri sendiri dan orang lain dari risiko infeksi yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan kesadaran dan kedisiplinan bersama, praktik penggunaan jarum bekas dapat ditekan dan pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih aman bagi semua.

Baca Juga :  Kesalahan yang Nyaris Fatal: Cermin Lemahnya Pengawasan di Layanan Kesehatan

 

Sumber Referensi :

  1. ISO 7886-1:2017 – Sterile hypodermic syringes for single use — Part 1
    Standar internasional ini menetapkan persyaratan dan metode uji untuk desain jarum suntik hipodermik steril sekali pakai, dengan atau tanpa jarum, untuk aspirasi dan injeksi cairan pada manusia.
    Tautan resmi: https://www.iso.org/standard/64790.html
  2. Kemkes RI – Artikel “Needle Stick Injury (NSI) atau Cedera Tertusuk Jarum di Rumah Sakit”

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3013/needle-stick-injury-nsi-atau-cedera-tertusuk-jarum-di-rumah-sakit

  1. WHO – Injection safety (World Health Organization)
    WHO menerbitkan rekomendasi berbasis bukti untuk praktik suntikan aman, termasuk larangan penggunaan kembali jarum/suntikan dan penggunaan jarum suntik dengan fitur pencegahan penggunaan kembali (safety-engineered syringes).
    Halaman resmi: https://www.who.int/teams/integrated-health-services/infection-prevention-control/injection-safety

 

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami
Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital
Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar
Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional
UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya
Berbagai Isu Global dalam Perspektif Ekonommi, Sosial dan Lingkungan
Ketenagakerjaan di Indonesia dalam Perspektif Manajemen Hubungan Industrial
Mengapa Analisis Lingkungan Internal Menentukan Kesuksesan Strategi Perusahaan?

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:36 WIB

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:31 WIB

Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 21:34 WIB

Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar

Senin, 22 Juni 2026 - 17:07 WIB

Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 05:46 WIB

UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya

Berita Terbaru