Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional

ikon kampus daily

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. jateng.antaranews.com

dok. jateng.antaranews.com

Kemampuan akademik memang menjadi salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan tinggi. Namun, di era global seperti sekarang, mahasiswa juga dituntut memiliki keterampilan sosial serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi formal. Salah satu keterampilan yang mulai banyak diperhatikan adalah pemahaman mengenai etika dan tata krama dalam jamuan resmi atau yang dikenal dengan istilah table manner.

Hal inilah yang mendorong Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro atau Inhum SV Undip mengadakan pelatihan table manner bagi mahasiswa angkatan 2025. Kegiatan tersebut digelar di salah satu hotel internasional di Kota Semarang beberapa waktu lalu sebagai bagian dari pembelajaran praktis di luar ruang kelas.

Pelatihan table manner bukan sekadar acara makan bersama. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai tata cara menghadiri jamuan makan resmi dengan standar profesional dan internasional. Dalam suasana yang formal namun tetap hangat, para mahasiswa diajak memahami bagaimana bersikap, berkomunikasi, hingga menggunakan perlengkapan makan dengan benar.

Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Program Studi, Arifa Rachma Febriani, serta Sekretaris Program Studi, Jazimatul Husna. Kehadiran para dosen menjadi bentuk dukungan sekaligus pendampingan agar mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal.

Menurut Arifa, mahasiswa humaniora tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik semata. Mereka juga perlu memiliki kemampuan interpersonal dan etika sosial yang baik karena nantinya akan berhadapan langsung dengan dunia profesional maupun masyarakat internasional.

“Sebagai mahasiswa Ilmu Humaniora mereka dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan akademik. Melainkan pula keterampilan sosial yang baik, dan salah satunya melalui etika makan yang benar,” kata Arifa.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa etika makan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan soft skill mahasiswa. Dalam dunia kerja modern, kemampuan menjaga sikap dalam forum resmi sering kali menjadi penilaian tambahan yang tidak kalah penting dibanding kemampuan teknis.

Baca Juga :  Tiga Mahasiswa Ekonomi Syariah FKIS UTM Juara 1 Kompetisi Bisnis Plan Tingkat Nasional

Table Manner Lebih dari Sekadar Tata Cara Makan

Banyak orang menganggap table manner hanya berkaitan dengan cara memegang sendok dan garpu. Padahal, pelatihan ini mencakup banyak aspek penting dalam membangun citra diri dan profesionalisme seseorang.

Mahasiswa diajarkan bagaimana memasuki ruang jamuan resmi, posisi duduk yang tepat, cara menggunakan serbet makan, hingga urutan penggunaan alat makan sesuai jenis hidangan. Selain itu, mereka juga belajar etika berbicara di meja makan, menjaga gestur tubuh, serta membangun komunikasi yang sopan dalam suasana formal.

Dalam dunia profesional, jamuan makan sering menjadi bagian dari pertemuan bisnis, konferensi internasional, diplomasi, maupun acara resmi lainnya. Karena itu, pemahaman table manner dapat membantu seseorang tampil lebih percaya diri dan nyaman dalam berbagai situasi.

Menurut Arifa, kegiatan seperti ini memiliki manfaat besar bagi mahasiswa karena dapat menjadi bekal penting saat memasuki dunia kerja.

Menurutnya, acara semacam ini bukan sekadar makan bersama. Tetapi bagian penting dari pembelajaran etika dan tata krama di meja makan yang sangat berguna di dunia profesional dan pergaulan internasional. Mahasiswa belajar sikap elegan dan percaya diri dalam jamuan makan resmi.

“Nantinya acara semacam ini bisa menjadi bekal berharga dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial.”

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman langsung yang sulit didapatkan hanya melalui pembelajaran di kelas. Mereka belajar memahami standar etika internasional yang mungkin akan dihadapi di masa depan, terutama bagi mahasiswa yang bercita-cita bekerja di bidang komunikasi, hubungan masyarakat, diplomasi, maupun industri global lainnya.

Membentuk Karakter dan Kepercayaan Diri Mahasiswa

Selain meningkatkan kemampuan sosial, pelatihan table manner juga memiliki dampak positif terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Suasana formal dalam kegiatan tersebut melatih mahasiswa untuk bersikap disiplin, menghargai orang lain, serta menjaga sopan santun dalam interaksi sosial.

Bagi sebagian mahasiswa, pengalaman menghadiri jamuan makan resmi mungkin menjadi hal baru. Namun justru dari pengalaman tersebut mereka belajar keluar dari zona nyaman dan membangun rasa percaya diri.

Baca Juga :  Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

Dalam pelatihan itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai jenis hidangan internasional serta tata cara penyajiannya. Hal tersebut menjadi pengalaman menarik sekaligus membuka wawasan baru mengenai budaya makan di berbagai negara.

”Harapannya mereka terbiasa menghadapi situasi formal, baik dalam pergaulan akademik, profesional, maupun sosial,” jelas Arifa Rachma Febriani.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembelajaran soft skill kini semakin relevan dalam pendidikan tinggi. Dunia kerja modern membutuhkan lulusan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga mampu membawa diri dengan baik di berbagai lingkungan sosial.

Bekal Penting untuk Karier Masa Depan

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kemampuan komunikasi dan etika menjadi nilai tambah tersendiri. Banyak perusahaan maupun institusi kini memperhatikan kemampuan interpersonal calon pekerja sebagai bagian dari profesionalisme.

Karena itu, pelatihan table manner dinilai mampu memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sejak dini. Mereka tidak hanya belajar tentang tata cara makan, tetapi juga memahami pentingnya sikap, penampilan, dan etika dalam membangun relasi profesional.

Ilmu yang diperoleh lewat pelatihan table manner, menurutnya menjadi nilai tambah perjalanan akademik serta karir para mahasiswa di masa depan.

Kegiatan seperti ini juga menunjukkan bahwa pendidikan vokasi kini semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan nyata.

Di akhir kegiatan, pihak program studi menyampaikan apresiasi kepada hotel yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Dukungan fasilitas dan suasana profesional dinilai membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih maksimal.

“Kami berterima kasih kepada pihak hotel yang telah memfasilitasi pelatihan table manner ini, sekaligus kepada tim atau panitia acara ini,” tutup Arifa Rachma Febriani.

Pelatihan table manner yang digelar Inhum SV Undip menjadi bukti bahwa pendidikan modern tidak hanya membentuk mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang siap menghadapi tantangan sosial dan profesional di tingkat global.

Sumber Berita: jateng.antaranews.com

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global
Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky
Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan Raih Gelar Doktor di Universitas Bhayangkara
Lima Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional Membuat Masker dari Limbah
Karya Mahasiswa ITB, Ubah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Jadi Kertas Multifungsi
Anak Ojol Jadi Sarjana di UNDIP, Kisah Qori Safa Nurzikha dengan Prestasi Gemilang

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:38 WIB

UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:14 WIB

Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:54 WIB

Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky

Berita Terbaru