Portalmahasiswa.com |- Sebelum masuk ke penampilan artis papan atas, panggung BTV Semesta Berpesta Bandung 2026 lebih dulu dihangatkan oleh penampilan memukau Paduan Suara Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (PSM UPI). Tampil di Lapangan Tegallega, Bandung, Sabtu (11/7/2026), kelompok paduan suara ini sukses mencuri perhatian ribuan penonton yang telah memadati lokasi sejak sore hari.
Keikutsertaan PSM UPI dalam festival musik berskala nasional tersebut menjadi bukti bahwa karya seni mahasiswa mampu tampil sejajar dengan hiburan populer. Tidak hanya menyuguhkan kualitas vokal yang kuat, mereka juga membawa misi memperkenalkan kembali kekayaan budaya Sunda melalui lagu-lagu daerah yang dikemas dengan sentuhan modern.
Tampil Membuka Festival Musik Nasional
Festival BTV Semesta Berpesta dikenal sebagai salah satu ajang hiburan yang menghadirkan sederet musisi ternama dari berbagai genre. Sebelum kemeriahan konser utama dimulai, PSM UPI dipercaya menjadi pembuka acara sekaligus menyambut antusiasme para pengunjung yang dikenal dengan sebutan “Rakyat Semesta”.
Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi unit kegiatan mahasiswa yang selama ini aktif mengembangkan seni paduan suara di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia.
Di hadapan ribuan penonton, PSM UPI membawakan dua lagu daerah khas Jawa Barat, yakni Jangkrik dan Lalajo Wayang. Aransemen yang dinamis dipadukan dengan harmonisasi vokal yang kuat berhasil menciptakan suasana meriah sekaligus memperkenalkan kekayaan musik tradisional Sunda kepada penonton dari berbagai kalangan.
Penampilan mereka semakin menarik berkat balutan busana kebaya bernuansa modern yang dipadukan dengan berbagai aksesori khas Sunda. Perpaduan tersebut menciptakan visual yang elegan sekaligus menunjukkan bahwa budaya tradisional tetap dapat tampil relevan di tengah panggung hiburan masa kini.
Kesempatan Besar bagi PSM UPI
Ketua Umum PSM UPI, Alisha Adeliah, mengaku bangga atas kesempatan tampil di salah satu festival musik terbesar di Indonesia. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momentum penting bagi kelompok paduan suara mahasiswa untuk memperluas jangkauan penampilan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
“Ini merupakan kesempatan yang cukup besar buat PSM UPI. Kami senang dan excited bisa tampil di acara seperti ini. Harapannya ke depan PSM UPI bisa lebih sering tampil di event-event besar lainnya,” ujar Alisha, Sabtu. Seperti Dilansir investor.id
Ia menjelaskan bahwa tampil di panggung nasional bukan sekadar kesempatan menunjukkan kemampuan bernyanyi. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi sarana membangun kepercayaan diri sekaligus memperlihatkan bahwa seni paduan suara memiliki tempat penting dalam industri pertunjukan modern.
Mengangkat Lagu Daerah agar Tetap Dikenal
Pemilihan lagu Jangkrik dan Lalajo Wayang bukan tanpa alasan. Selama ini, PSM UPI dikenal memiliki kekuatan dalam membawakan lagu-lagu daerah, khususnya karya-karya tradisional asal Jawa Barat.
Melalui berbagai aransemen yang dikembangkan bersama pelatih dan alumni, lagu-lagu tersebut dihadirkan dengan nuansa yang lebih segar tanpa menghilangkan karakter aslinya. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani selera generasi muda dengan kekayaan musik tradisional Indonesia.
Bagi PSM UPI, lagu daerah bukan sekadar warisan budaya yang perlu dipelajari, tetapi juga harus terus dipentaskan agar tetap hidup di tengah masyarakat. Festival musik modern menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan kembali karya-karya tradisional kepada khalayak yang lebih luas.
“Tentunya agar bisa menginspirasi masyarakat untuk mencintai lagu daerah, bergabung dalam paduan suara, serta terus menjaga kelestarian budaya Indonesia,” tambahnya.
Kebaya Modern Perkuat Identitas Sunda
Tidak hanya dari sisi musikalitas, PSM UPI juga memberikan perhatian besar terhadap konsep visual pertunjukan.
Anggota PSM UPI, Masis Rizki Pratama, menjelaskan bahwa busana yang dikenakan sengaja dirancang untuk memadukan nilai tradisional dengan sentuhan modern.
Menurutnya, kebaya tetap menjadi identitas utama yang merepresentasikan budaya Sunda. Namun, berbagai modifikasi pada detail busana dan aksesori dilakukan agar tampil lebih segar dan sesuai dengan karakter festival musik yang identik dengan nuansa kekinian.
“Kami menambahkan aksen yang lebih modern sehingga kebaya tidak terkesan kuno, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya,” pungkas Masis.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan secara konvensional. Justru melalui inovasi, warisan budaya dapat diterima lebih luas oleh generasi muda.
Mendekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Penampilan PSM UPI di BTV Semesta Berpesta memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat berdialog dengan budaya populer.
Di tengah dominasi musik pop, K-Pop, hingga J-Pop yang banyak digemari anak muda, kehadiran lagu-lagu daerah di panggung festival memberikan warna berbeda. Penonton tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang dikemas secara menarik.
Strategi semacam ini dinilai efektif dalam membangun literasi budaya, terutama bagi generasi Z dan milenial yang lebih akrab dengan festival musik dibandingkan pertunjukan seni tradisional.
Dengan menghadirkan lagu daerah melalui format pertunjukan modern, PSM UPI berhasil menunjukkan bahwa budaya lokal tetap mampu bersaing dan relevan di era digital.
Rekam Jejak PSM UPI dalam Mengembangkan Seni Paduan Suara
Sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia, PSM UPI telah memiliki perjalanan panjang dalam dunia seni paduan suara.
Kelompok ini dikenal aktif mengikuti berbagai kompetisi, konser, hingga festival budaya di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu ciri khas mereka adalah kemampuan memadukan teknik vokal klasik Barat dengan kekayaan musik tradisional Nusantara.
Perpaduan tersebut menghasilkan karakter musikal yang unik sekaligus menjadi identitas kuat PSM UPI di berbagai panggung pertunjukan.
Tidak mengherankan apabila mereka dipercaya membuka festival sebesar BTV Semesta Berpesta, karena kualitas musikalitas dan pengalaman tampil yang dimiliki telah teruji melalui berbagai kesempatan.
Apresiasi Meriah dari Penonton
Usai membawakan dua lagu daerah, penampilan PSM UPI ditutup dengan riuh tepuk tangan dari para pengunjung yang memadati Lapangan Tegallega.
Sambutan hangat tersebut menjadi bukti bahwa karya seni berbasis budaya tetap mampu memikat perhatian publik ketika dikemas secara kreatif dan profesional.
Keterlibatan PSM UPI dalam festival musik nasional juga menunjukkan bahwa seni paduan suara mahasiswa tidak hanya layak tampil di ruang konser formal atau kompetisi akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari industri hiburan yang lebih luas.
Melalui penampilan ini, PSM UPI berhasil memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Lagu-lagu daerah yang dibawakan dengan aransemen modern, dipadukan dengan penampilan visual yang menarik, menjadi cara efektif untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia di tengah derasnya arus musik global. Penampilan tersebut sekaligus menjadi inspirasi bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.











