Tim Mahasiswa Membangun Desa Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (MMD DM UB) Tahun 2026 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program pengabdian yang berdampak nyata. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan tata kelola keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Paguyuban Barisan Muda Wirausaha (BMWI) Kabupaten Kediri.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, memiliki sistem administrasi yang baik, serta mampu mengambil keputusan bisnis berdasarkan kondisi keuangan yang terukur.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh Zahra Fibri Widyastuti dan Nadaa Sabiilah Fitriyahati dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Mereka berkolaborasi dengan Miftahuddin Labib Al Anshari, Achmad Safian Alfarobbi, Oktavia Ventika Natalia Sari, dan Marsya Salsabilla dari Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, PSDKU Universitas Brawijaya Kediri.
Seluruh kegiatan berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang, Dr. Hendi Subandi, S.E., M.A., yang mengarahkan pelaksanaan program agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menjawab Tantangan Tata Kelola UMKM
Program pengabdian ini lahir sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM di Kabupaten Kediri, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan.
Sebagian besar pelaku usaha diketahui masih menjalankan pencatatan transaksi secara sederhana. Bahkan, tidak sedikit yang belum memiliki laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi perkembangan usaha maupun menentukan strategi bisnis ke depan.
Kondisi tersebut menyebabkan pelaku UMKM kesulitan mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh. Akibatnya, proses pengambilan keputusan sering kali hanya didasarkan pada perkiraan tanpa didukung data keuangan yang akurat.
Melihat kondisi tersebut, Tim MMD DM UB menghadirkan solusi melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa sistem pencatatan keuangan sederhana yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh pelaku usaha.
Pendampingan Berbasis Praktik
Kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Juli 2026 tersebut diikuti oleh lima UMKM anggota Paguyuban Barisan Muda Wirausaha (BMWI) Kabupaten Kediri.
Pelatihan dirancang secara interaktif agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung materi yang diberikan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, hingga praktik penyusunan laporan keuangan berdasarkan transaksi usaha masing-masing.
Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan pencatatan keuangan karena langsung menggunakan data usaha yang mereka miliki.
Materi yang Disesuaikan dengan Kebutuhan UMKM
Dalam pelatihan tersebut, tim mahasiswa memberikan berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.
Materi dimulai dari pentingnya melakukan pencatatan transaksi secara rutin sebagai dasar pengelolaan bisnis.
Selanjutnya peserta dikenalkan dengan cara menyusun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, hingga pencatatan modal usaha.
Seluruh materi dikemas menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pelaku UMKM yang sebelumnya belum terbiasa menyusun laporan keuangan.
Melalui metode tersebut, peserta dapat memahami bahwa laporan keuangan bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi alat penting dalam mengukur perkembangan usaha.
Mendorong Pengelolaan Usaha yang Lebih Profesional
Tim MMD DM UB menjelaskan bahwa pencatatan keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha mengetahui jumlah pendapatan, pengeluaran, keuntungan, hingga kondisi modal secara lebih akurat.
Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pengembangan usaha, menghitung kebutuhan modal, maupun mengambil keputusan investasi.
Selain itu, laporan keuangan yang tertata juga menjadi salah satu persyaratan penting ketika pelaku UMKM ingin mengajukan pembiayaan kepada lembaga keuangan.
Dengan demikian, penerapan sistem pencatatan keuangan akan membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang.
Antusiasme Peserta Mengikuti Pelatihan
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam mengelola keuangan usaha.
Banyak peserta mengaku baru memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha setelah mengikuti pelatihan tersebut.
Diskusi yang berlangsung secara terbuka juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha masing-masing.
Pelaku UMKM Merasakan Manfaat Langsung
Salah satu peserta yang memberikan apresiasi adalah Heni, koordinator lima UMKM anggota Paguyuban Barisan Muda Wirausaha (BMWI) Kabupaten Kediri sekaligus pemilik UMKM 3Raenjati yang bergerak di bidang produksi keripik pisang.
Menurutnya, kegiatan pendampingan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dalam menjalankan usaha.
“Selama ini kami masih melakukan pencatatan keuangan secara sederhana sehingga sering kali kesulitan mengetahui kondisi usaha yang sebenarnya. Melalui pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami cara menyusun laporan keuangan yang lebih sederhana dan sistematis. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat untuk membantu kami mengelola usaha dengan lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata para pelaku UMKM dalam mengelola bisnis mereka.
Langkah Menuju Transformasi UMKM
Melalui kegiatan ini, kelima UMKM peserta berhasil memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya sistem pencatatan keuangan yang tertib dan terstruktur.
Mereka juga memiliki keterampilan dasar dalam menyusun laporan keuangan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri setelah pelatihan selesai.
Tim mahasiswa berharap sistem yang telah diperkenalkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan secara berkelanjutan dalam operasional usaha sehari-hari.
Dengan pencatatan yang lebih baik, pelaku usaha akan lebih mudah melakukan evaluasi, menyusun perencanaan bisnis, hingga meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat jangka panjang.
Pendampingan semacam ini juga menjadi contoh bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ke depan, penerapan sistem pencatatan keuangan yang telah diperkenalkan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta mendorong pertumbuhan UMKM anggota Paguyuban Barisan Muda Wirausaha (BMWI) Kabupaten Kediri.
Dengan dukungan akademisi dan semangat belajar para pelaku usaha, transformasi UMKM menuju Micro High Tech bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan langkah nyata yang mulai diwujudkan melalui pengelolaan usaha yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuat 3 judul SEO, meta deskripsi, dan tags untuk artikel ini.
Sumber Berita: prasetya.ub.ac.id











