Telkom University dan UNS Ubah Filosofi Batik Surakarta Jadi Webtoon dan Video Pendek

ikon kampus daily

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. jurnalpost.com

dok. jurnalpost.com

Portalmahasiswa.com |- Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan menikmati berbagai bentuk hiburan. Generasi muda saat ini lebih akrab dengan konten visual yang cepat, interaktif, dan mudah diakses melalui perangkat digital. Di sisi lain, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi upaya pelestarian budaya tradisional yang sarat nilai dan filosofi.

Menjawab tantangan tersebut, Telkom University dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalin kolaborasi riset yang bertujuan mengangkat warisan budaya batik ke dalam format digital yang lebih dekat dengan generasi masa kini. Melalui penelitian bersama, kedua perguruan tinggi berupaya menerjemahkan filosofi motif Batik Surakarta ke dalam media webtoon dan video pendek.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk inovasi dalam menjaga keberlangsungan nilai budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tidak hanya sekadar memperkenalkan motif batik, penelitian ini juga berusaha menyampaikan makna mendalam yang terkandung di balik setiap corak dan simbol yang diwariskan secara turun-temurun.

Mengusung Riset Bertajuk “Dari Helai ke Layar”

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sebuah penelitian berjudul “Dari Helai ke Layar: Penerjemahan Filosofi Batik Surakarta ke dalam Webtoon dan Video Pendek melalui Kerangka Tembang Macapat”.

Penelitian ini dilaksanakan di Batik Walang Kekek Surakarta dan berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni sejak September 2025 hingga Juni 2026. Selama proses penelitian, tim melakukan berbagai tahapan mulai dari pengumpulan data, kajian budaya, pengembangan konsep cerita, hingga produksi konten digital.

Program ini lahir dari kesadaran bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan metode konvensional. Di era ketika media sosial dan platform digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, penyampaian nilai budaya perlu dilakukan melalui pendekatan yang lebih adaptif dan kreatif.

Melalui webtoon dan video pendek, filosofi batik diharapkan dapat dipahami oleh generasi muda dengan cara yang lebih menarik tanpa mengurangi esensi makna yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga :  BIPA Unesa Tutup Program 2025/2026, Mahasiswa Asing Tampilkan Budaya Indonesia

Kolaborasi Akademisi dari Dua Perguruan Tinggi

Riset ini melibatkan sejumlah akademisi yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi, desain, budaya, dan kajian visual. Dari Telkom University, penelitian dipimpin oleh Dr. Lusy Mukhlisiana, M.I.Kom.

Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Anggar Erdhina Adi, S.Sn., M.Ds. dan Dr. Martha Tri Lestari, M.M. Sementara itu, dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, penelitian mendapat dukungan dari Dr. Desy Nurcahyanti, M.Hum.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi salah satu kekuatan utama penelitian ini. Setiap anggota tim membawa perspektif yang berbeda sehingga proses penerjemahan filosofi batik ke dalam bentuk visual digital dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Sinergi antara bidang komunikasi, desain visual, dan studi budaya memungkinkan hasil penelitian tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tetap akurat dalam menyampaikan pesan budaya yang terkandung dalam motif-motif batik Surakarta.

Batik Walang Kekek, Rumah Warisan Motif Langka

Pemilihan Batik Walang Kekek Surakarta sebagai lokasi penelitian bukanlah keputusan tanpa pertimbangan. Rumah batik ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting dalam pelestarian batik tradisional Surakarta.

Batik Walang Kekek didirikan oleh Esther Wulandari, yang merupakan putri menantu Maestro Keroncong Indonesia, Waldjinah. Tempat ini menyimpan lebih dari 500 motif batik langka yang diwariskan secara turun-temurun sejak awal tahun 1900-an.

Keberadaan ratusan motif bersejarah tersebut menjadikan Batik Walang Kekek sebagai sumber referensi yang sangat kaya bagi penelitian ini. Setiap motif tidak hanya memiliki keindahan visual, tetapi juga mengandung simbol, filosofi, dan nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tempat ini, batik tidak hanya diproduksi sebagai karya seni, tetapi juga dijaga sebagai bagian dari identitas budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa.

Peran Waldjinah dan Esther Wulandari dalam Pelestarian Budaya

Upaya pelestarian budaya yang dilakukan di Batik Walang Kekek tidak berhenti pada penyimpanan koleksi motif-motif lama. Waldjinah bersama Esther Wulandari juga aktif mengembangkan berbagai kegiatan edukasi untuk memperkenalkan batik kepada generasi muda.

Melalui berbagai program pembelajaran, masyarakat diajak untuk memahami proses pembuatan batik sekaligus mengenali filosofi yang terkandung di dalam setiap motif. Pendekatan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah perubahan zaman.

Baca Juga :  UPNVJ Rayakan Prestasi Mahasiswa dan Ormawa di Kaleidoskop Kemahasiswaan

Kehadiran Batik Walang Kekek sebagai mitra penelitian memberikan kesempatan bagi tim peneliti untuk menggali makna budaya secara langsung dari sumber yang masih aktif melestarikan tradisi tersebut.

Tembang Macapat sebagai Kerangka Naratif

Salah satu aspek menarik dalam penelitian ini adalah penggunaan Tembang Macapat sebagai kerangka naratif untuk mengemas filosofi batik ke dalam bentuk cerita visual.

Tembang Macapat merupakan karya sastra tradisional Jawa yang berbentuk puisi dan memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hidup manusia. Setiap jenis tembang menggambarkan fase kehidupan yang berbeda, mulai dari kelahiran, pertumbuhan, pencarian jati diri, hingga kematian.

Karena mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam, Tembang Macapat dinilai sangat relevan untuk menjadi jembatan dalam menerjemahkan filosofi motif batik ke dalam format cerita digital.

Melalui pendekatan ini, motif batik tidak hanya ditampilkan sebagai ornamen visual, melainkan menjadi bagian dari alur cerita yang mampu menyampaikan pesan moral dan nilai budaya kepada pembaca maupun penonton.

Menjawab Tantangan Pewarisan Budaya Antargenerasi

Salah satu pertanyaan besar yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah bagaimana cara mewariskan nilai budaya kepada generasi muda tanpa kehilangan makna aslinya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, banyak warisan budaya tradisional yang berisiko kehilangan relevansinya jika tidak mampu beradaptasi dengan media yang digunakan masyarakat saat ini.

Karena itulah webtoon dan video pendek dipilih sebagai medium utama dalam penelitian ini. Kedua format tersebut sangat populer di kalangan generasi muda dan memiliki kemampuan untuk menyampaikan cerita secara efektif melalui kombinasi visual dan narasi yang menarik.

Dengan pendekatan tersebut, filosofi batik diharapkan dapat diterima dengan lebih mudah oleh generasi muda tanpa terasa menggurui atau terlalu formal.

Menjaga Batik Tetap Relevan di Masa Depan

Saat ini, prototipe webtoon dan video pendek hasil penelitian masih berada dalam tahap produksi akhir. Setelah selesai, konten tersebut diharapkan dapat menjadi model baru dalam pelestarian budaya berbasis teknologi digital.

Lebih dari sekadar proyek akademik, penelitian ini menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang apabila dikemas sesuai dengan kebutuhan zaman. Batik tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai media yang menyimpan kisah, filosofi, dan identitas bangsa.

Melalui kolaborasi antara Telkom University, UNS Surakarta, dan Batik Walang Kekek, lahir sebuah upaya kreatif untuk menjembatani masa lalu dan masa depan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam batik Surakarta diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya dan tetap relevan di tengah dunia yang terus berubah.

Sumber Berita: jurnalpost.com

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru