BIPA Unesa Tutup Program 2025/2026, Mahasiswa Asing Tampilkan Budaya Indonesia

ikon kampus daily

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. unesa.ac.id

dok. unesa.ac.id

Suasana penuh kehangatan, kebanggaan, dan semangat persahabatan internasional mewarnai penutupan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Melalui kegiatan bertajuk “Ragam Budaya dalam Kebersamaan, Merajut Harmoni untuk Indonesia”, Unesa secara resmi menutup rangkaian pembelajaran BIPA periode 2025/2026 yang telah berlangsung selama satu tahun penuh.

Acara yang digelar pada Kamis, 4 Juni 2026, di Auditorium T14 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Kampus II Unesa Lidah Wetan tersebut menjadi momentum istimewa bagi mahasiswa asing yang telah menyelesaikan proses belajar bahasa sekaligus mengenal budaya Indonesia secara lebih mendalam.

Tidak sekadar seremoni kelulusan, kegiatan ini juga menjadi ajang perayaan keberhasilan para peserta dalam membangun pemahaman lintas budaya, mempererat hubungan antarbangsa, dan menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.

Mahasiswa dari Berbagai Benua Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia

Program BIPA Unesa tahun akademik 2025/2026 diikuti oleh mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara dan benua. Para peserta datang dari kawasan Asia, Afrika, hingga Amerika dengan latar belakang budaya, bahasa, dan pengalaman yang beragam.

Selama satu tahun, mereka tidak hanya mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi, tetapi juga mengenal berbagai aspek budaya Nusantara yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Mahasiswa yang mengikuti acara penutupan tersebut berasal dari dua jalur program, yaitu jalur reguler dan program Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Kedua program ini menjadi bagian penting dari komitmen Unesa dalam memperluas jejaring pendidikan internasional sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Melalui interaksi sehari-hari di lingkungan kampus maupun kegiatan budaya yang diselenggarakan secara rutin, para mahasiswa asing mendapatkan pengalaman yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga sosial dan kultural.

Panggung Penutupan Dipenuhi Pertunjukan Budaya

Salah satu momen yang paling menarik perhatian dalam acara penutupan adalah berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan langsung oleh para mahasiswa asing.

Kemeriahan panggung diawali dengan penampilan lagu yang dibawakan oleh Yang Hao. Dengan penuh percaya diri, mahasiswa asal China tersebut menyuguhkan lagu yang menghibur sekaligus menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesianya yang semakin baik setelah mengikuti program BIPA.

Baca Juga :  Dari Tunai ke QRIS: Upaya Mahasiswa UNAIR Perkuat Ekonomi Warung Desa

Suasana kemudian semakin hangat saat Rajab Hamis Yusuph membacakan puisi berjudul Perahu Kertas. Pembacaan puisi tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan tamu undangan karena mampu menghadirkan nuansa emosional yang mendalam.

Tidak berhenti di situ, para mahasiswa juga menampilkan Tari Glipang, salah satu kesenian tradisional Indonesia yang memadukan unsur budaya dan nilai sejarah. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa para peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami kekayaan budaya Indonesia secara langsung.

Keberagaman penampilan yang ditampilkan sepanjang acara menjadi gambaran nyata bagaimana budaya mampu menjadi jembatan yang menyatukan individu dari berbagai negara dalam suasana penuh persahabatan.

Apresiasi atas Dedikasi Mahasiswa Internasional

Wakil Dekan Bidang I Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, Anas Ahmadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan program pembelajaran dengan baik.

Menurutnya, keberhasilan para mahasiswa internasional dalam mempelajari bahasa dan budaya Indonesia merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat belajar yang tinggi selama satu tahun terakhir.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak hingga program ini selesai, hubungan kultural ini sangat penting, dan kami berharap sinergi yang telah terbangun baik ini dapat terus berjalan dengan lancar dan berkelanjutan di masa yang akan datang,” ujarnya. Seperti Dilansir unesa.ac.id

Anas menambahkan bahwa program BIPA bukan hanya sekadar sarana pembelajaran bahasa, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan budaya yang kuat antarnegara.

Melalui program seperti ini, mahasiswa asing dapat memahami Indonesia secara lebih dekat sekaligus membawa pengalaman positif tersebut ke negara asal mereka.

BIPA sebagai Pilar Internasionalisasi Unesa

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Urusan Internasional Unesa, Asrori. Ia menegaskan bahwa program BIPA memiliki peran strategis dalam mendukung langkah internasionalisasi kampus.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa asing dari berbagai negara setiap tahun menunjukkan bahwa Unesa semakin dikenal dan dipercaya sebagai salah satu tujuan pendidikan internasional.

Program BIPA menjadi pintu masuk yang efektif untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Indonesia kepada dunia sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional.

“Kami berharap setelah lulus dan kembali ke negara masing-masing, kalian semua bisa menjadi agen internasionalisasi Unesa. Ceritakanlah pengalaman baik selama di sini agar keluarga, tetangga, dan teman-teman di sana ikut tertarik untuk datang belajar ke kampus ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Uang Saku Bukan Sekedar Jajan: Mengubah Mindset Finansial Remaja

Pernyataan tersebut menggambarkan harapan besar Unesa agar para alumni BIPA dapat menjadi duta budaya sekaligus memperkenalkan kampus dan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Pengalaman Lintas Budaya yang Komprehensif

Ketua BIPA Unesa, Octo Dendy Andriyanto, menjelaskan bahwa seluruh program pembelajaran dirancang secara komprehensif agar mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar belajar bahasa di dalam kelas.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran BIPA di Unesa mengintegrasikan aspek akademik dan budaya sehingga mahasiswa dapat memahami kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung.

Melalui kerja sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni, para peserta tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan lapangan yang memperkaya wawasan mereka.

Mahasiswa diajak mengunjungi sejumlah sekolah dan tempat bersejarah di Jawa Timur untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat, sistem pendidikan, serta kekayaan budaya lokal.

Selain itu, mereka juga aktif mengikuti berbagai webinar dan kegiatan akademik yang memberikan pemahaman lebih luas mengenai Indonesia dari berbagai perspektif.

“Seluruh rangkaian program pembelajaran ini memang kami rancang secara komprehensif untuk memberikan pengalaman lintas budaya yang nyata dan mendalam bagi para mahasiswa asing selama belajar di Indonesia,” jelasnya.

Penyerahan Sertifikat sebagai Simbol Keberhasilan

Puncak acara ditandai dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta program reguler dan KNB yang telah berhasil menyelesaikan masa pembelajaran.

Mahasiswa asal China yang menerima sertifikat di antaranya Meixi Liu, Xin’tong Zhao, Yang Hao, dan Guo Yuze. Dari Korea Selatan terdapat Pilchan Kim, Haeji Kim, Subin Hyun, Jaegeol Lee, serta Ahn Hyunjin.

Selain itu, sertifikat juga diberikan kepada Gabriela Michelle Larrea Sanchez dari Ekuador, Mogatsabarwa Kenanao Mosweu dari Botswana, Rajab Hamis Yusuph dari Tanzania, dan Roda Ningbiakhoih Mate dari India.

Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan para mahasiswa dalam menuntaskan perjalanan akademik dan budaya mereka selama berada di Indonesia.

Menjadi Duta Bahasa dan Budaya Indonesia

Berakhirnya program BIPA 2025/2026 bukanlah akhir dari perjalanan para mahasiswa internasional tersebut. Sebaliknya, pengalaman yang mereka peroleh selama berada di Indonesia diharapkan menjadi bekal berharga yang dapat dibawa ke negara masing-masing.

Melalui kemampuan berbahasa Indonesia yang telah dimiliki serta pemahaman budaya yang lebih mendalam, para alumni BIPA diharapkan dapat menjadi duta yang memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Program ini juga membuktikan bahwa bahasa dan budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun persahabatan antarbangsa. Di tengah keberagaman latar belakang peserta, BIPA Unesa berhasil menciptakan ruang kebersamaan yang harmonis, memperkuat hubungan internasional, sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang ramah, kaya budaya, dan terbuka bagi masyarakat global.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru