SB IPB Ukir Prestasi Global, Konsep Bisnis Berkelanjutan Antar Raih Penghargaan ABEST21

ikon kampus daily

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. ipb.ac.id

dok. ipb.ac.id

Portalmahasiswa.com |-Sekolah Bisnis (SB) IPB University kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Institusi pendidikan yang dikenal aktif mengembangkan konsep bisnis berkelanjutan ini berhasil meraih ABEST21 Good Practice Award, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada lembaga pendidikan bisnis yang dinilai memiliki praktik terbaik dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan manajemen.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan pendidikan yang diterapkan SB IPB University tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga mendapat apresiasi dari komunitas akademik global. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi SB IPB sebagai salah satu sekolah bisnis yang konsisten mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

ABEST21 atau The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century organization merupakan lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Tokyo, Jepang. Organisasi ini didirikan pada tahun 2005 dengan tujuan mengevaluasi serta menjamin mutu pendidikan manajemen di berbagai sekolah bisnis dan universitas di seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun, ABEST21 dikenal sebagai salah satu lembaga yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan bisnis melalui standar internasional yang ketat. Karena itu, penghargaan yang diberikan oleh lembaga ini memiliki nilai strategis dan menjadi indikator penting atas kualitas serta relevansi suatu institusi pendidikan bisnis di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Wakil Dekan Sekolah Bisnis IPB University Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr Zenal Asikin, menjelaskan bahwa penghargaan yang diterima tidak hanya mencerminkan kualitas akademik yang dimiliki kampus tersebut. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap filosofi pendidikan bisnis yang selama ini dikembangkan oleh SB IPB University.

“Penghargaan ini menegaskan bahwa business school saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada profit dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan manusia, keberlanjutan, dan dampak sosial,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan besar yang sedang terjadi dalam dunia pendidikan bisnis global. Jika sebelumnya sekolah bisnis lebih banyak berfokus pada strategi peningkatan keuntungan dan pertumbuhan ekonomi, kini orientasi tersebut mulai berkembang ke arah yang lebih luas, yaitu menciptakan nilai bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Perkuat Tata Kelola Kampus Lewat Pelantikan Pejabat Akademik 2026

Menurut Dr Zenal, SB IPB University memandang ilmu bisnis dari perspektif yang lebih komprehensif. Bisnis tidak hanya dipahami sebagai aktivitas pertukaran barang dan jasa, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan manfaat yang lebih besar bagi kehidupan manusia.

Menurutnya, ilmu bisnis merupakan ilmu tentang layanan atau services yang bertujuan menciptakan kesejahteraan manusia melalui kreativitas, kolaborasi, serta praktik bisnis yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan bisnis perlu mampu mengintegrasikan knowledge production dan problem solving secara bersamaan agar menghasilkan solusi nyata bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pandangan tersebut menjadi landasan utama dalam penyusunan berbagai program akademik yang dijalankan SB IPB. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori dan keterampilan manajerial, tetapi juga didorong untuk memahami dampak sosial serta lingkungan dari setiap keputusan bisnis yang diambil.

Dalam konteks global, Dr Zenal menilai bahwa pendidikan bisnis saat ini sedang mengalami transformasi signifikan. Orientasi yang sebelumnya berpusat pada pertumbuhan ekonomi mulai bergeser menuju konsep kesejahteraan, keberlanjutan, dan dampak sosial yang lebih luas.

Menurutnya, perubahan paradigma tersebut sangat relevan bagi negara-negara berkembang atau Global South, termasuk Indonesia. Berbagai tantangan seperti ketimpangan sosial, transformasi ekonomi, ketahanan pangan, krisis lingkungan, hingga kesenjangan kapasitas kepemimpinan dan inovasi membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih adaptif dan berorientasi pada solusi.

“Keunikan SB IPB terletak pada pengembangan pendidikan bisnis yang berakar pada karakter IPB University sebagai techno-socio-entrepreneurial university. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui konsep business-sustainability embeddedness, yakni menempatkan keberlanjutan sebagai inti pengembangan bisnis dan kehidupan ekonomi,” urainya.

Konsep tersebut menjadi pembeda utama SB IPB dibandingkan banyak sekolah bisnis lainnya. Keberlanjutan tidak diposisikan sebagai pelengkap atau tema tambahan dalam pembelajaran, melainkan menjadi bagian inti yang terintegrasi dalam seluruh aspek pendidikan.

Pendekatan keberlanjutan tersebut diterapkan melalui kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan penelitian, hingga pembentukan karakter mahasiswa. Berbagai isu penting seperti environmental, social, and governance (ESG), green economy, serta sustainability tidak hanya diajarkan sebagai materi akademik semata.

Baca Juga :  UNJ Percepat Karier Dosen Lewat Bimtek Jabatan Fungsional dan Regulasi Baru

Lebih jauh, isu-isu tersebut dijadikan paradigma pendidikan yang membangun kesadaran mahasiswa mengenai hubungan erat antara manusia, bisnis, masyarakat, negara, dan lingkungan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan diharapkan mampu memahami bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesejahteraan sosial dan kelestarian alam.

“Pendidikan di SB IPB diarahkan untuk menghasilkan pemimpin bisnis yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki tanggung jawab etis, sensitivitas sosial, dan kesadaran ekologis dalam mengambil keputusan bisnis,” jelas Dr Zenal.

Komitmen inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa SB IPB memperoleh pengakuan internasional melalui ABEST21 Good Practice Award. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan semakin mendapatkan perhatian di tingkat global.

Tidak berhenti pada pencapaian ini, SB IPB University juga berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ke depan, institusi tersebut akan memperkuat integrasi antara pengembangan ilmu pengetahuan, riset yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta penyelesaian berbagai persoalan nyata melalui kolaborasi lintas negara dan penelitian internasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran SB IPB sebagai pusat pengembangan pemikiran bisnis yang inovatif sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman.

“Dalam jangka panjang, kami ingin berkontribusi membangun model pendidikan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada human welfare, ecological well-being, dan sustainable prosperity,” tutupnya.

Penghargaan internasional ini menjadi tonggak penting bagi SB IPB University dalam memperkuat kiprahnya di kancah global. Lebih dari sekadar prestasi akademik, penghargaan tersebut mencerminkan komitmen kuat untuk menghadirkan pendidikan bisnis yang mampu menjawab tantangan masa depan, menciptakan kesejahteraan bersama, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sumber Berita: ipb.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru