Portalmahasiswa.com – Universitas Negeri Malang (UM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Muhammad Aditya, mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Sastra UM, berhasil meraih Juara 2 Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) tingkat nasional di Universitas Gadjah Mada serta Juara 1 kompetisi serupa di Bogor dalam waktu yang sangat berdekatan.
Prestasi tersebut diraih bersama timnya hanya dalam rentang dua hari perlombaan. Mereka tampil pada babak final nasional di Universitas Gadjah Mada pada 28 Februari. Setelah itu, tim langsung melanjutkan perjalanan ke Bogor untuk mengikuti final kompetisi berikutnya pada 1 Maret, yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Aditya menjelaskan bahwa Musabaqah Syarhil Qur’an merupakan kompetisi beregu yang membutuhkan kerja sama kuat antaranggota tim. Dalam lomba ini terdapat tiga peran utama, yaitu pensyarah yang menyampaikan materi penjelasan ayat, sari tilawah yang menerjemahkan makna ayat, serta qori yang membacakan Al-Qur’an. Dalam tim tersebut, Aditya bertugas sebagai pensyarah, didampingi Dino sebagai sari tilawah dan Fahri sebagai qori.
Perjalanan menuju kemenangan tentu tidak selalu mudah. Jadwal kompetisi yang padat membuat tim harus memanfaatkan waktu perjalanan sebagai bagian dari perjuangan mereka.
“Kami bahkan sempat sahur dan berbuka di kereta karena jadwalnya sangat mepet. Namun semua perjuangan itu terbayar ketika akhirnya kami bisa membawa pulang gelar juara,” ujar Aditya.
Di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kompetisi, Aditya juga sedang menjalani proses seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) di Fakultas Sastra UM. Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara kegiatan lomba dan tanggung jawab akademik dengan menyusun jadwal secara terencana.
Menurutnya, keberhasilan dalam meraih prestasi sangat dipengaruhi oleh komitmen, strategi yang matang, serta kemampuan mengatur waktu dengan baik. Ia selalu mempertimbangkan secara selektif kompetisi yang akan diikuti, menyusun agenda kegiatan hingga satu bulan ke depan, serta memastikan perkuliahan tetap berjalan dengan optimal.
“Manajemen waktu itu soal kemauan. Jika ingin berkembang, kita harus berani mencoba sekaligus tetap menjaga tanggung jawab akademik,” jelasnya.
Dalam kompetisi beregu seperti MSQ, Aditya juga menekankan pentingnya strategi tim yang solid. Setiap anggota harus mampu menonjolkan keunggulan masing-masing sekaligus menjaga kekompakan, mulai dari intonasi penyampaian, ekspresi, hingga performa di atas panggung.
“Di babak final, semua peserta pasti memiliki kualitas yang baik. Karena itu, tim harus memiliki ciri khas dan mampu menampilkan sesuatu yang berbeda,” tambahnya.
Bagi Aditya, prestasi bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Ia meyakini bahwa proses panjang, pengalaman mengikuti berbagai kompetisi, serta keberanian untuk terus mencoba menjadi kunci penting dalam meraih keberhasilan.
Keberhasilan tersebut juga mencerminkan kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda. Hal ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Quality Education, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas serta pengembangan potensi generasi muda secara berkelanjutan.











