Kolaborasi Untirta-BPJS Ketenagakerjaan Dorong Literasi Jaminan Sosial bagi Calon Pekerja

ikon kampus daily

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. bpjsketenagakerjaan.go.id

dok. bpjsketenagakerjaan.go.id

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa sekaligus membangun kesadaran pentingnya keselamatan kerja sejak berada di lingkungan akademik. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan langsung oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto bersama Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman di Aula Rektorat Untirta, Kabupaten Serang, Rabu (13/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan kepada mahasiswa, khususnya mereka yang mengikuti program magang maupun Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Selain memberikan perlindungan selama menjalankan aktivitas di lapangan, kolaborasi ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memahami pentingnya perlindungan kerja sejak dini.

Kolaborasi Lebih dari Sekadar Seremoni

Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi dunia kerja.

Ia mengapresiasi langkah proaktif Untirta yang telah memberikan perlindungan kepada civitas akademika, khususnya mahasiswa yang menjalankan kegiatan di luar kampus. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.876 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap Untirta dapat menjadi role model dalam pengembangan literasi dan kepesertaan jaminan sosial di lingkungan akademik. Kampus harus menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi,” kata Harjono, Rabu (13/5/2026). Seperti Dilansir bpjsketenagakerjaan.go.id

Menurut Harjono, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun pemahaman mahasiswa mengenai hak-hak pekerja, termasuk hak memperoleh perlindungan jaminan sosial ketika memasuki dunia kerja.

Mendukung Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Harjono menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama tidak hanya berkaitan dengan perlindungan mahasiswa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi FEB UI dan Bank Sampah Bekasi Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Ekonomi

Melalui kolaborasi tersebut, materi mengenai jaminan sosial diharapkan dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang lebih aplikatif sehingga mahasiswa memiliki bekal pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Dengan adanya sinergi ini, kami mengharap materi jaminan sosial tidak hanya dipahami sebagai konsep teoritis, tetapi juga menjadi kompetensi yang aplikatif, relevan dengan dunia kerja serta mampu membentuk generasi yang sadar akan pentingnya perlindungan diri dalam bekerja,” tambahnya.

Harjono juga berharap nota kesepahaman tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama yang lebih luas bersama berbagai fakultas yang memiliki program magang.

“Sehingga seluruh mahasiswa magang yang ada di Kampus Untirta ini nantinya dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh,” harapnya.

Mahasiswa Magang Memiliki Risiko Kerja

Sementara itu, Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Untirta dan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa, terutama mereka yang menjalani praktik kerja maupun magang di berbagai daerah dengan tingkat risiko yang berbeda.

“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sangat penting, mengingat mahasiswa Untirta yang melakukan magang ada di daerah-daerah terpencil yang memiliki resiko. Sehingga dengan adanya kolaborasi ini mereka bisa dilindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

Ia menilai mahasiswa tidak hanya membutuhkan bekal akademik, tetapi juga perlindungan yang mampu memberikan rasa aman selama menjalankan aktivitas di lapangan.

Kampus Siap Menjadi Pusat Edukasi

Untirta juga menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk penyediaan ruang edukasi bagi mahasiswa.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi mengenai manfaat jaminan sosial sehingga mahasiswa memahami hak dan kewajibannya sebelum memasuki dunia kerja.

“Dan kami juga sangat mendukung program BPJS Ketenagakerjaan ini, bila perlu kami siapkan tempat untuk mengedukasi mahasiswa mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan ini mengingat mahasiswa merupakan calon-calon pekerja,” ungkapnya.

Melalui edukasi yang dilakukan sejak di bangku kuliah, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perlindungan kerja, baik ketika menjalani magang maupun setelah menjadi tenaga profesional.

Baca Juga :  Kisah Kristina di UIN Jakarta, Mahasiswi Non-Muslim Raih Cumlaude dan Temukan Arti Toleransi

Edukasi bagi Calon Pekerja

Di tempat yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten, Eko Yuyulianda, menilai kerja sama dengan Untirta merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan program jaminan sosial kepada mahasiswa sebagai calon pekerja.

Menurutnya, edukasi yang diberikan sejak dini akan membantu mahasiswa memahami bahwa perlindungan kerja merupakan hak setiap pekerja di Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan suatu langkah strategis untuk melakukan pengenalan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat yang berstatus mahasiswa karena mereka ini kan calon pekerja nantinya. Jadi kalo dari awal sudah diedukasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan ini, mereka jadi tahu bahwa sebagai pekerja mereka punya hak untuk dilindungi,” kata Eko.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sehingga kesadaran terhadap pentingnya perlindungan kerja terus meningkat.

Akan Diperluas ke Kampus Lain

Eko juga mengungkapkan bahwa Untirta menjadi perguruan tinggi pertama di Provinsi Banten yang menjalin kerja sama seperti ini dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Meski demikian, secara nasional BPJS Ketenagakerjaan telah bekerja sama dengan banyak perguruan tinggi dalam memperluas literasi jaminan sosial kepada mahasiswa.

“Kalo untuk di Banten, saat ini memang baru Untirta saja yang kita lakukan kerjasama, tetapi kalo secara nasional BPJS Ketenagakerjaan sudah banyak bekerjasama dengan kampus-kampus. Untuk itu, kedepannya, kita juga akan menjalin kerjasama dengan kampus-kampus lain yang ada di wilayah Provinsi Banten,” ungkap Eko.

Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat diterapkan di berbagai perguruan tinggi sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh perlindungan selama menjalankan kegiatan akademik di luar kampus. Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan dunia pendidikan ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar perlindungan kerja sekaligus mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memahami pentingnya jaminan sosial sebagai bagian dari hak pekerja di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru