Kisah Kristina di UIN Jakarta, Mahasiswi Non-Muslim Raih Cumlaude dan Temukan Arti Toleransi

ikon kampus daily

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.uinjkt.ac.id

dok.uinjkt.ac.id

Portalmahasiswa.com – Di tengah prosesi Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berlangsung pada Sabtu-Ahad (23-24/05/2026), nama Kristina Kriswindiani Zai, S.Si., menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian. Lulusan Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) itu hadir bukan hanya sebagai wisudawati berpredikat cumlaude, tetapi juga membawa cerita tentang keberagaman, toleransi, dan perjalanan menemukan kenyamanan di kampus berbasis keislaman.

Kristina menjadi salah satu mahasiswa non-muslim yang berhasil menuntaskan pendidikan di UIN Jakarta dengan capaian akademik membanggakan. Di balik toga dan senyum yang menghiasi momen wisudanya, tersimpan perjalanan yang awalnya dipenuhi rasa penasaran sekaligus keraguan.

Berawal dari Penasaran dengan Kampus Islam

Perjalanan Kristina di UIN Jakarta dimulai pada tahun 2021 ketika dirinya diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Saat itu, perasaan bahagia bercampur dengan kekhawatiran muncul bersamaan.

“Sempat senang karena keterima, tapi juga ragu. Aku bisa masuk nggak ya? Bisa nyaman nggak ya di sini?” kenangnya.

Pilihan untuk kuliah di UIN Jakarta sebenarnya berangkat dari pencariannya terhadap perguruan tinggi negeri di Jakarta yang memiliki Program Studi Fisika. Namun di sisi lain, ada rasa ingin tahu yang membuatnya tertarik mencoba lingkungan pendidikan yang berbeda dari latar belakang keyakinannya.

Baca Juga :  Mahasiswa FKIS UTM Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Internasional

“Aku cari perguruan tinggi negeri di Jakarta yang punya Prodi Fisika, dan ternyata ada di UIN Jakarta. Sekalian juga penasaran, apakah non-muslim bisa kuliah di UIN Jakarta,” tuturnya.

Adaptasi dan Dukungan Lingkungan Kampus

Hari-hari pertama menjalani perkuliahan di kampus Islam negeri tidak sepenuhnya mudah bagi Kristina. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan beradaptasi, terutama dalam memahami budaya kampus hingga aturan berpakaian.

Namun, perlahan rasa canggung itu memudar berkat lingkungan kampus yang menurutnya ramah dan suportif. Teman-teman di lingkungan program studi hingga civitas akademika membantu dirinya merasa diterima.

“Awalnya bingung soal prosedur berpakaian dan penyesuaian lainnya. Tapi teman-teman di kampus dan di prodi sangat baik dan suportif,” katanya.

Bagi Kristina, pengalaman tersebut justru membuka ruang baru untuk mengenal keberagaman secara lebih dekat. Selama menempuh studi, ia banyak menyaksikan aktivitas keagamaan Islam yang sebelumnya jarang ditemuinya.

Ia bahkan merasakan semangat kebersamaan dalam berbagai kegiatan kampus yang membuat pemahamannya tentang budaya dan tradisi keislaman semakin luas.

“Seru banget karena jadi tahu lebih banyak tentang budaya dan tradisi keislaman. Jadi nambah wawasan juga,” ujarnya.

Baca Juga :  IPB University Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi di Jepang

Raih Cumlaude dengan Penelitian Teknologi Sensor

Tidak hanya sukses beradaptasi, Kristina juga berhasil menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Ia lulus dengan IPK 3,62 dan meraih predikat cumlaude.

Dalam skripsinya, Kristina mengangkat penelitian berjudul Rancang Bangun Sistem Deteksi Tingkat Kematangan Buah Tomat Berbasis Sensor TCS3200 Dengan Indikator Audio. Penelitian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya di Program Studi Fisika FST UIN Jakarta.

Keberhasilannya itu menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan yang inklusif mampu memberikan ruang berkembang bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang keyakinan.

UIN Jakarta Jadi Ruang Belajar Toleransi

Bagi Kristina, pengalaman selama kuliah di UIN Jakarta meninggalkan kesan mendalam tentang arti keterbukaan dan toleransi. Ia menilai kampus Islam negeri tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk belajar memahami perbedaan.

Di akhir kisahnya, Kristina berharap pengalamannya dapat menghapus stigma yang masih muncul di sebagian masyarakat tentang kampus berbasis keagamaan.

“Non-muslim boleh banget kuliah di UIN Jakarta. Setelah masuk dan menjalani perkuliahan di sini, ternyata suasananya nyaman dan terbuka, tidak seperti anggapan sebagian orang di luar sana,” pungkasnya.

Diketahui, UIN Jakarta menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-140 Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Tahun 2026 selama dua hari di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta. Sebanyak 1.557 lulusan dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam perhelatan akademik tersebut.

Sumber Berita: uinjkt.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru