PortalMahasiswa.com |-Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA-UB) Cabang Probolinggo Raya menghadirkan sebuah momentum reflektif sekaligus inspiratif melalui soft launching Buku Bunga Rampai Pemikiran Alumni UB. Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo. Acara berlangsung di Hallroom Sumber Hidup, Kota Probolinggo, Sabtu (14/2/2026), dan menjadi ruang temu antara gagasan akademik dan realitas pembangunan daerah.
Suasana forum terasa hangat namun penuh muatan intelektual. Sejumlah unsur penting daerah turut hadir, mulai dari Wali Kota Probolinggo, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, kepala OPD, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, organisasi kepemudaan, hingga keluarga besar IKA-UB Cabang Probolinggo. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja kolektif yang membutuhkan partisipasi banyak pihak.
Wali Kota Probolinggo, Dr. Aminuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang digagas oleh para alumni Universitas Brawijaya tersebut.
“Saya mengapresiasi dan bangga atas capaian IKA-UB Probolinggo Raya,” ujarnya di tengah sambutan.
Apresiasi itu bukan sekadar formalitas. Ia menilai buku yang diluncurkan dapat menjadi referensi strategis dalam merumuskan kebijakan pembangunan kota ke depan. Menurutnya, kumpulan gagasan dari para alumni UB yang memiliki latar belakang keilmuan beragam dapat berfungsi sebagai kompas tambahan untuk menyempurnakan arah pembangunan serta langkah-langkah pemerintah daerah.
Peluncuran buku ini memang tidak berdiri sendiri. IKA-UB Probolinggo juga menayangkan catatan prestasi Pemerintahan Kota Probolinggo selama satu tahun terakhir. Tayangan tersebut menjadi bagian dari refleksi bersama—apa saja yang telah dicapai dan apa yang perlu diperkuat. Momentum satu tahun kepemimpinan dimaknai sebagai fase evaluasi sekaligus penguatan komitmen.
Ketua Umum IKA-UB Probolinggo, Tri Septa Agung Pamungkas, menjelaskan bahwa buku hasil kolaborasi para alumni itu merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas intelektual terhadap daerah. Ia menyebutnya sebagai “kado intelektual” untuk memperingati satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo.
Buku tersebut diharapkan mampu menjadi smart guidance sekaligus policy brief dalam penyusunan program tahunan pemerintah kota. Artinya, gagasan yang tertuang di dalamnya tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Buku ini berisi kompilasi pemikiran para ahli dengan spektrum keilmuan yang beragam,” ujarnya.
Keberagaman perspektif menjadi kekuatan utama buku tersebut. Para kontributor datang dari berbagai disiplin ilmu, sehingga isu pembangunan dibedah dari sudut pandang multidimensional. Pendekatan semacam ini dinilai relevan untuk menjawab tantangan kota yang semakin kompleks, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, hingga infrastruktur dan tata ruang.
Seminar yang digelar dalam rangkaian acara tersebut terbagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema “Pendidikan dan Ekonomi Kreatif”. Acara diawali dengan pembukaan oleh keynote speaker, seorang akademisi UB, budayawan, sekaligus peraih Alumni UB Award 2024, Redy Eko Prastyo. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru daerah.
Pendidikan, menurutnya, tidak boleh berjalan terpisah dari kebutuhan ekonomi. Lembaga pendidikan harus mampu melahirkan talenta yang adaptif dan kreatif, sementara sektor ekonomi kreatif perlu ruang ekosistem yang mendukung inovasi. Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, yang memaparkan arah kebijakan pendidikan daerah. Perspektif praktis juga dihadirkan oleh entrepreneur F&B Abdul Kholiq, serta perwakilan Bank Jatim Kota Probolinggo yang menyoroti aspek pembiayaan dan dukungan perbankan terhadap UMKM.
Sesi kedua seminar mengusung tema “Sinergi Pangan dan Papan”. Fokus pembahasan bergeser pada isu ketahanan pangan dan perumahan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Pertanian Fitriawati memaparkan strategi menjaga stabilitas pasokan dan kualitas pangan di tengah dinamika ekonomi. Kepala Dinas PU Setiorini Sayekti mengulas tantangan pembangunan infrastruktur dan tata ruang kota yang berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Kominfo Lucia Aries Yulianti turut menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung pelayanan publik yang transparan dan efisien. Sementara itu, Developer sekaligus Notaris profesional Djoko Purnomo memberikan perspektif dari sisi swasta mengenai pengembangan kawasan dan investasi properti yang selaras dengan regulasi.
Rangkaian diskusi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kota memerlukan pendekatan terintegrasi. Pendidikan, ekonomi, pangan, infrastruktur, hingga digitalisasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Semua sektor harus berjalan seiring dalam kerangka visi pembangunan yang jelas.
Menjelang penutupan acara, Ketua Umum IKA-UB Probolinggo kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Kota Probolinggo sebagai contoh kota yang pembangunannya digerakkan oleh kerja intelektual dan kolaborasi pentahelix—Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, dan Media.
“Kontribusi terbesar komunitas intelektual diukur dari sejauh mana mereka mampu mentransformasi teori menjadi solusi di tengah masyarakat,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi konkret, bukan sekadar wacana. Soft launching buku dan seminar ini pun menjadi simbol bahwa peran alumni perguruan tinggi tidak berhenti setelah wisuda. Mereka tetap memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Melalui kegiatan ini, IKA-UB Probolinggo Raya menunjukkan bahwa sinergi antara gagasan dan kebijakan dapat dibangun dalam ruang dialog yang terbuka. Buku Bunga Rampai Pemikiran Alumni UB diharapkan menjadi awal dari tradisi intelektual yang berkelanjutan, di mana setiap momentum pembangunan selalu diiringi refleksi dan kontribusi pemikiran yang konstruktif.
Sumber Berita: jatim.times.co.id











