Bahaya Gaya Hidup Konsumtif di Kalangan Remaja

Selasa, 17 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

Portalmahasiswa.com | Jakarta–Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya gaya hidup konsumtif yang semakin marak di kalangan remaja.

Kegiatan PKM dilaksanakan pada 28 Agustus 2025 di SMK Al-Makmur Jakarta dengan tema “Bahaya Gaya Hidup Konsumtif di Kalangan Remaja.” Tim yang menjalankan kegiatan ini terdiri dari mahasiswa Universitas Pamulang untuk membantu para siswa memahami serta menghadapi dampak negatif dari kebiasaan konsumtif yang sering terjadi saat usia remaja. Melalui kegiatan ini, para siswa diajarkan bagaimana pengaruh tren media sosial, tekanan dari pertemanan, serta kurangnya pemahaman tentang keuangan bisa mendorong mereka membeli barang atau mengikuti gaya hidup yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Selain itu, para siswa diajak memahami bahwa gaya hidup konsumtif bukan hanya sekadar membeli barang mewah, tetapi juga kebiasaan membeli sesuatu tanpa pertimbangan kebutuhan. Tim menjelaskan bahwa perilaku ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kesulitan finansial, rasa minder karena tidak mampu mengikuti tren, sikap materialistis yang merusak hubungan sosial, hingga kurangnya kesiapan masa depan akibat minim tabungan dan investasi.

Baca Juga :  Mengapa Analisis Lingkungan Internal Menentukan Kesuksesan Strategi Perusahaan?

Untuk mengatasi gaya hidup konsumtif, remaja perlu mulai membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Membuat anggaran keuangan pribadi juga penting agar pengeluaran dapat terkontrol. Selain itu, remaja disarankan untuk membatasi penggunaan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh tren yang bersifat sementara. Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif seperti olahraga, mengikuti organisasi, atau menekuni hobi kreatif dapat membantu mengalihkan perhatian dari kebiasaan konsumtif. Remaja juga perlu melatih rasa syukur atas apa yang telah dimiliki.

Tim pelaksana tidak hanya memberikan penjelasan teoritis, tetapi juga menghadirkan sesi interaktif berupa diskusi dan simulasi budgeting sederhana dengan memperkenalkan metode 70/20/10 sebagai cara praktis untuk mengatur keuangan sejak dini. Para siswa diajak memahami bahwa dari total uang saku yang mereka miliki, 70% sebaiknya digunakan untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, dan perlengkapan sekolah; 20% dialokasikan untuk tabungan atau dana darurat yang bisa dimanfaatkan di masa depan; dan 10% disisihkan untuk hiburan atau keinginan pribadi agar tetap ada ruang menikmati hal-hal yang disukai tanpa berlebihan. Dengan simulasi sederhana, siswa diajak membagi uang saku bulanan sesuai metode tersebut dan menghitung bagaimana kebiasaan kecil dalam menyisihkan uang dapat memberikan dampak besar bagi perlindungan finansial di kemudian hari.

Baca Juga :  Mahasiswa Generasi Algoritma yang Dikendalikan Data

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu menjadi remaja yang bijak, tidak mudah terpengaruh oleh tren konsumtif, serta memiliki kesadaran bahwa gaya hidup sederhana lebih bermanfaat bagi masa depan. Remaja yang tangguh bukan berarti anti terhadap tren, melainkan mampu memilih dengan bijak dan menempatkan kebutuhan di atas keinginan.

 

Penulis

“Winda Kusmalia, Athaya Rizq Mardati, Naura Syifa Qalbi (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Berita Terkait

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan
UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur
UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI
20 Mahasiswa Resmi Jadi Duta Kampus UIN KHAS Jember 2026
UGM Usulkan Transformasi Ekonomi Desa Lewat Industri Agroteknologi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 12:08

UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Selasa, 1 September 2026 - 23:09

UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:10

UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI

Berita Terbaru