Pendidikan Karakter Tidak Bisa Digantikan oleh Media Massa

Rifka Mutiara (Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Universtas Pamulang)

ikon kampus daily

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Portal Mahasiswa | Di era digitalisasi saat ini, media massa sangat merubah kehidupan bermasyarakat, terutama peda pendidikan karakter. Hampir seluruh lapisan dunia mengakses media massa sebagai sarana untuk mencari informasi, pendidikan, maupun hiburan. Jika dahulu pendidikan hanya berpusat pada guru, saat ini pendidikan sudah bisa diperoleh dari berbagai sumber, termasuk media massa dan digital. Dengan ini, masyarakat menganggap bahwa semua informasi yang disebarkan melalui media massa dapat dijadikan sebagai sumber pembelajran. Namun menurut saya, sehebat apapun media massa berkembang, ia tidak akan mampu untuk mengalahkan dan menggantikan pendidikan karakter yang diberikan di sekolah maupun keluarga.

Media mungkin memberikan banyak informasi dan pengetahuan. Siapapun dapat belajar melalui artikel maupun konten edukatif yang tersedia di internet. Namun, hal ini tidak cukup untuk dijadikan sumber  utama pendidikan karakter yang baik. Karena di balik itu, media tidak hanya menyajikan konten yang bersifat positif saja, melainkan juga terdapat konten-konten negatif yang kemudian berpengaruh kepada karakter dan perilaku masyarkat, terutama generasi muda saat ini.

Baca Juga :  Perbuatan, Niat, dan Hukuman Mati, Menguji Kasus Fandi Ramadhan

Pendidikan karakter yang efektif membutuhkan human touch atau sentuhan manusia. Karakter bukan hanya sekedar produk yang diuji di atas kertas. Karakter adalah kebiasaan yang dibentuk melalui disiplin, koreksi langsung, kasih sayang, dan interaksi sosial yang nyata.  Dengan ini, maka figur guru dan orang tua masih berperan penting bagi pembentukan karakter yang baik.

Namun, apakah media massa harus dihapuskan? Jawabannya adalah tidak. Dalam kondisi seperti ini, bukan berarti media massa harus dihapuskan ataupun dimusuhi. Karena pada dasarnya media massa dan pendidikan karakter adalah dua hal yang memiliki fungsi yang berbeda. Pendidikan karakter bukan hanya sekedar tranfer informasi, melainkan juga sebuah proses internalisasi nilai yang yang tidak pernah bisa digantikan oleh layar kaca.

Baca Juga :  Manajemen Produksi dalam Industri Manufaktur

Maka dari itu, perlu adanya keseimbangan dalam pengguanaan teknologi yang semakin hari semakin canggih. Kita juga harus tahu batasan-batasan apa saja yang tidak boleh dilalui. Sekolah dan keluarga juga harus menjadi filter utama . Orang tua dan pendidik perlu mendampingi anak-anaknya saat berselancar dengan media massa, dengan mendiskusikan apa yang mereka tonton dan meluruskan persepsi apabila terdapat nilai-nilai yang bersimpangan.[]

 

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan Riset Operasi Dalam Menentukan Lokasi Usaha Yang Optimal
Realitas yang Dibentuk Layar: Relevansi Teori Kultivasi di Era Digital
Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati
Menurunnya Investasi dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Nasional
Daya Beli Masyarakat Melemah, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tertahan
4 Aspek Kritis Security Awareness: Evolusi dari Manual ke Integrasi Teknologi
Peringatan Hari Buruh: Realitas Buruh Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Kebijakan Publik
Mengapa Pelanggan Kabur? Ini Pelayanan yang Sering Diabaikan

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:43 WIB

Penerapan Riset Operasi Dalam Menentukan Lokasi Usaha Yang Optimal

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:26 WIB

Pendidikan Karakter Tidak Bisa Digantikan oleh Media Massa

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:11 WIB

Realitas yang Dibentuk Layar: Relevansi Teori Kultivasi di Era Digital

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:11 WIB

Avoidant dalam Perspektif Komunikasi Hati

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:13 WIB

Menurunnya Investasi dan Ancaman Perlambatan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru