PortalMahasiswa.com |– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional tidak bisa lagi bertumpu semata pada aspek fisik. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus diperkuat oleh riset, penguasaan pengetahuan, serta kolaborasi lintas sektor.
Penegasan tersebut disampaikan AHY saat melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan Universitas Indonesia (UI) di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Rabu (21/1). Dalam pertemuan itu, AHY menyoroti peran strategis infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami sepakat bahwa infrastruktur merupakan tulang punggung pembangunan nasional. Tanpa infrastruktur dan konektivitas antarwilayah yang kuat, kita tidak akan mampu mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk itu, penguatan sumber daya manusia, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), diperlukan sebagai fondasi utama pembangunan infrastruktur di masa depan,” kata AHY.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Rektor Universitas Indonesia Prof. Heri Hermansyah menegaskan komitmen UI untuk mengambil peran lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya melalui penguatan kolaborasi riset dan inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.
Ia menjelaskan bahwa UI terus mengoptimalkan potensi sumber daya manusia serta aset universitas guna mendukung agenda tersebut.
“Sekitar 700 profesor serta ribuan tenaga ahli dan tenaga medis UI terlibat aktif dalam riset inovasi, pengabdian masyarakat, konsultansi, pelatihan, hingga pengujian laboratorium yang memberikan solusi konkret bagi berbagai persoalan pembangunan,” ujarnya.
Selain penguatan riset dan SDM, UI juga mendorong pengelolaan aset dan infrastruktur kampus yang terintegrasi dengan pengembangan wilayah. Sejumlah inisiatif strategis yang disampaikan antara lain pembukaan akses exit tol kawasan UI, pengembangan kawasan di sekitar Stasiun Pondok Cina dan Stasiun UI, pembangunan international housing, serta pengembangan connectivity hub yang terhubung dengan transportasi publik dan layanan bus listrik di lingkungan kampus.
Menanggapi berbagai langkah tersebut, AHY menyampaikan apresiasinya atas kontribusi dan inisiatif strategis yang dilakukan UI dalam mendukung pembangunan nasional.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Saya selalu menggunakan istilah penta helix, yaitu pemerintah bersama dunia akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media. Saya rasa itulah sinyal kolaborasi yang dibayangkan dalam sebuah super team bernama Indonesia,” kata putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Lebih lanjut, AHY berharap Universitas Indonesia sebagai benchmark perguruan tinggi nasional dapat terus berkembang di bawah kepemimpinan Rektor UI beserta seluruh jajarannya. Ia menekankan pentingnya peran UI dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam merumuskan arah pembangunan infrastruktur nasional yang berbasis riset, inovasi, serta pengembangan wilayah berkelanjutan. Pertemuan ini juga membuka ruang koordinasi lanjutan guna mengimplementasikan kolaborasi konkret lintas sektor demi mendukung agenda pembangunan nasional ke depan. (rhs/jpnn)
Sumber Berita: jpnn.com











