UI Resmikan Halal Training Center, Siap Cetak SDM Halal Berstandar Global

ikon kampus daily

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. mozaik.inilah.com

dok. mozaik.inilah.com

PortalMahasiswa.com |-Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan langkah progresifnya di kancah nasional maupun global. Kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia ini resmi meluncurkan UI Halal Training Center (UIHTC), sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) halal yang profesional, kompeten, serta mampu bersaing di tingkat internasional.

Peluncuran UIHTC bukan sekadar seremoni institusional. Kehadirannya menjadi penanda keseriusan UI dalam merespons perkembangan industri halal yang terus melaju pesat. Sektor halal kini tidak lagi dipandang sebagai ceruk pasar terbatas, melainkan sebagai ekosistem ekonomi global yang membutuhkan dukungan SDM terlatih dan berstandar tinggi.

Wakil Rektor Bidang Infrastruktur dan Fasilitas UI, Prof. Agus Setiawan, menegaskan bahwa pengembangan sektor halal merupakan bagian integral dari strategi besar universitas dalam menjawab dinamika global.

“Sebagai universitas kelas dunia, UI tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun ekosistem halal melalui pendidikan, riset, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi UI Empowering Entrepreneurship and Global Competitiveness,” ujarnya dalam siaran pers diterima inilah.com, Minggu (15/2/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa UI memosisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan. Ekosistem halal yang dibangun tidak berhenti pada aspek sertifikasi, melainkan merambah pendidikan, penelitian, hingga penguatan ekonomi berbasis nilai.

Direktur UIHTC, Qiwamudin, turut menyampaikan optimisme terhadap peran strategis lembaga yang dipimpinnya.

“UIHTC akan mencetak SDM halal yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi bridging institution yang menjembatani dunia usaha, industri, dan akademik dalam penguatan ekosistem halal nasional,” tuturnya.

Konsep sebagai bridging institution menjadi poin penting. Dunia akademik dan industri kerap berjalan di rel masing-masing. UIHTC hadir untuk mempertemukan keduanya dalam satu ruang kolaborasi. Dengan demikian, kebutuhan industri dapat dijawab melalui pendekatan ilmiah, sementara kampus memperoleh relevansi praktis dari dinamika lapangan.

Dari sisi regulasi, penguatan UIHTC juga telah mendapat legitimasi resmi. Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Muhammad Aqil Irham, menjelaskan bahwa UIHTC telah memperoleh akreditasi melalui SK BPJPH RI Nomor 325 Tahun 2025 dengan Nomor Registrasi 2601000001.

Baca Juga :  UI Pastikan Jurusan Sepi Peminat Tak Ditutup, Humaniora Tetap Jadi Identitas Kampus

Dengan akreditasi tersebut, UIHTC resmi menyelenggarakan berbagai pelatihan strategis, mulai dari Penyelia Halal, Auditor Halal, Juru Sembelih Halal (Juleha), SDM Syariah, hingga Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Ragam program ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diambil bersifat komprehensif, mencakup seluruh mata rantai dalam sistem jaminan halal.

“Saat ini terdapat 38 lembaga pelatihan terakreditasi BPJPH. Kami berharap UIHTC menjadi pusat unggulan sekaligus leader bagi pelatihan halal berbasis akademik, riset, dan inovasi,” ujarnya.

Harapan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Reputasi akademik UI menjadi modal besar untuk mendorong pengembangan pelatihan halal yang tidak hanya teknis, tetapi juga berbasis penelitian dan inovasi berkelanjutan.

Peresmian UIHTC yang digelar di Aula Terapung Kampus UI Depok, Rabu (12/2/2026), turut dihadiri sejumlah tokoh nasional. Salah satunya adalah Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI 2019–2024 sekaligus Ketua Dewan Pembina UI Halal Center (UIHC). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem halal nasional yang kokoh.

Ia mengingatkan bahwa halal tidak boleh dipahami sebatas label administratif. Halal adalah sistem tata kelola yang menuntut integritas, standar, serta kompetensi yang terukur. Tanpa SDM yang mumpuni, sertifikasi halal berisiko menjadi formalitas semata.

Menurut Ma’ruf, UI Halal Training Center harus mengintegrasikan ilmu dan industri, memperkuat standar internasional, mendorong kolaborasi lintas sektor, mengakselerasi transformasi digital, serta membangun kepemimpinan berbasis maqashid syariah.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar produk halal, tetapi harus menjadi produsen sekaligus penentu standar halal dunia,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi sekaligus tantangan. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama industri halal global. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui penguatan kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Baca Juga :  Riset Yoseph Herwindo Ungkap Potensi Skandium di Laterit Nikel Konawe Utara

Dalam kesempatan yang sama, UI juga menyerahkan Beasiswa SDM Industri Halal kepada peserta terpilih. Program ini menjadi wujud konkret dukungan terhadap peningkatan kapasitas SDM di sektor halal, dengan dukungan dari BCA Syariah. Kehadiran beasiswa ini memperluas akses bagi individu yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang halal, sekaligus memastikan bahwa penguatan ekosistem dilakukan secara inklusif.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Penyelia Halal UMK Reguler sebagai program perdana UIHTC. Pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam menyiapkan tenaga profesional yang siap mendukung implementasi Sistem Jaminan Produk Halal di berbagai sektor, termasuk usaha mikro dan kecil.

Fokus pada UMK menjadi langkah strategis. Sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian nasional, namun sering kali menghadapi tantangan dalam memenuhi standar halal yang komprehensif. Dengan pelatihan yang terstruktur, pelaku usaha kecil diharapkan mampu beradaptasi dan meningkatkan daya saing produknya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Direktur Utama UI Halal Center Ir. Nia Adriana, Wakil Ketua Komite Fatwa MUI Prof. Muhammad Luthfi, Kaprodi S3 KSG SPPB UI Prof. Yon Machmudi, Ketua Umum Masjid UI Gus Yusron Shidqi, Lc., Rektor ITB Swadharma Dr. Abdillah, M.Si., Prof. Veitzhal Rizai Zainal, Prof. Arry Yanuar, Direktur LPH UIHC Dr. Sutriyo, serta Direktur LP3H UIHC Soraya, M.Hum.

Kehadiran para akademisi, praktisi, dan tokoh keagamaan tersebut menegaskan bahwa pengembangan industri halal membutuhkan kolaborasi multipihak. Tidak ada satu institusi pun yang dapat bergerak sendiri dalam membangun sistem sebesar ini.

Langkah strategis UI melalui UIHTC memperlihatkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Upaya tersebut dimulai dari fondasi paling mendasar: pembangunan SDM unggul yang berintegritas, adaptif, serta berstandar global.

Melalui pendekatan berbasis pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi, UIHTC diharapkan tidak hanya melahirkan tenaga profesional, tetapi juga pemimpin masa depan yang mampu membawa industri halal Indonesia menembus panggung internasional.

Sumber Berita: mozaik.inilah.com

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru