Portalmahasiswa.com – Di tengah wacana evaluasi program studi yang dianggap kurang relevan dengan perkembangan zaman, Universitas Indonesia (UI) memastikan tidak akan menutup jurusan hanya karena jumlah peminatnya sedikit. Bagi UI, keberadaan sejumlah program studi justru menjadi bagian penting dari identitas akademik dan kekayaan keilmuan kampus.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga UI, Nia Ayu Ismaniati, saat berlangsungnya UI Open Days 2026 di Balairung UI, Depok.
Menurut Nia, jumlah pendaftar bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan keberlangsungan sebuah jurusan. UI tetap mempertahankan program studi tertentu karena memiliki nilai historis, akademik, sekaligus kekhasan tersendiri.
Jurusan Humaniora Dinilai Punya Nilai Penting
Di tengah meningkatnya minat terhadap program studi berbasis teknologi dan sains terapan, beberapa jurusan rumpun humaniora memang memiliki jumlah peminat yang lebih sedikit. Namun, UI menilai keberadaan jurusan tersebut tetap penting untuk dijaga.
“Tidak, tidak ada seperti itu,” ujar Nia saat menjawab pertanyaan terkait kemungkinan penutupan program studi dengan peminat rendah.
Ia mencontohkan jurusan seperti sejarah maupun sastra Jawa yang mungkin tidak memiliki jumlah pendaftar sebanyak program studi populer lainnya. Meski demikian, jurusan tersebut tetap dianggap sebagai bagian dari keunikan UI.
“Misalnya sejarah, atau sastra Jawa, mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak. Tetapi tidak ada niatan untuk ditutup, karena itu adalah keunikan UI,” katanya.
Bagi UI, keberagaman bidang ilmu menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lengkap dan inklusif. Karena itu, program studi dengan karakter khas tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan akademik kampus.
UI Open Days 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung
Sementara itu, antusiasme masyarakat terhadap UI Open Days 2026 terlihat sangat tinggi. Kegiatan tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-14 tersebut dipadati calon mahasiswa dan orang tua yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan kampus UI.
Menurut Nia, jumlah pengunjung yang hadir setiap harinya mencapai ribuan orang. Bahkan, jumlah pendaftar online disebut hampir menembus angka 20.000 peserta.
“Setiap hari itu bisa hadir sekitar 5.000-10.000 orang. Bahkan secara kabarnya tahun ini malah sudah ada online pendaftar 19.000 sekian, hampir 20.000,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat mendatangi booth seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan UI untuk mendapatkan informasi mengenai program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, hingga peluang internasional.
Tak hanya itu, masing-masing fakultas juga menghadirkan sesi presentasi mengenai jurusan, kuota penerimaan, hingga program studi baru yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat.
UI Perkenalkan Program Studi Baru Berbasis Teknologi
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, UI juga terus melakukan penyesuaian akademik dengan membuka program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Salah satunya adalah program studi Artificial Intelligence di Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI yang mulai diperkenalkan kepada calon mahasiswa pada tahun ini.
“Kemudian yang di Fasilkom ada Artificial Intelligence program studi yang memang baru-baru dan perlu diperkenalkan,” ujar Nia.
Selain mengenal jurusan dan fasilitas kampus, peserta UI Open Days 2026 juga dapat mengikuti tur kampus menggunakan bus kuning atau Bikun, sehingga calon mahasiswa bisa melihat langsung suasana perkuliahan di lingkungan UI.
Melalui langkah tersebut, UI ingin menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan pelestarian ilmu-ilmu humaniora dapat berjalan beriringan. Kampus tidak hanya berfokus pada program studi populer, tetapi juga menjaga keberagaman keilmuan sebagai bagian dari identitas pendidikan tinggi.
Sumber Berita: detik.com











