UNY Latih Perempuan Peri Urban Kelola BUDIKDAMBER untuk Ketahanan Pangan

ikon kampus daily

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. mediacenter.slemankab.go.id

dok. mediacenter.slemankab.go.id

Portalmahasiswa.com |- Perempuan yang tinggal di kawasan peri urban memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun pangan. Di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang terus berkembang, perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Namun demikian, masih banyak perempuan yang menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses peluang ekonomi, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan usaha produktif. Karena itu, pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat secara menyeluruh.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Penerapan Sistem Aquaponik Portable Berbasis Zero Waste atau BUDIKDAMBER (Budidaya Ikan Dalam Ember) yang diselenggarakan bagi kelompok perempuan di Padukuhan Jetis Suruh, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis teknologi sederhana yang ramah lingkungan.

Perempuan dan Peran Strategis di Kawasan Peri Urban

Dosen Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (FISHIPOL) UNY, Hastuti, menjelaskan bahwa kawasan peri urban memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Kawasan ini merupakan wilayah transisi yang menghubungkan desa dan kota, sehingga masyarakatnya memiliki aktivitas ekonomi yang beragam. Sebagian masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sementara sebagian lainnya bekerja di sektor industri, perdagangan, hingga jasa yang berkembang di wilayah perkotaan.

Menurut Hastuti, kondisi tersebut membuat perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan pangan keluarga.

“Kawasan peri urban memiliki dinamika yang berbeda dibandingkan kawasan pedesaan maupun perkotaan. Di wilayah seperti ini, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun pangan. Karena itu, peningkatan keterampilan dan kapasitas perempuan menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Baca Juga :  MNC University dan Macquarie University Gelar Magang Bersama

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi formal, tetapi juga pada kemampuan keluarga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal.

Pemanfaatan Pekarangan sebagai Solusi Ketahanan Pangan

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut adalah pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

Menurut Hastuti, pekarangan yang selama ini sering dianggap sebagai ruang kosong sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara produktif. Lahan tersebut dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran, budidaya ikan, maupun aktivitas produktif lainnya yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Pemanfaatan pekarangan menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga serta tantangan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian.

Dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia di sekitar rumah, keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Selain itu, hasil produksi juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan apabila dijual kepada masyarakat sekitar.

Konsep ini tidak hanya membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga dalam jangka panjang.

Mengenal Sistem BUDIKDAMBER yang Praktis dan Efisien

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada sistem BUDIKDAMBER atau Budidaya Ikan Dalam Ember sebagai solusi budidaya yang cocok diterapkan di lahan terbatas.

Narasumber pelatihan, Nur Ariyanto, menjelaskan bahwa BUDIKDAMBER merupakan sistem aquaponik sederhana yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman sayuran dalam satu media.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat memelihara ikan sekaligus menanam sayuran tanpa memerlukan lahan luas maupun teknologi yang rumit.

“Keunggulan BUDIKDAMBER adalah sistemnya sederhana, tidak membutuhkan listrik maupun aerator, hemat ruang, hemat energi, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Sistem ini sangat cocok untuk kawasan peri urban maupun lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan,” jelasnya.

Keunggulan tersebut membuat BUDIKDAMBER menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin memulai kegiatan budidaya secara mandiri dengan biaya yang relatif terjangkau.

Mengusung Konsep Zero Waste yang Ramah Lingkungan

Salah satu nilai utama dari sistem BUDIKDAMBER adalah penerapan konsep zero waste atau minim limbah.

Dalam sistem ini, ikan dan tanaman saling mendukung satu sama lain dalam satu ekosistem yang sederhana namun efektif. Kotoran ikan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, sementara akar tanaman membantu menyerap zat-zat sisa yang terdapat di dalam air.

Baca Juga :  Kolaborasi Kampus dan Industri, UNS Gandeng PT Sang Hyang Seri Kembangkan Inovasi Pertanian

Dengan cara tersebut, kualitas air tetap terjaga dan lebih sehat bagi ikan. Selain itu, penggunaan air menjadi lebih efisien karena tidak perlu sering diganti secara keseluruhan.

“Keunggulan BUDIKDAMBER adalah sistemnya sederhana, tidak membutuhkan listrik maupun aerator, hemat ruang, hemat energi, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Sistem ini sangat cocok untuk kawasan peri urban maupun lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sistem ini mampu mengurangi pemborosan sumber daya dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan yang semakin dibutuhkan saat ini.

” Air dalam ember tidak perlu sering diganti secara total sehingga penggunaannya jauh lebih hemat dibandingkan sistem budidaya konvensional.” ujarnya.

Memberikan Manfaat Ekonomi bagi Keluarga

Selain mendukung ketahanan pangan, sistem BUDIKDAMBER juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Hasil panen sayuran maupun ikan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga. Jika hasil produksi melimpah, produk tersebut juga dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Dalam praktiknya, tanaman kangkung yang umum digunakan dalam sistem BUDIKDAMBER dapat dipanen dalam waktu sekitar 14 hingga 21 hari. Sementara itu, ikan lele dapat dipanen setelah masa pemeliharaan selama dua hingga tiga bulan.

Siklus panen yang relatif cepat tersebut memberikan keuntungan bagi masyarakat karena hasilnya dapat dirasakan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Bagi kelompok perempuan, keterampilan ini membuka peluang usaha rumahan yang dapat dijalankan secara fleksibel tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Membangun Ketahanan Masyarakat dari Lingkungan Terkecil

Melalui program pengabdian masyarakat ini, Universitas Negeri Yogyakarta berharap ilmu dan keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Peserta diharapkan mampu menerapkan sistem BUDIKDAMBER secara berkelanjutan dan mengembangkannya menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan teknologi sederhana seperti BUDIKDAMBER menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di kawasan peri urban.

Dengan keterampilan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan yang mampu menciptakan keluarga yang lebih mandiri, produktif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sumber Berita: mediacenter.slemankab.go.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru