PortalMahasiswa.com |– Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. H. Zaenuri, S.Ag., M.Hum., menghadiri agenda nasional pengukuhan dan taaruf pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025–2030. Kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung khidmat dan megah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 7 Februari 2026, serta dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.
Pengukuhan ini menandai dimulainya kepengurusan baru MUI yang akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan. Kehadiran Dr. H. Zaenuri dalam acara tersebut merepresentasikan partisipasi aktif kalangan akademisi dan birokrat perguruan tinggi Islam dalam mendukung peran strategis ulama di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memandang MUI sebagai mitra penting dalam penguatan nilai keislaman, moderasi beragama, serta pembangunan moral masyarakat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut hadir secara langsung di tengah-tengah jemaah Masjid Istiqlal. Kehadiran Presiden menjadi simbol dukungan negara terhadap peran ulama dalam menjaga persatuan, stabilitas nasional, serta pembinaan akhlak umat. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan ulama menjadi pilar penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan kebangsaan di masa mendatang.
Ketua Panitia Pengukuhan, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa antusiasme umat terhadap agenda ini sangat luar biasa. Berdasarkan hasil pemindaian barcode pada gelang peserta, jumlah jemaah yang tercatat memasuki area Masjid Istiqlal mencapai 58.647 orang. Angka tersebut belum termasuk ribuan jemaah lainnya yang masuk tanpa melalui proses pemindaian, sehingga diperkirakan total kehadiran mencapai jumlah yang jauh lebih besar.
Sejak pagi hari, kepadatan massa sudah terlihat di seluruh pintu masuk Masjid Istiqlal. Jemaah datang dari berbagai wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dengan menggunakan beragam moda transportasi, mulai dari bus besar, mobil pribadi, hingga sepeda motor. Area parkir di sekitar masjid dipenuhi kendaraan, mencerminkan tingginya minat umat untuk menyaksikan secara langsung prosesi pengukuhan pengurus MUI pusat.
Di dalam masjid, suasana khidmat terasa begitu kuat. Para jemaah memenuhi ruang utama hingga ke lantai-lantai atas Masjid Istiqlal. Lantunan zikir dan doa mengiringi jalannya prosesi, menciptakan atmosfer religius yang mendalam. Dr. H. Zaenuri bersama tamu undangan lainnya mengikuti rangkaian acara dengan penuh khusyuk, menyaksikan momen sakral pengukuhan pengurus MUI yang sarat dengan nilai persatuan dan kebersamaan umat.
Agenda nasional ini juga menjadi ajang silaturahmi tokoh-tokoh besar bangsa. Sejumlah figur nasional tampak hadir, di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla serta Penasihat Presiden Bidang Haji dan Umrah Muhadjir Effendy. Kehadiran para tokoh senior tersebut menambah kekhidmatan sekaligus menegaskan posisi strategis MUI sebagai mitra negara dalam urusan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Tak hanya itu, jajaran menteri kabinet juga terlihat memenuhi kursi undangan. Menteri Agama Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono hadir sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kepengurusan baru MUI. Kehadiran para menteri ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dengan ulama.
Selain pejabat eksekutif, sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara turut menghadiri acara tersebut. Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tampak berada di lokasi. Kehadiran para pimpinan lembaga keamanan ini memastikan jalannya acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif, meskipun dihadiri puluhan ribu orang dari berbagai latar belakang.
Rangkaian pengukuhan dan taaruf pengurus MUI ditutup dengan doa bersama dan munajat untuk keselamatan bangsa Indonesia. Doa dipimpin oleh para ulama sepuh dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan, kedamaian, dan persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia. Momen ini menjadi pengingat bahwa peran ulama tidak hanya sebatas memberikan fatwa, tetapi juga menjadi penyejuk dan pemersatu umat.
Dr. H. Zaenuri menyampaikan harapannya agar kepengurusan MUI periode 2025–2030 dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus berkontribusi dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Ia juga berharap kehadiran UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam agenda nasional ini dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi Islam dan Majelis Ulama Indonesia.
Menurutnya, sinergi antara kampus dan MUI memiliki peran strategis dalam pengembangan pemikiran keislaman yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir gagasan-gagasan konstruktif yang mampu memperkuat peran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam, sekaligus mendukung pembangunan bangsa yang berlandaskan nilai moral dan spiritual.
Agenda pengukuhan pengurus MUI ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi simbol kuatnya persatuan umat, ulama, dan umara. Kehadiran berbagai unsur bangsa dalam satu ruang ibadah terbesar di Indonesia menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber Berita: uinbanten.ac.id











