Portalmahasiswa.com – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus melalui kegiatan Capacity Building ASN Berintegritas yang digelar pada 4–5 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Lestari Jember ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola digitalisasi sekaligus meningkatkan kinerja layanan publik.
Sekitar 80 aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan rektorat mengikuti kegiatan tersebut sejak pagi hari. Berbagai materi disiapkan untuk memperkuat kapasitas ASN, menumbuhkan budaya integritas, serta membangun pola kerja yang lebih adaptif di tengah perkembangan layanan berbasis digital.
Integritas Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi
Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I, menjelaskan bahwa seluruh ASN di lingkungan rektorat sengaja dilibatkan agar proses pembinaan dapat berlangsung secara maksimal.
“Peserta yang hadir berjumlah sekitar 80 ASN. Kegiatan ini kami pusatkan di satu lokasi agar seluruh peserta dapat berkonsentrasi penuh mengikuti materi dan arahan yang diberikan,” ujar Dr. Nawawi.
Menurutnya, tema ASN Berintegritas dipilih karena integritas menjadi fondasi utama reformasi birokrasi yang terus didorong pemerintah. ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus memiliki orientasi pelayanan yang kuat kepada masyarakat.
“ASN harus mengubah pola pikirnya. Kita tidak lagi sekadar bekerja, tetapi harus melayani. Responsif terhadap persoalan yang muncul dan mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan menjadi layanan yang nyata,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan perilaku kerja, mulai dari ketepatan menyelesaikan tugas, kecepatan merespons kebutuhan pengguna layanan, hingga etika komunikasi, termasuk dalam ruang digital.
“Jangan menunda pekerjaan. Respons terhadap pesan, surat, maupun layanan harus dilakukan dengan cepat dan sopan. Pelayanan publik yang baik dimulai dari perilaku kerja yang baik,” ujarnya.
Rektor: ASN Harus Berani Berubah
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan pengembangan kapasitas tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan nyata bagi institusi.
“Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang bermakna dan berdampak bagi peningkatan kualitas layanan di UIN KHAS Jember,” kata Prof. Hepni.
Menurutnya, ASN Kementerian Agama saat ini berada di era yang menuntut transformasi berkelanjutan. Karena itu, semangat perubahan harus terus dijaga agar organisasi mampu berkembang mengikuti tantangan zaman.
“Tidak ada pilihan lain selain berubah. Kita harus terus melakukan transformasi dan perbaikan. Jangan pernah merasa nyaman dalam zona aman dan zona nyaman,” ujarnya.
Prof. Hepni juga menekankan pentingnya growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Ia mengajak ASN untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri berdasarkan kesadaran pribadi.
“Motivasi terbaik adalah motivasi yang lahir dari dalam diri sendiri. Keinginan untuk menjadi lebih baik harus tumbuh dari kesadaran pribadi, bukan karena tekanan,” katanya.
Capacity Building untuk ASN Profesional
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Dr. H. Syarif Thayib, S.Ag., M.Si., yang membahas penguatan kapasitas dan integritas ASN.
Ia menjelaskan bahwa capacity building merupakan proses peningkatan kemampuan yang mencakup pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), sikap (attitude), dan perilaku (behaviour). Pengembangan tersebut dilakukan pada level individu, kelompok, maupun organisasi.
Menurutnya, ASN yang terus meningkatkan kapasitas akan lebih mampu bekerja sama dalam tim, memberikan pelayanan prima, serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi.
“Tujuan akhirnya adalah menjamin keberlanjutan organisasi melalui pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Selain kapasitas, integritas juga menjadi nilai yang tidak bisa dipisahkan dari kinerja ASN. Dr. Syarif mendefinisikan integritas sebagai keselarasan antara hati, ucapan, dan tindakan.
“Integritas adalah ketika apa yang ada di dalam hati selaras dengan apa yang diucapkan dan diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.
Ia juga memperkenalkan konsep Integrity Therapy, yaitu pendekatan untuk menumbuhkan dan memperkuat integritas melalui kebiasaan sederhana, salah satunya menepati janji.
“Make and keep promise. Buat janji dan penuhi. Dari kebiasaan itulah integritas dibangun dan dipelihara,” ujarnya.
Percepat Digitalisasi dan Peningkatan Layanan
Melalui kegiatan ini, UIN KHAS Jember menargetkan terbangunnya budaya kerja ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas di tengah tuntutan digitalisasi layanan publik yang semakin berkembang.
Selain meningkatkan kompetensi individu, program ini juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika dan masyarakat, serta mendukung percepatan transformasi birokrasi di lingkungan kampus.
Dengan penguatan kapasitas, integritas, dan semangat transformasi yang terus ditanamkan, UIN KHAS Jember berharap mampu menghadirkan layanan publik yang lebih responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sumber Berita: uinkhas.ac.id











