Portalmahasiswa.com – Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang terhubung dengan isu-isu global. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan Memorandum of Commitment antara Fakultas Ilmu Sosial UIII dan Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Penandatanganan kesepakatan berlangsung di sela penyelenggaraan Kongres Indonesianis Sedunia ke-7 yang digelar di kampus UIII, Kota Depok. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIII, Dr. Philips J. Vermonte, dan Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data, Gita Loka Murti. Prosesi tersebut turut disaksikan Kepala BSKLN Muhammad Takdir serta Rektor UIII Prof. Jamhari Makruf.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah, khususnya dalam pengembangan riset, pendidikan, dan diplomasi berbasis data.
Dorong Kebijakan Berbasis Bukti
Rektor UIII, Prof. Jamhari Makruf, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat proses pengambilan kebijakan yang didukung oleh hasil penelitian dan data yang valid.
“Tujuannya adalah mendorong pertukaran pengetahuan, pengambilan kebijakan berbasis bukti, dan kolaborasi yang inklusif antara dunia akademik dan lembaga pemerintah,” ucapnya.
Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi peluang penting untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung berbagai kebijakan strategis Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Perkuat Diplomasi Indonesia Berbasis Pengetahuan
Senada dengan itu, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data BSKLN, Gita Loka Murti, berharap kerja sama ini dapat memperkuat ekosistem pengetahuan yang terbuka dan berorientasi global.
“Kami harapkan komitmen kerja sama ini dapat lebih membangun ekosistem pengetahuan yang inklusif, terbuka, dan berorientasi global serta tentunya memperkuat peran diplomasi Indonesia,” tuturnya.
Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi akan menjadi fondasi penting dalam memanfaatkan keahlian para Indonesianis untuk mendukung kebijakan luar negeri Indonesia.
“Kami juga percaya bahwa kemitraan antara pemerintah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi akan menjadi motor penggerak dalam memanfaatkan keahlian para Indonesianist ini, serta mendukung kegiatan luar negeri Indonesia yang berbasis bukti,” sambungnya.
Hadirkan Program Bersama untuk Pengembangan Riset
Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua institusi sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif. Kegiatan yang akan dijalankan mencakup kuliah tamu, seminar, program magang, penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada isu kebijakan luar negeri dan diplomasi berbasis data.
Kerja sama ini sekaligus menjadi penegasan komitmen UIII dan BSKLN dalam memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi diplomasi guna mendorong kontribusi Indonesia dalam percaturan pemikiran serta kebijakan global.
UIII Tegaskan Peran sebagai Soft Diplomacy Indonesia
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIII, Dr. Philips J. Vermonte, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan visi besar UIII sebagai bagian dari instrumen diplomasi lunak Indonesia di tingkat internasional.
Menurutnya, sejak awal pendiriannya, UIII dirancang untuk menjadi ruang pertukaran gagasan global sekaligus memperkuat citra Indonesia melalui jalur pendidikan dan penelitian.
“Mudah-mudahan ini hanya awal dari kerja sama kita ke depan. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, kolaborasi dan kemitraan adalah cara kita menghadapi tantangan global bersama,” tandasnya.
Melalui kemitraan ini, UIII dan Kementerian Luar Negeri RI berharap dapat menghadirkan berbagai gagasan, penelitian, dan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global di masa mendatang.











