Portalmahasiswa.com – Komitmen membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan terus diperkuat oleh UIN Alauddin Makassar. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), kampus tersebut menggelar pertemuan strategis dan sharing session bersama PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UIN Alauddin Makassar pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar itu menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat pengarusutamaan gender, perlindungan anak, serta layanan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas di lingkungan perguruan tinggi.
Kampus Inklusif Butuh Kolaborasi Lintas Unit
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antarunit menjadi kunci penting dalam menciptakan kampus yang menghargai keberagaman dan hak setiap individu.
Menurutnya, PSGA dan Pusat Layanan Disabilitas memiliki posisi strategis dalam mendukung kebijakan universitas yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia, kesetaraan kesempatan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
Sementara itu, Ketua PSGA UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Djuwariah Ahmad, M.Pd., M.TESOL., menyampaikan bahwa isu gender, anak, dan disabilitas merupakan persoalan yang saling berkaitan sehingga membutuhkan pendekatan yang terintegrasi.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan akademik yang aman dari diskriminasi, kekerasan, maupun eksklusi sosial. Karena itu, sinergi antarunit menjadi sangat penting untuk memperkuat edukasi, advokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Berbagi Praktik Baik Pengarusutamaan Gender
Delegasi PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipimpin oleh Kepala PSGA, Dr. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag., bersama jajaran pengelola bidang gender dan perlindungan anak.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Dr. Wiwi memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program tersebut mencakup pengarusutamaan gender, perlindungan anak, hingga pendampingan kelompok rentan di lingkungan kampus.
Ia menilai perguruan tinggi perlu memiliki sistem layanan yang adaptif dan kolaboratif agar mampu menjawab tantangan sosial yang terus berkembang.
Diskusi juga membahas berbagai isu aktual, mulai dari perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan berbasis gender, penguatan kesadaran inklusi sosial, hingga peningkatan akses layanan bagi penyandang disabilitas di lingkungan pendidikan tinggi.
Suara Mahasiswa Difabel Jadi Bagian Penting
Dari unsur Pusat Layanan Disabilitas UIN Alauddin Makassar, hadir Ketua PLD Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama tim serta Rahmat, mahasiswa Program Studi Keperawatan.
Eva menegaskan bahwa layanan disabilitas merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang benar-benar inklusif. Menurutnya, mahasiswa penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi aksesibilitas fisik maupun nonfisik.
Karena itu, diperlukan dukungan kebijakan yang kuat serta kerja sama lintas unit agar hak-hak mahasiswa difabel dapat terpenuhi secara optimal.
Menariknya, Rahmat turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai mahasiswa difabel di perguruan tinggi. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya keterlibatan mahasiswa penyandang disabilitas dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program layanan kampus.
Komitmen Wujudkan Kampus Ramah Semua Kalangan
Melalui pertemuan ini, PSGA UIN Alauddin Makassar, PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan PLD UIN Alauddin Makassar sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta advokasi kebijakan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya lingkungan perguruan tinggi yang inklusif, responsif gender, ramah anak, dan ramah disabilitas. Lebih dari itu, sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa kampus hadir sebagai ruang belajar yang aman dan setara bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.
Sumber Berita: uin-alauddin.ac.id











