Portalmahasiswa.com | Pasuruan — Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (FKIS UTM) menggelar Pra Rapat Kerja (Pra Raker) pada 2–3 Desember 2025 di Wisata Bhakti Alam, Pasuruan. Kegiatan berlangsung selama dua hari dan menjadi agenda awal sebelum penyusunan program resmi tahun 2026. Suasana musyawarah terasa kuat sepanjang forum yang dihadiri pimpinan fakultas, ketua jurusan, kaprodi, sekretaris jurusan, dosen, serta tenaga kependidikan dari seluruh unit di FKIS.
Dalam sambutan pembukaan, Dekan Fakultas Keislaman, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.EI, menegaskan bahwa tahun 2025 ditetapkan sebagai fase penting penjaringan dan identifikasi masalah secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa perencanaan strategis fakultas harus berpijak pada data dan analisis objektif.
“Ketepatan solusi selalu berawal dari ketepatan membaca masalah. Jika kita ingin membangun fakultas yang lebih mumtaz, maka kita harus jujur melihat tantangan yang ada. Oleh karena itu di akhir Tahun 2025 dan sebelum pelantikan Kajur, sekjur, koorprodi Ekonomi dan Hukum Ekonomi Syariah yang baru, sangat diperlukan pra raker dengan cara mengidentifikasi masalah, (nabung masalah), secara menyeluruh,” tegas Dekan dalam sambutannya.
Identifikasi masalah tersebut mencakup bidang akademik, SDM, keuangan, kemahasiswaan, serta tenaga kependidikan di lingkungan FKIS.
Dekan juga menekankan bahwa Pra Raker merupakan forum untuk menyamakan persepsi sebelum raker utama berlangsung.
“Pra Raker ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang untuk menyatukan pemikiran, memperbarui semangat, dan memperkuat arah Fakultas Keislaman agar lebih Mumtaz unggul dan berkarakter,” lanjutnya.
Arah Program Fakultas Keislaman UTM Tahun 2026
Dalam forum, pimpinan fakultas dan perwakilan setiap unit mulai merumuskan pra-usulan program untuk tahun 2026. Wakil Dekan I, Dr. Firman Setiawan, MEI, menyoroti urgensi pengembangan prodi baru sebagai bagian dari target universitas.
“Prodi baru harus segera digagas dan dirapatkan. UTM menargetkan ada 60 prodi baru, dan FKis harus terlibat di dalamnya. Semua kegiatan harus beririsan dan bermuara pada akreditasi prodi. Pengukuran kinerjanya adalah IKU dan SPM. Semua kegiatan FKis harus berorientasi pada SDG’s, yaitu SDG 1 (tanpa kemiskinan), SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 17 (Kemitraan), dan 2 SDG lain sesuai keunggulan. Program kerja harus ditentukan program prioritas…” ungkapnya.
Wakil Dekan II, Muhammad Ersya Faraby, SEI., MSEI, menambahkan terkait kemungkinan rotasi tenaga kependidikan.
“Kemungkinan akan ada rotasi karyawan. Sunggupun demikian, tetap akan dipastikan dan memperhatikan bahwa setiap orang yang menempati jabatan tertentu adalah orang yang kompeten… Namun demikian, penentuan jobdis dan rotasi tidak bisa ditentukan sekarang, sebab perlu didiskusikan lebih mendalam dengan pihak terkait.”
Sementara Wakil Dekan III Fajar, SHI,MH menekankan pentingnya penguatan karakter mahasiswa melalui Maqashid Centre sebagai ruh pembinaan mahasiswa FKIS. Ia juga menyoroti pembentukan Rumah Prestasi dan perlunya Tim Percepatan Kerja Sama dengan mitra nasional maupun internasional.
Penguatan Mutu dan Akademik
Ketua Jaminan Mutu Fakultas Keislaman, Dr. Galuh Widya Qomara, SH., MH, menegaskan perlunya penataan dokumen penjaminan mutu.
“Dokumen penjaminan mutu saat ini belum tertata rapi, maka ke depan perlu dilakukan penataan dokumen agar lebih rapi dan tertata.”
Ketua Jurusan, Taufiurahman, SEI., MEI, menyoroti rendahnya output pelatihan Scopus yang masih berada di bawah 10%, dan merencanakan pengembangan kompetensi jurusan. Sekretaris Jurusan, Rudi Hermawan, SHI., MHI, menambahkan perlunya pembentukan kelompok riset dosen serta perbaikan konversi nilai MBKM.
Koorprodi Hukum Bisnis Syariah, Muttaqin Khoiri, SHI., MHI, menekankan aturan kuliah praktisi:
“Kuliah praktisi seharusnya diisi oleh praktisi minimal 6 jam. Jika kurang dari 6 jam, maka tidak dianggap sebagai praktisi mengajar…”
Ia juga menyoroti pentingnya mengikuti perkembangan IKU dan perlunya konsultasi ke Dikti dan Diktis terkait pembukaan prodi baru.
Aspek Keuangan dan Administrasi
Bendahara Pengeluaran Pembantu, Anisah, S.M, menegaskan pentingnya profesionalisme tenaga kependidikan dan pemahaman lintas bidang.
Penata Dokumen Keuangan, Anita Yuliatin, S.E, menyoroti rencana rotasi pengelolaan keuangan yang berpotensi dialihkan ke koorprodi, sehingga memerlukan admin khusus.
Pengadministrasi Akademik HBS, Dina Medira Herawati, A.Md, menekankan pentingnya penyesuaian job description dan pelaksanaan SOP di semua unit.
Pengadministrasi Akademik Ekonomi Syariah, Elya Farida, S.Kom, mendorong tindak lanjut evaluasi program serta penyusunan laporan akhir tahun di setiap bidang.
Pengolah Data Akademik dan Pengadministrasi Kemahasiswaan, Ratna Mahasari Suripto, S.E, mengusulkan peninjauan ulang mekanisme penyusunan jadwal perkuliahan dan perlunya unit khusus yang menangani kemahasiswaan dan alumni.
Pra Raker FKIS ditutup dengan penegasan bahwa seluruh hasil diskusi ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan program kerja Fakultas Keislaman UTM pada Raker 2026. Fakultas berharap hasil pra-raker mampu menghasilkan program yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan demi peningkatan mutu akademik dan kelembagaan.[]











