Mahasiswa KKN FKH UB Edukasi Peternak Sapi Perah Cegah Penyebaran PMK

ikon kampus daily

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. malang.disway.id

dok. malang.disway.id

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) menggelar program edukasi mengenai manajemen kesehatan ternak dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada sekitar 80 peternak sapi perah yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Batu. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman para peternak mengenai pentingnya penerapan biosekuriti sebagai langkah utama dalam menekan risiko penyebaran penyakit hewan menular strategis sekaligus menjaga produktivitas ternak.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN FKH UB sebagai bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung sektor peternakan nasional. Selain memperkuat pengetahuan peternak, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan kesehatan ternak secara berkelanjutan.

Pengabdian Mahasiswa untuk Mendukung Peternakan Berkelanjutan

Program edukasi ini dilaksanakan di bawah bimbingan drh Elly Nur Indasari, M.Si. Pendampingan tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai tantangan di sektor peternakan.

Kota Batu dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah di Jawa Timur. Keberadaan ribuan sapi perah di wilayah tersebut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan susu nasional sekaligus menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga peternak.

Namun, ancaman penyakit menular seperti PMK masih menjadi perhatian serius. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi susu, gangguan reproduksi, hingga kerugian ekonomi yang cukup besar apabila tidak ditangani secara tepat.

Karena itu, mahasiswa KKN FKH UB memilih fokus pada edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan langsung oleh peternak di lapangan.

Pendekatan Door to Door Agar Lebih Efektif

Berbeda dengan penyuluhan konvensional yang dilakukan secara klasikal, tim KKN menerapkan metode door to door dengan mengunjungi langsung kandang-kandang sapi milik anggota KUD Batu.

Kegiatan berlangsung di sejumlah wilayah peternakan, yaitu Songgokerto, Brau, Junrejo, Toyomerto, dan Songgoriti.

Baca Juga :  Dosen UNJ Jadi Pelatih Fisik Timnas Putri Indonesia, Berperan Antar Juara AFF Putri 2026

Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa berdiskusi secara langsung mengenai kondisi peternakan yang dihadapi setiap peternak. Mulai dari tata letak kandang, sistem pemeliharaan, kebersihan lingkungan, hingga penerapan biosekuriti yang selama ini dilakukan.

Melalui metode ini, penyampaian materi menjadi lebih personal karena dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peternakan. Selain itu, peternak juga lebih leluasa menyampaikan kendala yang mereka alami dalam menjaga kesehatan ternak.

Mengenal Penyakit Mulut dan Kuku

Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa menjelaskan berbagai informasi dasar mengenai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Materi dimulai dari penyebab penyakit, cara penularan, gejala klinis, hingga dampaknya terhadap produktivitas ternak.

Peternak diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, seperti luka pada mulut, lepuh pada lidah dan kuku, air liur berlebihan, penurunan nafsu makan, serta kesulitan berjalan.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa virus PMK memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi sehingga diperlukan kewaspadaan sejak dini agar tidak menyebar ke ternak lain.

Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang untuk melakukan tindakan pencegahan sehingga penyebaran penyakit dapat diminimalkan.

Pentingnya Biosekuriti di Lingkungan Peternakan

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah penerapan biosekuriti sebagai sistem perlindungan terhadap masuk dan menyebarnya penyakit di lingkungan peternakan.

Mahasiswa menjelaskan bahwa biosekuriti bukan hanya sebatas penyemprotan disinfektan, tetapi mencakup berbagai langkah pencegahan yang dilakukan secara menyeluruh.

Peternak diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga sanitasi kandang, membersihkan peralatan secara rutin, membatasi keluar-masuk orang maupun kendaraan ke area peternakan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara berkala.

Selain itu, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya memisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit agar tidak menularkan penyakit kepada sapi lainnya.

Penerapan langkah-langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi risiko penyebaran PMK secara signifikan apabila dilakukan secara konsisten.

Poster Edukasi sebagai Panduan Praktis

Untuk memperkuat penyampaian materi, mahasiswa membagikan poster edukasi kepada para peternak.

Poster tersebut memuat informasi ringkas mengenai gejala PMK, jalur penyebaran virus, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Media visual ini diharapkan menjadi panduan praktis yang dapat dipasang di area peternakan sehingga informasi penting selalu mudah diingat oleh peternak maupun pekerja kandang.

Baca Juga :  Orientasi Pascasarjana FH PSDKU UB Jakarta Resmi Digelar

Dengan adanya materi cetak tersebut, proses edukasi tidak berhenti saat kegiatan selesai, tetapi dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Diskusi Interaktif Bersama Peternak

Program edukasi mendapat sambutan positif dari anggota KUD Batu. Selama kunjungan berlangsung, para peternak menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penanganan PMK.

Topik yang dibahas meliputi pengalaman menghadapi wabah PMK sebelumnya, penggunaan disinfektan yang tepat, prosedur isolasi ternak sakit, hingga cara meningkatkan daya tahan tubuh sapi.

Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga mahasiswa juga memperoleh banyak informasi mengenai kondisi nyata yang dihadapi peternak di lapangan.

Pertukaran pengalaman tersebut membuat solusi yang diberikan menjadi lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peternakan.

Peran Mahasiswa dalam Mendukung Ketahanan Peternakan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan peternak memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya komunikasi, edukasi, dan pendampingan dalam mendukung sektor peternakan.

Di sisi lain, peternak memperoleh tambahan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan untuk menjaga kesehatan ternak mereka.

Kolaborasi semacam ini menjadi contoh bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN FKH UB juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 2 (Zero Hunger) melalui upaya menjaga produktivitas ternak sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.

Selain itu, program ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pencegahan penyakit hewan yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Penerapan biosekuriti dan manajemen peternakan yang baik juga sejalan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), sementara kolaborasi antara Universitas Brawijaya, KUD Batu, dan para peternak menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, program KKN FKH UB ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peternak dalam menerapkan manajemen kesehatan ternak secara berkelanjutan. Dengan biosekuriti yang semakin baik, risiko penyebaran PMK dapat ditekan, produktivitas sapi perah tetap terjaga, serta kesejahteraan peternak dapat terus meningkat. Inisiatif ini sekaligus menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang memberikan solusi nyata bagi pembangunan sektor peternakan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru