Inovasi UNDIP Hadir di Nusakambangan, Teknologi Desalinasi Bantu Atasi Krisis Air Bersih

ikon kampus daily

Minggu, 21 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. undip.ac.id

dok. undip.ac.id

Portalmahasiswa.com |- Perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Di era modern, kampus dituntut mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Semangat inilah yang terus dikembangkan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kemanfaatan langsung.

Salah satu bukti nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan teknologi desalinasi air laut menjadi air minum yang kini dimanfaatkan di kawasan Nusakambangan. Teknologi ini hadir sebagai jawaban atas persoalan keterbatasan pasokan air bersih yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan di wilayah tersebut.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, SE., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui hasil riset yang dapat diterapkan secara langsung.

Keberadaan instalasi desalinasi di Nusakambangan menjadi salah satu contoh bagaimana penelitian yang dilakukan di lingkungan kampus dapat bertransformasi menjadi solusi yang berdampak luas.

Kapasitas Produksi Lebih dari 20 Ribu Liter per Hari

Instalasi desalinasi yang dikembangkan UNDIP memiliki kapasitas produksi yang cukup besar. Setiap harinya, fasilitas tersebut mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air minum siap konsumsi.

Kapasitas tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) serta para petugas yang bertugas dan beraktivitas di kawasan Nusakambangan.

Selama ini, ketersediaan air minum menjadi salah satu tantangan utama karena wilayah tersebut masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi geografis yang berada di kawasan kepulauan menyebabkan distribusi air bersih membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

Hadirnya teknologi desalinasi memberikan alternatif yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut.

Selain menjadi solusi untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, ketersediaan air minum yang memadai juga mendukung berbagai aktivitas lain yang berkembang di Nusakambangan.

Mendukung Pengembangan Kawasan Ketahanan Pangan

Saat ini Nusakambangan tidak hanya dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan. Pemerintah juga terus mengembangkan berbagai program ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang melibatkan warga binaan.

Dalam ekosistem tersebut, ketersediaan air menjadi faktor yang sangat penting. Air tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi manusia, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan produktif yang menjadi bagian dari proses pembinaan.

Baca Juga :  Rumah Amal Masjid USK Salurkan Beasiswa Rp1,4 Miliar untuk 491 Mahasiswa

Keberadaan instalasi desalinasi menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat keberlanjutan program-program tersebut. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, aktivitas pembinaan dan pengembangan kawasan dapat berjalan lebih optimal.

Riset Harus Memberikan Manfaat Nyata

Bagi UNDIP, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah atau pengakuan akademik semata. Lebih dari itu, sebuah inovasi dianggap berhasil ketika mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah riset bukan hanya ketika dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi ketika hasil riset tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran teknologi desalinasi di Nusakambangan menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Seperti Dilansir undip.ac.id

Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen UNDIP dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium atau ruang akademik, melainkan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Dikembangkan oleh Guru Besar Teknik Kimia UNDIP

Teknologi desalinasi yang digunakan di Nusakambangan dikembangkan oleh Guru Besar Bidang Teknik Kimia Fakultas Teknik UNDIP, Prof. Dr. Ir. Nyoman Widiasa, ST., MT.

Inovasi tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan keterbatasan sumber air bersih di wilayah pesisir dan kepulauan yang memiliki akses terbatas terhadap air minum layak konsumsi.

Menurut Prof. Nyoman, keterlibatan UNDIP tidak berhenti pada tahap penelitian dan perancangan teknologi semata. Kampus juga berperan aktif dalam pembangunan fasilitas hingga pendampingan operasional sehari-hari.

“UNDIP berperan mulai dari tahap perancangan, pembangunan instalasi, hingga pendampingan operasional. Kami ingin memastikan teknologi ini benar-benar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pengelola di lapangan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut dilakukan agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya berfungsi dalam jangka pendek, tetapi dapat terus dimanfaatkan secara optimal dalam waktu yang panjang.

Memanfaatkan Energi Surya yang Ramah Lingkungan

Salah satu keunggulan utama dari sistem desalinasi ini adalah penggunaan panel surya sebagai sumber energi operasional.

Pemanfaatan energi matahari membuat instalasi dapat beroperasi dengan biaya listrik yang lebih rendah dibandingkan sistem konvensional. Selain itu, penggunaan energi terbarukan juga membantu mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas produksi air minum.

Prof. Nyoman menjelaskan bahwa teknologi ini sangat cocok diterapkan di kawasan pesisir maupun kepulauan yang memiliki potensi sinar matahari melimpah namun menghadapi keterbatasan sumber air tawar.

Baca Juga :  Unej Matangkan KRAI 2026, Puluhan Tim Robotika Nasional Jalani Visitasi Daring

Dengan konsep yang ramah lingkungan dan hemat energi, teknologi desalinasi ini menjadi salah satu contoh penerapan inovasi berkelanjutan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Warga Binaan Ikut Diberdayakan

Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan air minum. UNDIP juga mengintegrasikan aspek pemberdayaan sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan kepada warga binaan.

Para warga binaan dilibatkan dalam proses pengoperasian dan pemeliharaan instalasi desalinasi. Dengan demikian, mereka memperoleh keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami juga melakukan pembinaan kepada warga binaan yang akan segera menyelesaikan masa pidananya. Saat ini sudah memasuki tahap kedua. Tim pertama yang kami latih bahkan sudah bebas. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Prof. Nyoman.

Program ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pemecah masalah, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat yang memberikan nilai tambah secara sosial.

Sudah Dimanfaatkan di Berbagai Daerah Pesisir

Sebelum diterapkan di Nusakambangan, teknologi desalinasi UNDIP telah lebih dahulu dimanfaatkan di sejumlah wilayah pesisir yang mengalami tantangan serupa dalam penyediaan air bersih.

Beberapa daerah tersebut antara lain Jepara, Demak, Brebes, Rembang, dan Pekalongan. Pengalaman implementasi di berbagai wilayah tersebut menjadi modal penting dalam penyempurnaan sistem yang kini digunakan di Nusakambangan.

Keberhasilan di berbagai lokasi menunjukkan bahwa teknologi desalinasi yang dikembangkan UNDIP memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia.

Mendukung Program Strategis Nasional dan SDGs

Peresmian operasional instalasi desalinasi ini turut dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Rombongan juga meninjau sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) dan unit produksi yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan ketahanan pangan berbasis pembinaan di Nusakambangan.

Melalui inovasi ini, UNDIP berharap hasil riset yang lahir dari kampus dapat terus berkembang menjadi solusi nyata yang mendukung berbagai program strategis nasional.

Kehadiran teknologi desalinasi di Nusakambangan juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, serta SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Inovasi tersebut menjadi cerminan semangat hilirisasi riset yang terus didorong di lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Melalui teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, UNDIP menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi tantangan pembangunan nasional.

Sejalan dengan slogan “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”, teknologi desalinasi di Nusakambangan menjadi bukti bahwa riset akademik dapat bertransformasi menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru