Pemerintah Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna meningkatkan kualifikasi dan kapasitas guru di Kabupaten Sleman.
Rencana kolaborasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, saat menghadiri kegiatan Saresehan dan Bakti Sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Negeri 1 Godean, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri kepala sekolah, pengawas, dan pamong pendidikan dari berbagai jenjang itu menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menegaskan kembali pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Menurut Harda, guru merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi unggul sehingga peningkatan kompetensi mereka harus menjadi perhatian utama.
Kolaborasi Strategis Bersama Universitas Negeri Yogyakarta
Dalam sambutannya, Bupati Harda menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah menyusun agenda kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai mitra strategis dalam pengembangan kualitas tenaga pendidik.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi guru untuk mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi, baik melalui pelatihan, pendidikan lanjutan, penelitian, maupun pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif.
“Kami sedang mengagendakan kerja sama dengan UNY untuk meningkatkan kapasitas bapak dan ibu guru. Saya ingin pendidikan pendidik di Sleman bisa terus meningkat. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyengkuyung pengembangan kompetensi ini,” ujar Harda. Seperti Dilansir patmamedia.com
Menurutnya, dunia pendidikan terus mengalami perkembangan yang sangat cepat. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terus belajar agar mampu mengikuti perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, serta kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis.
Guru Menjadi Kunci Kemajuan Pendidikan
Harda menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sistem pendidikan sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidiknya. Sekolah yang memiliki guru kompeten akan lebih mudah menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, menyenangkan, dan mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal.
Karena itu, investasi terbesar dalam dunia pendidikan bukan hanya pembangunan sarana dan prasarana, melainkan juga peningkatan kualitas guru.
Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai program pengembangan kompetensi agar para pendidik memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Selain peningkatan kemampuan akademik, guru juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Tata Kelola Pendidikan yang Berpihak kepada Guru
Selain membahas peningkatan kompetensi, Bupati Harda juga menyoroti pentingnya tata kelola administrasi pendidikan yang mampu memberikan kenyamanan bagi tenaga pendidik.
Menurutnya, sistem administrasi yang sederhana dan efektif akan memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk fokus pada proses pembelajaran dibandingkan terbebani oleh pekerjaan administratif yang berlebihan.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah, guru, dan pamong pendidikan untuk memanfaatkan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya melalui pelayanan yang maksimal kepada peserta didik dan wali murid.
Pelayanan pendidikan, kata Harda, harus dilandasi rasa tanggung jawab, ketulusan, dan kasih sayang sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang positif.
Pendidikan Harus Dibangun dengan Keikhlasan
Dalam arahannya, Harda mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter yang berhasil dibangun kepada para siswa.
Menurutnya, guru memiliki peran sebagai pendidik sekaligus teladan yang akan membentuk kepribadian generasi muda.
Oleh sebab itu, setiap proses pembelajaran perlu dilaksanakan dengan hati yang tulus dan semangat melayani.
Pendekatan yang penuh empati diyakini mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
Mengusung Tema “Merdeka dari Penyakit, Merdeka Mengajar”
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ponidi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Merdeka dari Penyakit, Merdeka Mengajar”.
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan para tenaga pendidik yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan.
Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri atas 54 kepala SMP Negeri, 10 kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), serta 56 kepala SMP dan madrasah swasta.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para pemimpin sekolah memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam menjalankan tugas kepemimpinan di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi Lintas Instansi
Ponidi menjelaskan bahwa kegiatan saresehan dan bakti sosial merupakan hasil sinergi berbagai instansi di Kabupaten Sleman.
Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), RSUD Sleman, serta RSUD Prambanan.
Kerja sama lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah ingin menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pemeriksaan Kesehatan untuk Kepala Sekolah
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan kesehatan fisik dan kesehatan jiwa bagi para kepala sekolah serta pengawas pendidikan.
Program tersebut bertujuan memastikan para pemimpin sekolah memiliki kondisi kesehatan yang prima sehingga mampu menjalankan tugas secara optimal.
Menurut Ponidi, kesehatan fisik maupun mental memiliki hubungan erat dengan kualitas kepemimpinan di sekolah.
“Untuk melahirkan sekolah dan anak-anak yang berprestasi, syarat utamanya adalah kepala sekolahnya harus sehat terlebih dahulu, baik sehat raga maupun sehat jiwa. Harapannya, sekondurnya dari kegiatan ini, para kepala sekolah dapat menularkan ilmu dan semangat hidup sehat kepada seluruh guru di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, para kepala sekolah diharapkan menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat sekaligus membangun lingkungan sekolah yang mendukung kesejahteraan seluruh warga sekolah.
Apresiasi untuk Jasa Para Guru
Pada akhir kegiatan, Bupati Harda menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang selama ini telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.
Ia mengenang masa-masa sekolahnya dan mengaku keberhasilannya hingga dipercaya memimpin Kabupaten Sleman tidak lepas dari peran para guru yang mendidiknya dengan penuh kesabaran dan ketulusan.
Menurutnya, setiap guru memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.
Karena itu, ia berharap seluruh pendidik di Kabupaten Sleman terus menjalankan tugas mulia tersebut dengan penuh dedikasi, kasih sayang, dan semangat melayani.
Melalui rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Universitas Negeri Yogyakarta, diharapkan kualitas guru semakin meningkat sehingga mampu menciptakan sistem pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.











