BPJS Ketenagakerjaan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi generasi muda melalui kerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Sebanyak 3.823 mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah.
Langkah ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan mahasiswa yang akan terjun langsung ke lapangan. Selama menjalankan KKN, mahasiswa memiliki mobilitas tinggi dan menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko, mulai dari kecelakaan saat perjalanan hingga insiden ketika melaksanakan aktivitas pengabdian di lokasi penempatan.
Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, para mahasiswa memperoleh perlindungan yang memberikan rasa aman sehingga dapat lebih fokus menjalankan tugas akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Penyerahan Simbolis Saat Pelepasan Mahasiswa KKN
Perlindungan bagi ribuan mahasiswa tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam acara pelepasan mahasiswa KKN yang berlangsung di Lapangan UPN Veteran Jawa Timur pada Kamis (10/7).
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UPN Veteran Jawa Timur beserta jajaran pimpinan universitas, para dekan, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), serta perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan dan penyelenggara jaminan sosial dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, khususnya ketika mahasiswa harus menjalankan kegiatan akademik di luar kampus.
Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa aspek keselamatan mahasiswa kini menjadi perhatian penting, seiring meningkatnya aktivitas pembelajaran berbasis praktik lapangan yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.
KKN Memiliki Risiko yang Perlu Diantisipasi
Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu program wajib di banyak perguruan tinggi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tinggal di desa atau wilayah tertentu untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Aktivitas tersebut membuat mahasiswa harus berpindah-pindah lokasi, melakukan survei lapangan, menghadiri kegiatan masyarakat, hingga mendampingi berbagai program pembangunan desa.
Mobilitas yang tinggi tentu memiliki risiko tersendiri. Kondisi jalan yang beragam, penggunaan kendaraan, aktivitas di lingkungan baru, maupun pekerjaan lapangan lainnya menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai menjadi langkah preventif yang penting agar mahasiswa memiliki kepastian perlindungan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama masa KKN.
Memberikan Rasa Aman Selama Pengabdian
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Karimunjawa, Ryan Gustaviana, menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN menghadapi berbagai risiko sebagaimana aktivitas lapangan lainnya.
“Mahasiswa yang melaksanakan KKN turut menghadapi berbagai risiko selama menjalankan aktivitas di lapangan. Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin memastikan mereka memperoleh perlindungan apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lain yang dijamin dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan ini, mahasiswa dapat menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan lebih aman dan tenang,” ujar Ryan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial bukan hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga relevan bagi mahasiswa yang menjalankan aktivitas pembelajaran di lapangan.
Dengan adanya perlindungan tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan program kerja KKN tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin muncul selama bertugas.
Edukasi Pentingnya Jaminan Sosial Sejak Bangku Kuliah
Ryan menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas cakupan perlindungan kepada berbagai kelompok masyarakat.
Program yang dijalankan tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja rentan, peserta magang, hingga mahasiswa yang mengikuti kegiatan akademik di luar lingkungan kampus.
Menurutnya, memberikan perlindungan kepada mahasiswa sejak masa pendidikan memiliki manfaat jangka panjang karena mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini.
Kesadaran tersebut diharapkan akan terbawa ketika mereka memasuki dunia kerja sehingga memahami pentingnya perlindungan terhadap risiko pekerjaan.
Selain itu, langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi mengenai budaya keselamatan kerja yang kini semakin menjadi perhatian di berbagai sektor.
Sinergi Dunia Pendidikan dan BPJS Ketenagakerjaan
Kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan UPN Veteran Jawa Timur menjadi contoh kolaborasi yang saling menguntungkan.
Bagi perguruan tinggi, perlindungan jaminan sosial memberikan rasa aman kepada mahasiswa selama menjalankan kegiatan akademik berbasis lapangan.
Sementara bagi BPJS Ketenagakerjaan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas kepesertaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial.
Sinergi seperti ini juga mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih komprehensif, di mana aspek keselamatan dan perlindungan menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik dan sosial mahasiswa, perguruan tinggi juga memastikan mereka mendapatkan perlindungan ketika menjalankan tugas di masyarakat.
Mendorong Perguruan Tinggi Lain Mengikuti Langkah Serupa
Keberhasilan kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan UPN Veteran Jawa Timur diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Mahasiswa yang menjalankan KKN, magang, praktik industri, penelitian lapangan, maupun kegiatan akademik lainnya memiliki karakteristik aktivitas yang hampir sama, yakni bekerja di luar lingkungan kampus dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi.
Karena itu, penyediaan perlindungan jaminan sosial menjadi salah satu bentuk tanggung jawab bersama untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih aman.
Apabila semakin banyak perguruan tinggi menerapkan kebijakan serupa, maka cakupan perlindungan bagi mahasiswa Indonesia akan semakin luas.
Komitmen Memperluas Perlindungan
Melalui kolaborasi dengan UPN Veteran Jawa Timur, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia, termasuk calon tenaga kerja yang masih berada di bangku kuliah.
Program ini menjadi bukti bahwa perlindungan jaminan sosial tidak hanya relevan bagi pekerja yang telah memasuki dunia profesional, tetapi juga penting bagi mahasiswa yang sedang menjalankan proses pendidikan berbasis praktik.
Dengan perlindungan tersebut, ribuan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur diharapkan dapat menjalankan program KKN secara optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperoleh rasa aman selama melaksanakan pengabdian di berbagai daerah.











