Bersinar di Lapangan dan Kampus, Thalita Ramadhani Raih Prestasi Dunia dan Golden Ticket Unesa

ikon kampus daily

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.;kempalan.com

dok.;kempalan.com

Portalmahasiswa.com – Sektor tunggal putri bulutangkis Indonesia kembali melahirkan harapan baru. Sosok itu adalah Thalita Ramadhani Wiryawan, atlet muda binaan PB New Kampret yang kini menjadi bagian dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI. Di usia yang masih sangat muda, Thalita tidak hanya mencuri perhatian lewat prestasi di lapangan, tetapi juga berhasil menata masa depannya melalui jalur pendidikan tinggi.

Atlet kelahiran Surabaya, 20 September 2007 tersebut menunjukkan perkembangan yang terbilang luar biasa. Sejak bergabung dengan Pelatnas Cipayung pada Desember 2024, Thalita hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun untuk melesat dari peringkat 400-an dunia hingga kini menempati peringkat 55 dunia. Sebelumnya, ia juga sempat berada di ranking 68 dunia.

Performa konsisten di berbagai turnamen internasional membuat namanya semakin diperhitungkan. Puncaknya, pada 2026, Thalita dipercaya memperkuat tim Indonesia dalam ajang bergengsi Piala Uber, sebuah pencapaian yang menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di Tanah Air.

Di lingkungan Pelatnas, ia kini menjadi salah satu tunggal putri terbaik Indonesia dan berada tepat di belakang Putri Kusuma Wardani. Sebuah pencapaian besar bagi pemain yang baru menginjak usia 18 tahun.

Bangkit dari Kegagalan, Menolak Menyerah

Kesuksesan Thalita tidak diraih dengan jalan yang mudah. Perjalanan kariernya dipenuhi tantangan yang menguji mental dan ketangguhannya.

Baca Juga :  Mahasiswa UNJ dan Siswa Labschool Borong Penghargaan di Ajang Inovasi Internasional 2026

Bakatnya mulai terasah saat bergabung dengan PB New Kampret pada periode 2015–2016 ketika masih berusia 10 tahun. Potensi yang dimilikinya kemudian menarik perhatian PB Jaya Raya yang merekrutnya pada 2017 untuk mengembangkan kemampuan hingga jenjang SMP dan SMA.

Namun, perjalanan menuju Pelatnas sempat mengalami hambatan besar. Thalita pernah gagal dalam Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI, sebuah momen yang membuatnya terpukul dan hampir memutuskan untuk mengakhiri karier sebagai atlet bulutangkis.

Beruntung, dukungan keluarga dan pendampingan psikologis membuatnya mampu bangkit dari keterpurukan. Setelah melewati fase sulit tersebut, Thalita tampil luar biasa dengan menyabet lima gelar juara Sirkuit Nasional (Sirnas) secara beruntun.

Dominasi itulah yang akhirnya membuka jalan menuju Pelatnas PBSI pada akhir 2024. Tak butuh waktu lama, namanya langsung menembus jajaran pemain elite nasional hingga dipercaya membela Indonesia di Piala Uber 2026.

Golden Ticket Unesa untuk Sang Juara

Prestasi di dunia olahraga berjalan beriringan dengan pencapaian akademik. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di dunia olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan Golden Ticket kepada Thalita melalui jalur khusus tanpa tes.

Kini, atlet muda tersebut resmi menjadi mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan Unesa. Langkah ini sejalan dengan komitmen Unesa yang dikenal sebagai “Rumah Para Juara” dalam mendukung pendidikan para atlet nasional.

Pengurus PB New Kampret yang juga Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Pd., mengaku bangga atas perjalanan karier Thalita yang mampu menyeimbangkan prestasi olahraga dan pendidikan.

Baca Juga :  Mahasiswa PPG UPI Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Garut

“Bagi kami di pengurus PB New Kampret, prestasi Thalita sangat membanggakan. Seperti yang selalu ditekankan oleh Pak Rektor (Prof. Nurhasan), Thalita telah mengharumkan nama PB New Kampret selaku klub yang pertama kali menemukan dan mengendus talentanya,” ujar Prof. Cahyo.

Pendidikan dan Prestasi Berjalan Beriringan

Menurut Prof. Cahyo, status sebagai atlet nasional tidak akan mengganggu perjalanan akademik Thalita. Unesa telah menyiapkan sistem pembelajaran yang fleksibel sehingga mahasiswa atlet tetap dapat menjalani pendidikan tanpa meninggalkan kewajiban profesionalnya.

“Kami menerapkan sistem akademik yang fleksibel dan adaptif. Ini memungkinkan mahasiswa yang berstatus atlet nasional seperti Thalita tetap bisa menjalani pemusatan latihan intensif di Cipayung dan terbang ke berbagai turnamen internasional, tanpa harus mengorbankan capaian akademisnya. Pendidikan dan prestasi harus berjalan beriringan,” tegas Prof. Cahyo.

Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Thalita untuk terus berkembang, baik sebagai atlet maupun sebagai mahasiswa.

Aset Masa Depan Bulutangkis Indonesia

Dengan usia yang masih 18 tahun, pengalaman tampil di level internasional, serta statusnya sebagai anggota tim Piala Uber Indonesia 2026, Thalita kini tidak lagi sekadar disebut sebagai talenta potensial.

Ia telah menjelma menjadi salah satu aset berharga bulutangkis Indonesia yang diproyeksikan mampu bersaing di level dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Optimisme itu juga disampaikan Prof. Cahyo yang menilai masa depan Thalita masih sangat panjang dan menjanjikan.

“Dengan talenta luar biasa dan kematangan mental yang sudah teruji, masa depan Thalita sangat cerah. Saya optimis dia akan bersinar jauh lebih terang di level yang lebih tinggi,” pungkas Prof. Cahyo.

Sumber Berita: kempalan.com

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru