Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

ikon kampus daily

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yala, Thailand – Pagi itu, ruang kelas di Thamavitya Mulniti School dipenuhi celoteh dan tawa yang tidak biasa. Bukan suara gaduh anak-anak yang sedang bercanda, melainkan lantunan kosakata bahasa Arab yang diucapkan berulang-ulang, kadang lancar, kadang tersendat, tapi selalu disambut semangat. Hari itu digelar Workshop Bahasa Arab bertajuk “Strategi Efektif Menguasai Maharah Kalam”, salah satu program dari rangkaian KKN Internasional mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Leuwiliang, Bogor, yang sedang mengabdi di Thailand, Minggu, 9 Agustus 2026.

Kegiatan ini digagas dan dipegang langsung oleh Laila Nur Azizah selaku penanggung jawab acara. Meski namanya tercantum sebagai PIC, dalam praktiknya ia tidak sendirian. Tujuh rekan KKN lainnya turut turun tangan sejak persiapan hingga hari pelaksanaan, mulai dari menyiapkan materi, mengatur kelompok latihan, sampai mendampingi siswi satu per satu saat sesi praktik berlangsung. Kekompakan tim delapan mahasiswa inilah yang membuat acara yang melibatkan puluhan siswi sekaligus tetap berjalan tertib dan hidup.

Berbeda dari kelas bahasa Arab pada umumnya yang biasanya lekat dengan hafalan kosakata dan tata bahasa, workshop kali ini dirancang sebagai forum interaktif yang benar-benar fokus melatih maharah kalam, kemampuan berbicara. Bukan cuma soal paham arti kata, tapi bagaimana kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut dengan lancar dan percaya diri. Tiga hal jadi sorotan utama: teknik vokal, gestur tubuh saat berbicara, dan penguasaan kosakata yang benar-benar terpakai dalam percakapan sehari-hari.

Acara dibuka dengan demonstrasi dari kakak-kakak KKN, memperagakan bagaimana intonasi suara dan gerak tubuh yang tepat bisa membuat sebuah kalimat terdengar jauh lebih hidup. Siswi memperhatikan dengan saksama, sesekali terkekeh melihat ekspresi lucu dari kakak-kakak pendamping yang memang sengaja dibuat menghibur agar suasana tidak kaku.

Baca Juga :  Mahasiswa Unpam Berdayakan Panti Asuhan Annajah melalui Recycle Barang Bekas

Dari situ, acara berlanjut ke sesi yang paling dinanti, rapid drilling, latihan pengucapan kosakata harian secara cepat dan berulang. Ruangan langsung riuh, siswi saling bersahutan melafalkan kata demi kata, kadang serempak, kadang bergiliran per kelompok. Sesekali ada yang keliru ucap dan langsung disambut tawa geli teman-temannya, tapi justru dari suasana santai semacam itulah kosakata jadi lebih gampang menempel di ingatan.

Puncaknya ada di sesi simulasi percakapan bertajuk hiwarun fil fasli, atau dialog di dalam kelas, yang dipraktikkan langsung oleh siswi bersama teman sebangkunya. Mereka berlatih memerankan situasi-situasi yang biasa terjadi sehari-hari di ruang kelas, mulai dari menyapa, bertanya, sampai berdiskusi ringan, semuanya dalam bahasa Arab. Beberapa kelompok bahkan berimprovisasi menambahkan gerakan tangan dan ekspresi wajah supaya percakapannya terasa lebih hidup dan nyata. Meski sesekali masih terbata-bata mencari kata yang tepat, semangat mereka untuk terus mencoba justru jadi pemandangan paling menghangatkan sepanjang acara.

Satu hal yang membuat workshop ini terasa lebih bermakna, dukungan tidak hanya datang dari para siswi yang antusias, tapi juga dari guru-guru bahasa Arab di Thamavitya Mulniti School. Mereka tidak sekadar hadir sebagai pengawas, beberapa guru bahkan ikut membaur di tengah kelompok, menambahkan penjelasan singkat, atau sesekali mengoreksi pengucapan dengan cara yang santai dan tidak menggurui. Dukungan semacam ini menjadi sinyal jelas bahwa program yang dibawa mahasiswa KKN memang disambut baik dan dianggap bermanfaat oleh pihak sekolah.

Baca Juga :  Unpad Buka Prodi Rekayasa Kosmetik S1, Siapkan SDM Unggul untuk Industri Masa Depan

Sepanjang acara, yang paling mencolok justru raut wajah siswi yang tampak benar-benar menikmati prosesnya. Banyak yang mengaku ini kali pertama mereka merasa belajar bahasa Arab bisa seasyik ini, karena bukan sekadar duduk mencatat, tapi langsung dipraktikkan dan dirasakan sendiri hasilnya. Belajar sambil bermain seperti inilah yang akhirnya membuat suasana kelas jadi cair, dan tanpa disadari, keberanian mereka untuk berbicara pun ikut tumbuh.

Workshop yang diikuti sebanyak 42 siswi ini punya dua tujuan utama, meningkatkan keterampilan berbicara siswi secara aplikatif, dan membiasakan mereka menggunakan bahasa Arab dalam percakapan nyata, bukan sekadar latihan di atas kertas. Melihat antusiasme dan keberanian siswi mencoba berbicara sepanjang kegiatan, boleh dibilang tujuan tersebut tercapai jauh melampaui ekspektasi awal.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, workshop ini menjadi bukti bahwa program KKN Internasional IUQI Leuwiliang tidak berhenti pada kegiatan sosial semata, tetapi juga menyentuh langsung sisi akademik siswa-siswi di sekolah tempat mereka bertugas. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, terutama para guru bahasa Arab, kolaborasi hangat semacam ini diharapkan bisa terus berlanjut dan meninggalkan bekas yang bermanfaat jauh setelah masa KKN ini usai.[]

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif
Unpad Wisuda 14 Mahasiswa Internasional dari 7 Negara, Bukti Kampus Makin Mendunia

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru