Lulus Cumlaude dengan IPK 3,92, Kisah Nisa Sania Jadi Inspirasi Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

ikon kampus daily

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.uinsgd.ac.id

dok.uinsgd.ac.id

Portalmahasiswa.com – Predikat lulusan terbaik sering kali hanya terlihat dari deretan angka pada transkrip akademik. Namun, bagi Nisa Sania, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, konsistensi, dan kerja keras selama menjalani masa perkuliahan.

Lulusan Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu berhasil meraih predikat pujian sekaligus mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di program studinya, yakni 3,92. Penghargaan tersebut diterimanya dalam Wisuda ke-108 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang digelar pada Sabtu (11/7/2026).

Di balik senyum yang mengiringi langkahnya menuju panggung wisuda, tersimpan rasa syukur atas setiap proses yang telah dilalui. Bagi Nisa, keberhasilan itu bukan sekadar menjadi yang terbaik, tetapi menjadi bukti bahwa kerja keras yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil.

“Saya senang bisa mendapat predikat pujian. Alhamdulillah sekali karena apa yang saya lakukan selama proses perkuliahan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  24 Calon Asesor UIN KHAS Jember Lulus Sertifikasi BNSP

Belajar Mengatur Waktu di Tengah Padatnya Aktivitas

Perjalanan akademik Nisa tidak selalu berjalan mudah. Selain mengikuti seluruh kegiatan perkuliahan, ia juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai komunitas serta merintis usaha kecil bersama teman-temannya.

Kesibukan tersebut justru menjadi ruang belajar untuk meningkatkan kemampuan mengatur waktu, menentukan prioritas, serta menjaga komitmen terhadap setiap tanggung jawab yang diemban.

Menurutnya, prestasi akademik tidak lahir dari usaha besar yang dilakukan sesekali, melainkan berasal dari kebiasaan-kebiasaan positif yang dijaga setiap hari.

“Konsisten menjadi kunci utama untuk bisa mendapatkan nilai yang baik. Selalu mengerjakan tugas tepat waktu dan mengikuti perkuliahan dengan baik,” tuturnya.

Prinsip sederhana itu menjadi pegangan selama menjalani masa studi hingga akhirnya mengantarkannya meraih IPK tertinggi di Program Studi Ekonomi Syariah.

Dukungan Keluarga Jadi Sumber Semangat

Nisa menyadari bahwa keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Ia menyebut kedua orang tuanya sebagai sosok yang paling berjasa dalam perjalanan akademiknya.

Selain keluarga, para dosen yang membimbing serta teman-teman seperjuangan juga menjadi sumber motivasi yang terus mendorongnya untuk memberikan hasil terbaik.

“Sosok paling berjasa tentu saja kedua orang tua saya, keluarga, dosen yang memberikan ilmunya, dan teman-teman seperjuangan saya yang selalu mendukung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Seminar FEBI UIN Bandung Ungkap Kunci Lulusan PTKIN Menembus Dunia Kerja Modern

Menurutnya, setiap pencapaian merupakan hasil kolaborasi antara kerja keras pribadi dan doa serta dukungan dari orang-orang terdekat.

Siap Berkarier dan Terus Berkembang

Setelah resmi menyelesaikan pendidikan, Nisa berencana mengembangkan karier di bidang yang sesuai dengan kompetensi yang telah dipelajarinya selama kuliah. Dunia perbankan maupun lembaga keuangan menjadi salah satu tujuan yang ingin ia jajaki.

Di sisi lain, ia juga tetap ingin mengembangkan usaha kecil yang telah dirintis bersama rekan-rekannya sebagai bagian dari semangat berwirausaha.

Bagi Nisa, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia pun membagikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan selama kuliah.

“Semangat dan jangan mudah menyerah karena proses menyelesaikan studi adalah bagian dari latihan untuk menggapai hal-hal lain yang jauh lebih hebat,” pesannya.

Kisah Nisa Sania menjadi bukti bahwa konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola waktu dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi akademik terbaik. Lebih dari sekadar angka IPK, keberhasilannya mencerminkan karakter tangguh yang siap menghadapi tantangan di dunia profesional maupun masyarakat.

Sumber Berita: uinsgd.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru