PWNA DKI Jakarta Perkuat Peran Perempuan untuk Wujudkan Keluarga Sehat dan Lingkungan Bersih

ikon kampus daily

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. tvmu.tv

dok. tvmu.tv

Portalmahasiswa.com |- Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kualitas kehidupan keluarga. Tidak hanya sebagai pendidik pertama bagi anak-anak, perempuan juga menjadi penggerak utama dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat, bersih, dan nyaman. Dari pola makan keluarga hingga kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan, peran perempuan sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan terciptanya kehidupan yang sehat.

Kesadaran akan pentingnya peran tersebut mendorong Pimpinan Wilayah Nasyiatul ’Aisyiyah (PWNA) DKI Jakarta untuk terus memperkuat kapasitas dan kontribusi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II yang berlangsung di Aula AR Fachruddin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Jakarta, Ahad (21/6).

Kegiatan ini mengangkat tema “Ikhtiar Perempuan Jakarta dalam Menjaga Kesehatan, Merawat Lingkungan, dan Mewujudkan Kehidupan Berkemajuan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi dalam mendorong perempuan agar semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang sehat dan berkelanjutan.

Forum Strategis untuk Merumuskan Program Kerja

Muskerwil II tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyusun arah program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini.

Di tengah berbagai tantangan kesehatan dan lingkungan yang dihadapi kota besar seperti Jakarta, dibutuhkan langkah nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan program yang lebih efektif dan berdampak langsung.

Melalui diskusi dan perumusan program kerja, para peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan yang dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan keluarga dan kebersihan lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Akhmad Abubakar, Ketua PWNA DKI Jakarta Dwi Setyowati, Sekretaris PWNA DKI Jakarta Yuyun Afinda, Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Uhamka Ony Linda, Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan, serta kader dan anggota Nasyiatul ’Aisyiyah dari berbagai wilayah di Jakarta.

Baca Juga :  FEB Unmuh Jember Gelar Turnamen MLBB, Ratusan Pelajar Ramaikan Kampus

Edukasi Kesehatan Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Ketua PWNA DKI Jakarta, Dwi Setyowati, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam membentuk budaya hidup sehat di lingkungan keluarga.

Menurutnya, kondisi kesehatan seorang ibu atau perempuan dalam keluarga akan sangat memengaruhi kualitas hidup seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Karena itu, edukasi mengenai kesehatan dan kebersihan lingkungan harus terus diperkuat dan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Hari ini PWNA DKI Jakarta telah melakukan edukasi dalam menjaga kesehatan, karena kesehatan seorang perempuan memiliki pengaruh yang besar terhadap keluarga dan kebersihan lingkungan, terutama bagi anak-anak. Untuk itu, kita akan berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK dan kampus, salah satunya dengan Uhamka untuk mewujudkan Generasi Kuat,” ujar Dwi. Seperti Dilansir tvmu.tv

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara organisasi masyarakat, institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas lokal.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Program

PWNA DKI Jakarta menyadari bahwa tantangan kesehatan dan lingkungan di perkotaan semakin kompleks. Oleh sebab itu, pendekatan kolaboratif menjadi strategi utama dalam mewujudkan program-program yang berkelanjutan.

Kerja sama dengan perguruan tinggi dinilai penting karena kampus memiliki sumber daya akademik yang dapat mendukung berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat.

Selain itu, keterlibatan kelompok PKK dan organisasi kemasyarakatan lainnya juga menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan program hingga ke tingkat keluarga dan lingkungan terkecil.

Menurut Dwi Setyowati, hasil dari Muskerwil II diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi atau penyusunan dokumen program kerja semata. Lebih dari itu, berbagai gagasan yang lahir harus dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dukungan Kampus untuk Gerakan Hidup Sehat

Komitmen terhadap penguatan kesehatan masyarakat juga datang dari kalangan akademisi. Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Uhamka, Ony Linda, menegaskan bahwa kampus siap mendukung berbagai program yang diinisiasi oleh Nasyiatul ’Aisyiyah.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi dan literasi yang berbasis ilmu pengetahuan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan berbagai program edukasi, pelatihan, serta pendampingan yang bertujuan mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

“FIKES Uhamka akan terus berkontribusi melalui berbagai literasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan, baik di PWNA DKI Jakarta maupun di wilayah persyarikatan lainnya, sehingga diharapkan para anggota PWNA DKI Jakarta bisa menjadi agen penyuara praktik hidup sehat di masyarakat,” kata Ony Linda.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UM Jember Kenalkan Petanque, Siswa dan Guru SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan Antusias

Melalui dukungan tersebut, anggota Nasyiatul ’Aisyiyah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat secara lebih luas.

Lingkungan Bersih Mendukung Kualitas Hidup Masyarakat

Selain isu kesehatan, Muskerwil II juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang berkualitas.

Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit yang muncul akibat sanitasi yang buruk.

Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, tantangan lingkungan semakin beragam, mulai dari persoalan sampah, kualitas air, hingga kepadatan penduduk yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Karena itu, edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Apresiasi dari PAM Jaya

Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah yang dilakukan PWNA DKI Jakarta dalam memberdayakan masyarakat melalui program-program kesehatan dan lingkungan.

Menurutnya, gerakan yang dilakukan Nasyiatul ’Aisyiyah memiliki nilai strategis karena tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas individu, tetapi juga berupaya menciptakan perubahan sosial yang lebih luas.

“Nasyiatul ’Aisyiyah memiliki gerakan yang bersifat pembaharuan, terutama di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan. Melalui Muskerwil II ini diharapkan lahir program-program inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan memberikan dampak nyata dari gerakan Nasyiatul ’Aisyiyah,” ujarnya.

Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan perempuan memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Membangun Generasi Sehat dan Berkemajuan

Muskerwil II PWNA DKI Jakarta menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan lingkungan di era modern.

Melalui sinergi antara organisasi perempuan Muhammadiyah, dunia pendidikan, serta sektor pelayanan publik, berbagai program yang lahir diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah penting dalam memperluas edukasi kesehatan, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan, serta membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Dengan semangat kebersamaan dan pemberdayaan, PWNA DKI Jakarta berharap gerakan yang dibangun tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi sosial bagi masa depan masyarakat yang lebih maju, sehat, dan berkemajuan.

Melalui perempuan yang berdaya, keluarga yang sehat dapat terwujud. Dari keluarga yang sehat, lahirlah masyarakat yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan lebih baik.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru