Dunia perkuliahan sering kali dituding terlalu berkutat pada menara gading teoretis. Namun, stereotipe tersebut berhasil dipatahkan oleh aksi nyata para mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI). Melalui sebuah program kolaboratif, mereka turun langsung ke lapangan untuk mendampingi Binderku MHA, sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang bergerak kreatif di industri alat tulis (stationery).
Bukan sekadar menggugurkan kewajiban tugas akhir semester, aksi ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang mempertemukan ide-ide segar anak muda dengan tantangan riil dunia bisnis. Di era digital yang bergerak begitu masif, kehadiran mahasiswa Humas Vokasi UI ibarat angin segar bagi pelaku usaha yang kerap kali kehabisan waktu untuk memikirkan strategi komunikasi visual dan pemasaran digital.
Menghidupkan Kembali Etalase Digital yang Sempat “Tidur”
Bagi sebuah UMKM, mengelola operasional produksi sekaligus meramu konten media sosial sering kali menjadi dilema tersendiri. Hal inilah yang dirasakan oleh Fitriyah, sosok di balik layar Binderku MHA. Fokusnya yang sempat terpecah membuat aset digital usahanya kurang terawat. Kehadiran para mahasiswa UI pun membawa perubahan signifikan pada wajah digital Binderku MHA.
“Sejauh ini, mahasiswa prodi Humas Vokasi UI sangat membantu UMKM saya terutama dalam pengelolaan media sosial. Sebelumnya, saya yang tidak fokus mengurus media sosial kini dapat mengaktifkan kembali akun media sosial UMKM saya. Namun, tetap masih ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan dalam pendampingan ini. Semoga kedepannya lebih banyak lagi UMKM yang akan terbantu dengan adanya program ini,” ujar Fitriyah sebagai pendiri Binderku MHA, di Depok, Kamis.
Evaluasi yang disebut oleh Fitriyah dipandang sebagai proses belajar yang sehat dan dinamis. Melalui masukan-masukan tersebut, mahasiswa belajar membaca dinamika pasar secara real-time, sementara pelaku usaha mendapatkan perspektif baru yang lebih kekinian untuk memikat hati konsumen generasi muda.
Teori di Kelas, Aksi di Efek Nyata: Kurikulum Berbasis Praktik
Keberhasilan mahasiswa dalam mengurai benang kusut komunikasi digital Binderku MHA tidak terjadi secara instan. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik, dengan pendampingan dan arahan langsung dari dosen-dosen Vokasi UI.
Sistem pembelajaran ini memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi “pemikir” di dalam ruang kelas, tetapi juga “eksekutor” yang tangguh di dunia nyata. Melalui bimbingan intensif tersebut, mahasiswa mampu merancang dan menjalankan strategi komunikasi yang aplikatif sesuai kebutuhan UMKM mitra.
Dalam program ini, Binderku MHA mendapatkan pendampingan intensif dalam beberapa aspek krusial, di antaranya:
-
Penguatan Branding: Menyusun ulang identitas visual agar lebih konsisten dan mudah dikenali.
-
Penyusunan Strategi Komunikasi: Menentukan gaya bahasa (tone of voice) yang tepat untuk berinteraksi dengan pelanggan.
-
Optimalisasi Media Digital: Memanfaatkan fitur-fitur terbaru di media sosial guna memperluas jangkauan pasar secara organik maupun berbayar.
Pendekatan yang dilakukan pun tidak kaku. Sadar bahwa setiap UMKM memiliki karakter yang unik, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi dan tantangan nyata yang dihadapi oleh pelaku usaha. Mahasiswa dituntut peka melihat keterbatasan anggaran, waktu, dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Binderku MHA, lalu merumuskan solusi yang paling efisien namun berdampak maksimal.
Jejak Langkah Binderku MHA: Dari Reseller hingga Punya Sertifikasi
Hubungan antara Binderku MHA dan Universitas Indonesia sebenarnya memiliki ikatan emosional yang cukup erat. Binderku MHA sendiri didirikan oleh Fitriyah saat masih berkuliah di UI. Sebuah pembuktian bahwa jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) memang sudah dipupuk sejak dini di lingkungan kampus.
Perjalanan bisnis ini pun penuh dengan perjuangan yang menginspirasi. Berawal dari keterbatasan modal dengan menjual produk orang lain, kini usaha ini telah berkembang dan mampu memproduksi produk sendiri yang telah bersertifikasi. Transformasi dari seorang reseller menjadi produsen mandiri tentu membutuhkan konsistensi luar biasa. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa Humas UI di sini berfungsi sebagai akselerator untuk membawa produk lokal berkualitas ini ke tingkat pasar yang lebih luas.
Manfaat Dua Arah: Investasi Pengalaman Pengabdian Masyarakat
Kolaborasi ini pada akhirnya menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan (mutualisme). Di satu sisi, pelaku usaha merasa terbantu secara operasional dan strategi pemasaran. Di sisi lain, para mahasiswa mendapatkan laboratorium hidup untuk menguji ketajaman ilmu mereka.
Tim mahasiswa Hubungan Masyarakat Vokasi UI menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam program ini menjadi pengalaman berharga untuk mengaplikasikan ilmu secara langsung di lapangan. Menghadapi klien nyata dengan masalah yang nyata memberikan tekanan positif yang membentuk mental profesional mereka sebelum benar-benar lulus kuliah. Dengan bimbingan dosen, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Menatap Masa Depan Ekonomi Kerakyatan
Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi perkembangan UMKM, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kampus tidak boleh lagi menjadi menara gading yang terisolasi dari realitas sosial di sekitarnya, melainkan harus menjadi mesin penggerak ekonomi lokal.
Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pelaku UMKM seperti Binderku MHA diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas. Langkah kecil yang diinisiasi oleh prodi Humas Vokasi UI ini diharapkan mampu memicu gelombang gerakan serupa di berbagai perguruan tinggi lainnya, demi UMKM Indonesia yang naik kelas dan siap bersaing di kancah global.
Sumber Berita: megapolitan.antaranews.com











