Portalmahasiswa—Rata-rata nilai SNBP ISI Surakarta kerap dijadikan gambaran awal untuk memprediksi peluang Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Surakarta (Solo), dan Denpasar. Informasi ini membantu calon mahasiswa memperkirakan peluang kelulusan sekaligus menyusun strategi pemilihan program studi secara lebih terukur.
Institut Seni Indonesia memiliki tiga kampus utama di Yogyakarta, Surakarta, dan Denpasar dengan karakter dan kekhasan masing-masing. Prediksi rata-rata nilai SNBP ISI Jogja maupun ISI Denpasar menjadi perhatian tersendiri bagi calon pendaftar karena dapat digunakan sebagai bahan perbandingan peluang antar kampus ISI.
Sejumlah program studi di ISI dikenal memiliki tingkat persaingan yang cukup ketat. Desain Komunikasi Visual, Seni Pertunjukan, dan Fotografi termasuk jurusan yang paling diminati. Khusus Seni Pertunjukan, minat pendaftar relatif stabil karena mencakup bidang teater, tari, dan musik yang memiliki peminat konsisten setiap tahun.
Apakah ISI Bisa Melalui Jalur SNBP 2026?
Pertanyaan seputar kemungkinan ISI menerima mahasiswa melalui jalur SNBP 2026 sering muncul menjelang pembukaan seleksi nasional. Sebagai perguruan tinggi negeri, Institut Seni Indonesia tercatat mengikuti mekanisme SNBP yang menilai prestasi akademik dan rekam jejak capaian siswa tanpa tes tertulis.
Pada pelaksanaannya, SNBP ISI Yogyakarta 2026 diperkirakan tetap mengacu pada kebijakan nasional yang ditetapkan oleh SNPMB. Penilaian tidak hanya didasarkan pada nilai rapor, tetapi juga mempertimbangkan portofolio sesuai dengan bidang seni yang dipilih. Hal ini membuat seleksi di ISI bersifat lebih spesifik sekaligus kompetitif.
Istilah nilai SNBP ISI 2026 umumnya digunakan untuk menggambarkan tingkat persaingan masuk, meskipun tidak pernah dirilis secara resmi dalam bentuk angka baku. Prediksi rata-rata nilai ISI Yogyakarta 2026 biasanya disusun berdasarkan tren penerimaan dari tahun-tahun sebelumnya.
Prediksi Rata-Rata Nilai SNBP ISI 2026
Prediksi nilai rata-rata SNBP ISI Yogyakarta, Surakarta, dan Denpasar dapat membantu calon mahasiswa menentukan pilihan perguruan tinggi negeri yang sesuai. Banyak calon pendaftar juga mempertanyakan sumber penilaian SNBP ISI, di mana salah satu komponen utamanya berasal dari nilai rapor siswa.
Berikut gambaran prediksi rata-rata nilai rapor SNBP ISI 2026 yang dapat dijadikan referensi:
ISI Yogyakarta 2026
Program studi dengan rata-rata nilai tertinggi antara lain Produksi Film dan Televisi (D4) sebesar 86,70, Desain Media (D4) 86,53, serta Desain Komunikasi Visual (S1) 86,48. Sementara program studi lain seperti Fotografi, Seni Tari, Seni Musik, hingga Tata Kelola Seni berada pada kisaran nilai rapor 82–85.
ISI Surakarta 2026
Di ISI Surakarta, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada Animasi (D4) sebesar 84,74 dan Koreografi Inkuiri (S1) 84,52. Program studi seni pertunjukan, desain, dan kriya umumnya berada pada rentang nilai 79–83.
ISI Denpasar 2026
Untuk ISI Denpasar, program studi Teater (S1) mencatat prediksi nilai cukup tinggi yakni 83,43, disusul Desain Komunikasi Visual (S1) 83,11 dan Produksi Film dan Televisi (D4) 82,42. Program studi lainnya berada pada kisaran nilai 78–82.
Cara Menghitung Rata-Rata Nilai Rapor SNBP ISI 2026
Dalam sistem SNBP, nilai rapor menjadi salah satu indikator utama untuk menentukan kelayakan siswa masuk perguruan tinggi negeri. Nilai rapor semester 1 hingga 5 memiliki bobot sekitar 50 persen, sedangkan sisanya berasal dari prestasi akademik lain yang mendukung pemeringkatan.
Langkah menghitung rata-rata nilai rapor SNBP 2026 cukup sederhana:
- Siapkan nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5.
- Jumlahkan seluruh nilai rapor tersebut.
- Bagi total nilai dengan jumlah semester.
Sebagai contoh, jika nilai rapor siswa adalah Semester 1: 85, Semester 2: 87, Semester 3: 90, Semester 4: 80, dan Semester 5: 95, maka total nilai adalah 437. Rata-rata nilai rapor diperoleh dari 437 dibagi 5, yaitu 87,4.
Dengan mengetahui rata-rata nilai rapor dan prediksi nilai SNBP ISI 2026, calon mahasiswa diharapkan dapat menentukan pilihan program studi dan kampus secara lebih realistis sesuai kemampuan dan minat yang dimiliki.
Sumber Berita: tirto.id











