Portalmahasiswa.com | Bangkalan–Musyawarah Anggota UKMF SEMAR diselenggarakan sebagai forum tertinggi organisasi kemahasiswaan seni yang berada di bawah naungan Fakultas Keislaman. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi, evaluasi, serta perumusan arah gerak organisasi dalam mengembangkan kesenian mahasiswa yang berakar pada nilai-nilai keislaman.
Dengan mengusung tema “Integrasi Kreativitas dalam Membangun Pondasi Kesenian Menuju Regenerasi yang Visioner”, musyawarah ini menegaskan komitmen UKMF SEMAR untuk memadukan seni, kreativitas, dan nilai syariah dalam setiap gerak langkah organisasi.
Musyawarah ini menjadi momentum penting dalam mengintegrasikan kreativitas anggota dengan pondasi ilmu syariah sebagai dasar membangun kesenian yang berorientasi visi dan kemaslahatan. Kreativitas dimaknai tidak hanya sebagai ekspresi artistik, tetapi juga sebagai kecerdasan berpikir dan bertindak yang berlandaskan etika, spiritualitas, serta tanggung jawab moral sebagai mahasiswa Fakultas Keislaman.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura Dr.Abdur Rohman,S.Ag, M.E.I menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan yang visioner harus dibangun di atas kekuatan ilmu dan kualitas amal. Dekan mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-Mulk ayat 2:
“(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya (ahsanu ‘amala).”
Ayat tersebut menjadi landasan bahwa setiap proses organisasi, karya seni, dan kepemimpinan diuji bukan pada banyaknya aktivitas, tetapi pada kualitas dan nilai amal yang dihadirkan.
Selain dari pada itu, Dekan Fakultas Keislaman berharap di tahun 2026 UKMF SEMAR, selain memiliki seni al Banjari , juga harus ada Seni Gambus. ” Saya berharap tahun depan 2026 UKMF SEMAR ada seni Gambus, sebagai langkah awal menuju visoner” ungkapnya dalam rilis yang diterima Portal Mahasiswa, Minggu (14/12)
Selain sebagai forum evaluasi dan perumusan program, Musyawarah Anggota ini juga menetapkan ketua UKMF SEMAR periode selanjutnya, yaitu Muhammad Nazmuzaman, mahasiswa Program Studi Hukum Bisnis Syariah, menggantikan ketua lama Riska Aulia Safitri_ Prodi Ekonomi Syariah. Penetapan ini menjadi simbol keberlanjutan regenerasi kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa UKMF SEMAR semakin progresif, kreatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai syariah.
Melalui musyawarah ini, UKMF SEMAR meneguhkan komitmen untuk melahirkan generasi seniman muslim yang visioner, berilmu, dan berakhlak. Dengan semangat kebersamaan, musyawarah, serta integrasi seni dan ilmu syariah, UKMF SEMAR siap melangkah menuju masa depan kesenian yang unggul, berkarakter, dan bernilai ibadah.[]











