PortalMahasiswa.com— Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan siap kerja melalui Program Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Industri Kimia (P3TIK). Hal tersebut ditandai dengan kegiatan pelepasan peserta P3TIK Angkatan 27 Tahun 2025 sekaligus penerimaan peserta P3TIK Angkatan 28 Tahun 2026, yang digelar di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari unsur akademisi, industri, dan pemerintah. Hadir dalam kegiatan ini Rektor Untirta Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., para Wakil Rektor, Dekan Fakultas Teknik Untirta Prof. Dr. Jayanudin, S.T., M.Eng. beserta jajaran, serta Ketua Program P3TIK Dr. Heri Heriyanto, S.T., M.Eng. beserta tim.
Turut hadir Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Dr. Sukro Muhab, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cilegon, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Serang, Presidium Asosiasi Industri Kimia (AMC/CMA) Ferry Ferdian, S.T., Ketua Curriculum Advisory Board Ir. Izhar, M.M., IPM, Ketua Ikatan Alumni P3TIK, para trainer P3TIK, serta Ir. Fazwar Bujang, M.M. (Direktur Utama PT Krakatau Steel periode 2007–2012 dan Dekan Fakultas Teknik Untirta periode 1993–1999). Acara juga dihadiri para mitra industri, pemerintah daerah, peserta program, serta orang tua peserta.
Program P3TIK merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) industri-industri yang berada di kawasan Anyer, Merak, dan Puloampel, sebagai bentuk investasi berkelanjutan dalam pengembangan SDM lokal Provinsi Banten.
Dalam laporannya, Ketua Program P3TIK Dr. Heri Heriyanto, S.T., M.Eng. menyampaikan bahwa P3TIK lahir pada tahun 1998, di tengah krisis ekonomi nasional yang berdampak pada meningkatnya pengangguran di Banten. Program ini dirancang sebagai pendidikan vokasi untuk mempersiapkan putra-putri daerah Banten menjadi tenaga teknisi industri kimia yang kompeten dan siap kerja. Selama lebih dari 26 tahun penyelenggaraan, P3TIK telah mencetak ribuan alumni yang terserap di industri nasional maupun internasional
“Keberlanjutan program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah merupakan fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap kebutuhan industri,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rektor Untirta Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. menyampaikan apresiasi atas konsistensi kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin sejak 1998. Ia menegaskan bahwa meskipun Provinsi Banten memiliki pertumbuhan industri yang pesat, tantangan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“P3TIK adalah contoh nyata gotong royong perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah dalam memperkuat keterlibatan putra-putri Banten di dunia industri. Dari sekitar 1.500 lebih alumni, sebagian besar telah bekerja dan memberikan kontribusi nyata, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Rektor.
Rektor juga menekankan bahwa kepuasan industri terhadap lulusan P3TIK menjadi indikator keberhasilan program ini, sekaligus amal jariyah bersama yang telah terjaga selama hampir tiga dekade.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Dr. Sukro Muhab menyampaikan bahwa model P3TIK merupakan contoh ideal pendidikan vokasi berbasis industri yang saat ini sangat dibutuhkan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen lulusan perguruan tinggi secara umum belum siap kerja, sehingga kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri masih menjadi tantangan besar.
“P3TIK adalah satu-satunya model seperti ini di Indonesia dan sangat relevan dengan arah kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini bisa menjadi rujukan nasional dalam pengembangan kurikulum vokasi berbasis industri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi dan tantangan global agar lulusan mampu bersaing secara nasional maupun global.
Pandangan serupa disampaikan Ir. Fazwar Bujang, M.M., yang menegaskan bahwa P3TIK sejak awal dirancang untuk memastikan kehadiran industri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan industri. Menurutnya, keberlanjutan program selama 28 tahun serta lebih dari 1.600 alumni yang telah bekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, menjadi bukti konkret keberhasilan dan relevansi P3TIK.
“Program ini lahir dari kesadaran bahwa industri harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitarnya. Alhamdulillah, selama 28 tahun lebih dari 1.600 pemuda-pemudi telah dibina, bahkan banyak di antaranya yang kini bekerja hingga ke luar negeri. Ini menunjukkan bahwa P3TIK tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan industri,” ujar Fazwar.
Sebanyak 23 industri petrokimia berpartisipasi aktif dalam program ini melalui pendanaan CSR, sebagai bentuk investasi strategis dalam mencetak SDM Banten yang berkualitas dan berdaya saing, khususnya di bidang teknisi industri kimia.
Daftar Mitra P3TIK:
Pemerintah Kota Cilegon, Pemerintah Kabupaten Serang, PT Archroma Indonesia, PT Ashimas Chemical, PT Asia Chemical Industry, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Delta Giri Wacana, PT Duta Sugar International, PT Inti Everspring Indonesia, PT Jawamanis Rafinasi, PT Krakatau Daya Tirta, PT Krakatau Nippon Steel Sinergy, PT Krakatau Poschem Dongshu Chemical, PT Krakatau Sarana Infrastruktur, PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Tirta Operasi dan Pemeliharaan, PT Lapi Laboratories, PT Latinusa, PT Lotte Chemical Titan Nusantara, PT MC Pet Film Indonesia, PT Merak Chemical Indonesia, PT Nippon Shokubai Indonesia, PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya, PT Polychem Indonesia, PT Polychem Indobk Inc., PT Rohm and Haas Indonesia, PT Standard Toyo Polymer, dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk.
Melalui P3TIK, Untirta terus berkomitmen menjadi motor penggerak penguatan pendidikan vokasi dan pembangunan SDM unggul demi mendukung kemajuan industri dan kesejahteraan masyarakat Banten.











