Portalmahasiswa.com – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus mengubah cara institusi membangun komunikasi, kepercayaan, hingga citra di tengah masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar Seminar Digital Kreatif bertajuk “Strategi Branding Institusi 5.0: Mengelola Citra Institusi dengan Solusi Cerdas AI” pada Senin (29/6/2026) di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Klaten.
Seminar ini mempertemukan akademisi, praktisi digital, influencer, dan pemangku kebijakan daerah untuk membahas strategi membangun branding institusi di era Society 5.0 melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI. Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi dalam menghadapi dinamika komunikasi digital yang terus berkembang.
Transformasi Digital Jadi Kunci Penguatan Citra Institusi
Acara dibuka dengan sambutan Rektor UBSI, Mochamad Wahyudi, yang memperkenalkan UBSI sekaligus menjelaskan bagaimana transformasi digital telah mengubah pola komunikasi antara institusi dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari, terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
AI Dinilai Mampu Mengoptimalkan Strategi Branding
Dalam sesi pemaparan, Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Yogyakarta menjelaskan bahwa pemanfaatan AI mampu membantu institusi membangun identitas yang lebih kuat melalui strategi branding berbasis data.
Teknologi AI dinilai dapat dimanfaatkan untuk memahami perilaku audiens, mengelola komunikasi publik secara lebih efektif, hingga meningkatkan keberhasilan kampanye digital yang dijalankan institusi.
Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi bukan hanya menghadirkan efisiensi kerja, tetapi juga membuka peluang baru bagi lembaga pendidikan maupun organisasi dalam memperkuat reputasi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Influencer Bagikan Strategi Membangun Kepercayaan di Media Sosial
Seminar juga menghadirkan influencer digital Amin Klaten bersama Rahmat Hermawan yang membagikan pengalaman mereka dalam membangun personal branding di media sosial.
Keduanya menekankan bahwa keberhasilan membangun citra, baik untuk individu maupun institusi, tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada konsistensi, kreativitas, dan autentisitas dalam menyampaikan pesan kepada publik.
Menurut mereka, pendekatan tersebut menjadi faktor penting untuk meningkatkan engagement sekaligus membangun kepercayaan audiens di era digital.
Peserta Dapat Wawasan Baru tentang Pemanfaatan AI
Seminar mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya, Siti Nur Aisyah, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai penerapan AI dalam dunia pendidikan.
“Saya jadi lebih memahami bahwa AI bukan hanya untuk membuat tugas lebih cepat, tetapi juga dapat membantu mengembangkan kreativitas dan meningkatkan produktivitas. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini,” kata dia.
Melalui Seminar Digital Kreatif ini, UBSI Kampus Yogyakarta berharap semakin banyak akademisi, pelajar, praktisi, maupun instansi yang mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI secara bijak, inovatif, serta produktif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era Society 5.0.
Sumber Berita: news.republika.co.id











