Portalmahasiswa.com – Meski belum berhasil melangkah ke partai final, Tim Robot Universitas Jember tetap menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Bertanding sebagai tuan rumah di Auditorium Universitas Jember, Minggu, Tim Lahbako-San sukses mengamankan posisi juara ketiga sekaligus membawa pulang penghargaan Best Innovation.
Persaingan yang berlangsung sengit diikuti oleh 28 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, menjadikan capaian tersebut sebagai pencapaian yang patut diapresiasi.
Langkah Tim Lahbako-San Terhenti di Babak Semifinal
Ambisi Universitas Jember untuk tampil di partai puncak harus pupus setelah Tim Lahbako-San terhenti di babak semifinal. Meski demikian, keberhasilan menembus empat besar nasional menunjukkan kemampuan mahasiswa Universitas Jember dalam bersaing di kompetisi robotika tingkat nasional.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Fendy Setyawan, menilai hasil tersebut tetap menjadi pencapaian positif mengingat ketatnya persaingan pada KRAI tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan mencapai babak semifinal membuktikan bahwa Tim Robot Universitas Jember memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
ITS Pertahankan Gelar Juara KRAI 2026
Partai final mempertemukan Tim Robot Richie dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya melawan Robot Maestro Evo milik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sejak awal pertandingan, ITS tampil dominan setelah robot UNY mengalami kendala teknis. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Tim Richie hingga akhirnya memastikan kemenangan telak dengan skor 160-20.
Hasil tersebut membuat ITS sukses mempertahankan gelar juara KRAI sekaligus kembali dipercaya menjadi wakil Indonesia pada ajang ABU Robocon Internasional 2026 yang akan berlangsung di Hong Kong pada Agustus mendatang.
Tak hanya meraih gelar juara, Tim Richie juga berhasil membawa pulang penghargaan Best Design.
Universitas Jember Bawa Pulang Penghargaan Best Innovation
Di balik kegagalan menembus final, Universitas Jember tetap memiliki alasan untuk berbangga. Tim Lahbako-San berhasil meraih penghargaan Best Innovation, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan pengembangan teknologi yang dihadirkan dalam kompetisi.
Selain itu, sejumlah penghargaan lainnya juga diberikan kepada peserta terbaik, yakni:
- Best Strategy diraih Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
- Best K3 diraih Garudago dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
- Best Spirit diraih Napopa dari Universitas Tadulako.
- Best Sportivitas diraih Barelang V dari Politeknik Negeri Batam.
Menjadi Bekal untuk Kompetisi Berikutnya
Fendy Setyawan mengatakan pengalaman Universitas Jember sebagai tuan rumah sekaligus peserta KRAI 2026 menjadi modal penting bagi pengembangan tim robot kampus ke depan.
Menurutnya, hasil yang diraih tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan performa, baik dari sisi inovasi, strategi, maupun kesiapan teknis menghadapi kompetisi berikutnya.
Ia berharap pencapaian Tim Lahbako-San mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Jember untuk terus berinovasi di bidang robotika sehingga pada penyelenggaraan KRAI mendatang dapat melangkah lebih jauh hingga mencapai partai final.
Dengan pengalaman bertanding di tengah persaingan 28 tim terbaik nasional serta penghargaan Best Innovation yang berhasil diraih, Universitas Jember optimistis dapat terus memperkuat tradisi prestasi di bidang robotika sekaligus melahirkan inovasi teknologi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber Berita: kissfmjember.com











