Rektor UIN KHAS Jember Soroti Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

Minggu, 1 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

dok.radarjember.jawapos.com

dok.radarjember.jawapos.com

Portalmahasiswa.com – Isu mengenai masa depan pendidikan Islam di tengah era modern dan serba digital kembali mengemuka dalam ruang diskusi publik. Di tengah kompleksitas persoalan zaman—mulai dari derasnya arus informasi hingga kecanggihan teknologi—pendidikan Islam dituntut tidak hanya relevan, tetapi juga visioner. Gagasan strategis inilah yang diangkat Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. H. Hepni, MM, C.PEM, dalam program Kajian Islami di Studio TVRI.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hepni hadir bersama Prof. Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Ketua Bidang Fatwa MUI, sebagai narasumber di Studio 7 TVRI, Jumat (27/2). Kehadiran keduanya memberi warna intelektual yang kuat pada diskusi, sekaligus menegaskan pentingnya peran akademisi dalam memberi arah pemikiran di ruang publik nasional.

Dalam paparannya, Prof. Hepni menekankan bahwa esensi pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia. Pendidikan Islam, menurutnya, tidak berhenti pada transfer ilmu pengetahuan semata. Lebih jauh, ia harus menjadi sarana pembentukan karakter dan peradaban yang bermartabat. Konsep insan kamil pun diangkat sebagai tujuan ideal—yakni manusia paripurna yang matang secara spiritual, tajam secara intelektual, dan peka secara sosial.

Baca Juga :  UGM Periksa Kesehatan 80 Perajin Perak Kotagede, Siapkan Pendampingan Berkelanjutan Selama Tiga Tahun

Ia juga menjelaskan bahwa generasi yang diharapkan lahir dari sistem pendidikan Islam adalah sosok dengan karakter ulil albab dan ulin nuha. Artinya, generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berpikir kritis, mendalam, serta bijaksana dalam mengambil keputusan. Kecerdasan yang utuh, dalam pandangannya, harus menyatu dengan kebijaksanaan.

Memasuki pembahasan tentang era digital, Prof. Hepni menyoroti bahwa perkembangan teknologi tidak cukup direspons hanya dengan peningkatan kapasitas akademik dan literasi digital. Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan fondasi moral yang kokoh. Generasi muda, katanya, harus memiliki karakter al-amin—pribadi yang jujur, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Logo UIN KHAS Jember Resmi Hiasi Jersey Persid, Sinergi Kampus dan Sepak Bola Menuju Liga Nasional

“Di tengah derasnya arus digital, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kebertahan dan kokoh secara moral dan spiritual,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tantangan terbesar pendidikan Islam hari ini bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan menjaga keseimbangan antara kecerdasan dan akhlak. Digitalisasi tanpa nilai hanya akan melahirkan generasi yang pintar, tetapi rapuh secara moral.

Kehadiran Rektor UIN KHAS Jember dalam program Kajian Islami TVRI Nasional ini diharapkan mampu memberi inspirasi sekaligus arah baru dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pendidikan Islam dituntut tetap teguh pada nilai, namun lincah dalam beradaptasi—agar mampu melahirkan generasi masa depan yang unggul, berkarakter, dan berintegritas.

Sumber Berita: radarjember.jawapos.com

Berita Terkait

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan
UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur
UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI
20 Mahasiswa Resmi Jadi Duta Kampus UIN KHAS Jember 2026
UGM Usulkan Transformasi Ekonomi Desa Lewat Industri Agroteknologi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 12:08

UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Selasa, 1 September 2026 - 23:09

UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:10

UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI

Berita Terbaru