Merintis Karier dari Nol: Kisah Alumni ITB Jadi Aerodynamics Engineer di Airbus UK

ikon kampus daily

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.itb.ac.id

dok.itb.ac.id

Portalmahasiswa.com – Bagi Rivaldy Varianto Susilo, alumni Program Studi Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2010, berkarier di industri manufaktur pesawat terbang bukanlah mimpi yang ingin diraih secara instan. Sejak awal, ia menyadari bahwa perjalanan menuju karier besar harus ditempuh melalui proses panjang, dimulai dari langkah-langkah kecil yang dijalani secara konsisten.

Ketertarikan Rivaldy terhadap dunia dirgantara mulai tumbuh sejak masa perkuliahan. Ia meyakini bahwa seorang insinyur tidak cukup hanya memahami banyak hal secara umum, tetapi perlu memiliki spesialisasi yang benar-benar dikuasai. Prinsip inilah yang mendorongnya aktif terlibat dalam kegiatan riset dan pengembangan teknologi. Puncaknya, pada 2013, ia menginisiasi Aksantara ITB, sebuah unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada riset dan pengembangan pesawat nirawak atau drone.

Dari Startup Drone ke Industri Aviasi

Langkah profesional Rivaldy tidak serta-merta membawanya ke perusahaan besar. Pada periode 2013–2014, ia berperan sebagai Founder sekaligus Team Leader Aksantara ITB. Dalam posisi tersebut, ia memimpin tim mahasiswa melakukan riset dan pengembangan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Pengalaman ini menjadi pintu awal bagi Rivaldy untuk memahami dunia rekayasa terapan, kepemimpinan tim, serta pengambilan keputusan teknis yang berdampak langsung pada hasil kerja.

Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya ke ranah profesional dengan bergabung sebagai Chief of Technical & Engineering di Aerogeosurvey pada 2015–2016. Di fase ini, Rivaldy mulai bersentuhan langsung dengan dinamika industri yang sesungguhnya, mulai dari pengelolaan tim teknis, penjagaan kualitas engineering, hingga menjembatani kebutuhan bisnis dengan aspek teknis.

Baca Juga :  Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur'an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Tahun 2016 menjadi titik penting ketika Rivaldy bergabung dengan Airbus Helicopters Indonesia sebagai Production Controller. Peran tersebut memberinya pemahaman menyeluruh mengenai alur produksi, manajemen waktu, serta koordinasi lintas fungsi dalam industri aviasi yang menuntut ketelitian tinggi. Kepercayaan yang ia bangun kemudian membawanya pada tanggung jawab lebih besar sebagai Project Manager pada periode 2019–2021, mengelola proyek-proyek kompleks dengan standar keselamatan yang ketat.

Menembus Panggung Global

Di tengah perjalanan kariernya, Rivaldy juga aktif mengembangkan diri melalui jejaring internasional. Pada 2018–2019, ia terlibat sebagai British Council Ambassador, sebuah peran yang memperluas wawasannya mengenai kolaborasi global dan pengembangan talenta lintas negara.

Untuk memperkuat fondasi akademik dan manajerial, Rivaldy melanjutkan studi magister di bidang Aerospace Engineering Management di University of Glasgow. Selama menempuh pendidikan di Inggris, ia aktif membangun jejaring dan menjajaki berbagai peluang karier. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah proses seleksi yang ia ikuti belum membuahkan hasil sesuai harapan.

“Saya mendaftar lebih dari 100 posisi di internal Airbus dan gagal. Tapi ya tinggal coba lagi saja sampai berhasil,” ujarnya.

Baca Juga :  Program Dasacita Rektor Berbuah Hasil, Jurnal UIN KHAS Jember Naik Peringkat SINTA

Bagi Rivaldy, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran dan penguatan mental dalam membangun karier.

Usai menyelesaikan studi, ia sempat kembali ke Indonesia dan melanjutkan kiprahnya di Airbus Helicopters Indonesia. Meski demikian, semangatnya untuk menembus level global tidak pernah padam. Ketekunan yang ia bangun selama bertahun-tahun akhirnya berbuah manis. Sejak 2022, Rivaldy resmi bergabung sebagai Aerodynamics Engineer di Airbus UK, Bristol, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan karier yang telah ia rintis lebih dari satu dekade.

Di luar peran profesionalnya, Rivaldy juga aktif berbagi pengalaman dan pengetahuan. Ia terlibat sebagai Career Mentor di YIPA UK pada 2024–2025 serta menjalankan peran sebagai Talent Advisor. Pada 2025, ia mendirikan Get Karier, sebuah platform pengembangan karier dan personal yang bertujuan membuka akses serta memperluas wawasan profesional muda Indonesia agar berani bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui perjalanan yang panjang dan penuh dinamika ini, Rivaldy Varianto Susilo menunjukkan bahwa karier global dibangun melalui proses bertahap, kerja keras, kegagalan, dan kemauan untuk terus belajar.

“Percaya saja bahwa semua orang sukses yang teman-teman lihat, itu pasti sudah melewati banyak kegagalan dan jatuh Bangun,” ungkapnya.

Langkah dan konsistensi Rivaldy kini menjadi inspirasi bahwa mimpi besar layak diperjuangkan dengan kesabaran, ketekunan, dan keyakinan untuk terus melangkah.

Sumber Berita: itb.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru