Mahasiswa FISIP UHAMKA Ajarkan Hidroponik untuk Cegah Stunting dan Wujudkan Keluarga Sehat

ikon kampus daily

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok.geotimes.id

dok.geotimes.id

Portalmahasiswa.com – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan bergizi terus didorong melalui berbagai program edukatif. Salah satunya dilakukan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melalui kegiatan bertajuk “Pangan Bergizi dari Lahan Mini: Pelatihan Hidroponik untuk Keluarga Sehat”.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/12/2025) di Markaz Kepal, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada peningkatan gizi keluarga, pencegahan stunting, serta penguatan ketahanan pangan rumah tangga di kawasan perkotaan.

Pelatihan diikuti oleh ibu hamil, ibu muda, kader posyandu, dan warga sekitar. Selama berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi sekaligus praktik bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik.

Hidroponik Jadi Solusi Lahan Sempit

Di tengah terbatasnya lahan di wilayah perkotaan, hidroponik dinilai menjadi alternatif yang efektif untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar di rumah. Metode bercocok tanam tanpa tanah ini memungkinkan masyarakat menanam berbagai jenis sayuran dengan memanfaatkan ruang yang minim serta penggunaan air yang lebih efisien.

Baca Juga :  Dosen UGM Terlibat dalam Penyusunan Pedoman Internasional Pengembangan Kota Pintar

Ketua Umum Gerakan Teman Berbagi, Abi Hakim Rusyadi, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, hidroponik bukan sekadar teknik bertani modern, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Ketika keluarga mampu memproduksi pangannya sendiri, khususnya sayuran bergizi, maka ketergantungan terhadap pasar bisa berkurang. Ini juga menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, terutama bagi ibu hamil dan anak.

Peserta dikenalkan pada manfaat sayuran hijau seperti bayam dan kangkung yang kaya akan zat besi, asam folat, serta vitamin. Kandungan nutrisi tersebut dinilai berperan penting dalam mencegah anemia sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga serta berbagai tantangan yang dihadapi sehari-hari.

Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa penyediaan pangan sehat dapat dimulai dari pekarangan rumah dengan biaya yang relatif terjangkau.

Praktik Menanam Langsung Tingkatkan Antusiasme Peserta

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti sesi praktik hidroponik.

Mahasiswa memperkenalkan berbagai komponen dasar hidroponik, mulai dari media tanam, nutrisi tanaman, hingga teknik perawatan yang tepat. Setelah itu, peserta mencoba secara langsung menanam benih bayam dan kangkung menggunakan sistem hidroponik sederhana.

Baca Juga :  Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur'an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Pendekatan praktik tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan budidaya tanaman sekaligus meningkatkan motivasi untuk menerapkannya secara mandiri di rumah.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan muncul mengenai teknik perawatan, waktu panen, hingga peluang memanfaatkan hasil panen sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Untuk memastikan peserta dapat mengembangkan hasil pelatihan, panitia juga memberikan pendampingan awal agar masyarakat tidak mengalami kesulitan setelah kegiatan berakhir.

Mahasiswa Hadir sebagai Agen Perubahan Sosial

Pelatihan ini tidak hanya membahas teknik bercocok tanam, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, komunitas, dan masyarakat dalam mencari solusi atas persoalan gizi serta kesehatan keluarga.

Program tersebut sekaligus mencerminkan penerapan konsep triple bottom line, yaitu people, planet, dan profit. Dari sisi people, kegiatan mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi keluarga. Dari sisi planet, hidroponik menjadi metode pertanian yang hemat air dan ramah lingkungan. Sementara dari sisi profit, hasil panen berpotensi dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga.

Melalui kegiatan “Pangan Bergizi dari Lahan Mini”, mahasiswa FISIP UHAMKA berharap masyarakat semakin termotivasi membangun pola hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berkontribusi langsung di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial.

Sumber Berita: geotimes.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru