Kolaborasi BRIN, Unpad, dan USM Dorong Inovasi Obat Berbasis Tanaman Tropis

ikon kampus daily

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. brin.go.id

dok. brin.go.id

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat posisinya dalam pengembangan riset kesehatan melalui kerja sama internasional. Kali ini, BRIN menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universiti Sains Malaysia (USM) untuk membentuk Pusat Kolaborasi Penelitian Penemuan Obat dari Tanaman Meliaceae Indonesia. Inisiatif tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan obat baru berbasis kekayaan biodiversitas tropis yang dimiliki Indonesia.

Pembentukan pusat kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PRBBOOT) BRIN, Universitas Padjadjaran, dan Universiti Sains Malaysia yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (7/7).

Kolaborasi tersebut menjadi fondasi lahirnya konsorsium penelitian yang menggabungkan keunggulan ilmiah dari ketiga institusi. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi lead compound atau senyawa utama yang berpotensi dikembangkan menjadi kandidat obat baru berbasis bahan alam.

Mengoptimalkan Kekayaan Hayati Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia dengan kekayaan flora yang sangat melimpah. Berbagai jenis tumbuhan tropis yang tumbuh di Indonesia menyimpan metabolit sekunder dengan struktur kimia yang unik dan memiliki potensi besar sebagai bahan baku pengembangan obat modern.

Di sisi lain, tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi masih menjadi tantangan yang harus diatasi. Karena itu, penguatan riset berbasis sumber daya hayati dalam negeri menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kemandirian industri farmasi nasional.

Melalui kolaborasi ini, pemanfaatan biodiversitas Indonesia diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi ilmiah, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat daya saing riset nasional di tingkat global.

Fokus pada Tanaman Famili Meliaceae

Kepala PRBBOOT BRIN, Sofa Fajriah, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi penelitian antara Indonesia dan Malaysia, terutama dalam pemanfaatan biodiversitas sebagai sumber senyawa bioaktif.

“Kerja sama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi penelitian dalam pemanfaatan kekayaan biodiversitas Indonesia dan Malaysia sebagai sumber penemuan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi kandidat obat baru,” ujar Sofa.

Baca Juga :  Fakultas Keislaman UTM Konsolidasikan Ekspansi Akademik ke DIKTIS Kemenag RI

Menurutnya, Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan berupa kekayaan sumber daya hayati yang sangat potensial untuk mendukung pengembangan farmasi berbasis bahan alam.

Salah satu kelompok tumbuhan yang menjadi fokus penelitian adalah famili Meliaceae, yang diketahui menghasilkan metabolit sekunder dengan struktur kimia beragam dan aktivitas biologis yang menjanjikan.

Sofa juga menegaskan bahwa BRIN berkomitmen mengembangkan penelitian yang mendukung pemanfaatan biodiversitas secara berkelanjutan sekaligus menghasilkan inovasi kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi Multidisiplin Tiga Institusi

Penemuan obat modern membutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keilmuan. Dalam konsorsium ini, setiap institusi memiliki peran strategis sesuai kompetensi masing-masing.

Universitas Padjadjaran berfokus pada eksplorasi botani, isolasi metabolit sekunder, serta karakterisasi berbagai senyawa bahan alam.

Sementara itu, Universiti Sains Malaysia memiliki keunggulan dalam proses elusidasi struktur menggunakan teknik spektroskopi tingkat lanjut dan sintesis senyawa kimia.

Di sisi lain, BRIN menyediakan dukungan berupa infrastruktur penelitian, fasilitas laboratorium modern, pemodelan komputasi, pengujian aktivitas biologis, hingga fasilitasi hilirisasi hasil riset dan perlindungan kekayaan intelektual.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi lead compound yang nantinya dapat dikembangkan menjadi kandidat obat baru.

Melanjutkan Kerja Sama yang Sudah Terjalin

Kerja sama ini bukanlah kolaborasi yang dimulai dari nol. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, Desi Harneti Putri Huspa, menjelaskan bahwa hubungan ilmiah antara ketiga institusi telah berlangsung sejak sekitar tahun 2015.

“Penandatanganan ini menjadi tonggak penting untuk semakin memperkuat kolaborasi penelitian di bidang kimia bahan alam dan penemuan obat berbasis tumbuhan famili Meliaceae yang telah terjalin selama hampir satu dekade,” ujarnya.

Selama hampir sepuluh tahun terakhir, kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, sekaligus melahirkan lulusan sarjana, magister, dan doktor melalui penelitian bersama.

Desi berharap kerja sama yang telah dibangun mampu menghasilkan lebih banyak inovasi, mulai dari penemuan senyawa baru, pengembangan formulasi obat, hilirisasi hasil penelitian, hingga pemanfaatannya secara nyata bagi masyarakat.

Mendukung Target Pembangunan Berkelanjutan

Pandangan senada juga disampaikan Mohamad Nurul Azmi Mohamad Taib dari School of Chemical Sciences, Universiti Sains Malaysia.

Baca Juga :  Pemkab Banyuwangi Lepas 210 Mahasiswa Unair untuk KKN-BBK di 22 Desa

Menurutnya, pengalaman kolaborasi selama lebih dari satu dekade menjadi fondasi kuat dalam membangun konsorsium penelitian yang lebih terstruktur serta berorientasi pada dampak nyata.

“Kolaborasi ini memadukan keunggulan masing-masing institusi sehingga mampu membentuk ekosistem penelitian yang saling melengkapi dan mempercepat penemuan lead compound dari tumbuhan famili Meliaceae Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 mengenai kesehatan yang baik dan kesejahteraan serta Tujuan 17 tentang kemitraan global.

Penelitian Berlangsung Selama Tiga Tahun

Penelitian akan difokuskan pada sejumlah spesies tanaman famili Meliaceae, seperti Aglaia, Chisocheton, Swietenia, Dysoxylum, dan Lansium. Tanaman-tanaman tersebut diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antidiabetes, hingga mampu melawan mikroorganisme yang resisten terhadap obat.

Selain tanaman inang, para peneliti juga akan mengeksplorasi jamur endofit yang hidup berasosiasi dengan tanaman tersebut karena berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif baru.

Sesuai kerangka kerja sama, penelitian akan berlangsung selama tiga tahun. Tahap awal meliputi eksplorasi botani, pengumpulan sampel, ekstraksi, isolasi, serta karakterisasi metabolit sekunder.

Selanjutnya dilakukan elusidasi struktur menggunakan teknik spektroskopi tingkat lanjut, sintesis dan modifikasi senyawa, pengujian aktivitas biologis, studi mekanisme kerja, pemodelan molekuler berbasis komputasi, hingga proses seleksi dan validasi lead compound.

Tahap akhir difokuskan pada publikasi ilmiah internasional, perlindungan kekayaan intelektual, diseminasi hasil penelitian, serta penguatan hilirisasi inovasi. Seluruh proses akan melibatkan pertukaran peneliti, dosen, dan mahasiswa, sekaligus memanfaatkan fasilitas laboratorium yang dimiliki BRIN, Unpad, dan USM.

Kerja sama penelitian ini diketuai oleh Unang Supratman dari Departemen Kimia FMIPA Unpad. Dari BRIN, kegiatan dikoordinasikan oleh Al Arofatus Naini sebagai person in charge (PIC) PRBBOOT, sedangkan dari USM dikoordinasikan oleh Mohamad Nurul Azmi Mohamad Taib.

Melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan ilmu botani, kimia bahan alam, farmasi, kedokteran, mikrobiologi, dan komputasi, konsorsium ini menargetkan lahirnya publikasi ilmiah internasional, ekstrak tanaman terstandar, senyawa metabolit sekunder yang telah terkarakterisasi, metode identifikasi senyawa penanda, data aktivitas biologis kandidat obat, hingga rancangan paten dan perlindungan kekayaan intelektual.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat penemuan obat berbasis biodiversitas Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem riset nasional yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru