KKN BBK 7 UNAIR Dampingi Posyandu Desa Kresek, Dorong Kesadaran Cek Kesehatan Rutin Warga

ikon kampus daily

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. Unair.ac.id

dok. Unair.ac.id

PortalMahasiswa.com |– Posyandu terpadu bertajuk “Sehat Bersama Kresek” kembali menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026 ini bertempat di kediaman Pak Wo, salah satu kader Posyandu Desa Kresek. Program tersebut merupakan bagian dari agenda kerja bidang kesehatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang sedang bertugas di Dusun Sewu, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian layanan kesehatan. Kehadiran mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR tidak hanya sebatas membantu teknis pelaksanaan posyandu, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan serta deteksi dini penyakit tidak menular. Fokus pemeriksaan diarahkan pada hipertensi, risiko gula darah tinggi, kolesterol, dan asam urat. Jenis penyakit tersebut dipilih karena cukup banyak dikeluhkan masyarakat dan kerap berkembang tanpa disertai gejala yang jelas pada tahap awal.

Bidan setempat menyampaikan bahwa sebagian warga Desa Kresek memiliki kecenderungan kolesterol tinggi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak terpantau secara rutin. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting agar warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan segera melakukan tindak lanjut yang diperlukan.

Alur pelayanan diawali dengan pengisian daftar hadir oleh peserta. Setelah itu, mahasiswa secara bergantian melakukan pemeriksaan tekanan darah. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dengan teliti pada lembar pencatatan posyandu. Data tersebut menjadi dasar bagi bidan dalam memberikan konsultasi dan menentukan langkah pemeriksaan lanjutan yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.

Baca Juga :  Institut SEBI dan IZI Adakan Outlook Filantropi Islam Tahun 2026

Berdasarkan tekanan darah serta keluhan yang disampaikan warga, bidan memberikan arahan mengenai tindakan selanjutnya. Sebagian peserta disarankan untuk menjalani pemeriksaan tambahan, sementara yang lain mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Proses ini menunjukkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, kader posyandu, dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif.

Mengikuti rekomendasi bidan, mahasiswa melanjutkan pemeriksaan kesehatan sederhana berupa cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat portabel yang memungkinkan hasil diketahui secara cepat. Seluruh data hasil pemeriksaan kembali dicatat untuk memudahkan pemantauan pada kunjungan berikutnya serta mengidentifikasi warga yang membutuhkan kontrol rutin atau pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Di sela-sela kegiatan, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut meliputi pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, memperbanyak asupan sayur serta buah, menjaga aktivitas fisik, dan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pesan-pesan ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh warga.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Layanan posyandu ini menjangkau lansia dengan rentang usia yang beragam. Bahkan, terdapat peserta yang lahir pada tahun 1945 yang tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Hal ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, sekaligus menunjukkan kepercayaan warga terhadap layanan yang diberikan.

Baca Juga :  BP3 UNJ dan Unhan RI Perkuat Kompetensi Dosen lewat ToT PEKERTI-AA

Setelah proses pemeriksaan dan konsultasi selesai, bidan memberikan obat serta saran kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing peserta. Pemberian obat disertai penjelasan mengenai aturan pakai dan anjuran lanjutan, sehingga warga dapat lebih memahami langkah perawatan yang perlu dilakukan di rumah.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa membagikan makanan ringan kepada peserta. Selain sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun kedekatan dan suasana kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Kresek. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat memperkuat hubungan kolaboratif selama masa pelaksanaan KKN.

Ke depan, seluruh hasil pencatatan pemeriksaan akan dikoordinasikan bersama kader posyandu dan bidan setempat. Langkah ini bertujuan mempermudah pemantauan kondisi kesehatan warga serta memastikan bahwa peserta yang membutuhkan tindak lanjut dapat terlayani dengan baik. Dengan demikian, kegiatan posyandu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui posyandu terpadu “Sehat Bersama Kresek”, mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Sumber Berita: unair.ac.id

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru