Portalmahasiswa.com | Jakarta–Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang kembali melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam kontribusi nyata kepada lingkungan pendidikan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berfokus untuk memberikan edukasi mengenai literasi konsumsi serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih bijak di kalangan pelajar. Melalui program ini, siswa didorong untuk memahami bahwa penampilan menarik tidak harus identik dengan pembelian berlebihan.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Al-Makmur Jakarta dengan sasaran siswa yang berada pada fase remaja, kelompok usia yang sangat dekat dengan perkembangan tren digital dan budaya visual media sosial. Tim pelaksana melihat bahwa paparan konten estetika yang terus-menerus sering mendorong pembelian barang bukan karena kebutuhan, tetapi karena keinginan untuk mengikuti tampilan yang dianggap menarik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan serta kebiasaan konsumtif sejak dini.
Tim PKM memposisikan minimalisme bukan sebagai larangan membeli, melainkan cara berpikir. Siswa diajak memahami bahwa nilai suatu barang terletak pada fungsi dan prioritas, bukan sekadar tampil menarik di kamera. Perspektif ini menjadi pintu masuk untuk membangun kedewasaan dalam mengambil keputusan konsumsi.
Materi diberikan melalui seminar interaktif, diskusi kelompok, hingga simulasi pengelolaan uang saku. Pada tahap awal, peserta diminta memetakan kebiasaan belanja mereka. Hasilnya cukup tegas, sebagian besar pengeluaran terjadi karena mengikuti tren, bukan kebutuhan nyata. Fakta ini kemudian menjadi bahan refleksi bersama. Memasuki sesi inti, siswa berlatih memilah kebutuhan dan keinginan. Mereka mencoba menyusun anggaran sederhana serta menilai kembali barang yang sebenarnya jarang digunakan. Proses ini membantu peserta menyadari bahwa tampilan estetik tetap bisa dicapai tanpa harus terus membeli hal baru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap lahir kebiasaan baru seperti berpikir sebelum membeli, menghargai fungsi, dan berani berbeda dari tekanan tren digital. Karakter seperti inilah yang menjadi fondasi kemandirian finansial di masa depan.
Kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah menengah menjadi bukti bahwa persoalan konsumtif pada remaja dapat direspons melalui edukasi yang tepat sasaran. Upaya kecil ini diharapkan menjadi langkah awal menuju generasi muda yang lebih rasional, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap pilihan hidupnya.
Penulis: Yasmin Isnaini Wulandari, Aprillia Permata Dewi, Disti Amelia (Mahasiswa Universitas Pamulang)











