Diminati 84 Ribu Peserta SNBT, Begini Potret Karier Alumni UGM

ikon kampus daily

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. detik.com

dok. detik.com

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi paling diminati di Indonesia. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, kampus yang berlokasi di Yogyakarta ini berhasil masuk dalam tiga besar perguruan tinggi negeri dengan jumlah pendaftar terbanyak.

Dari total 871.496 peserta yang mengikuti SNBT 2026, sebanyak 84.637 calon mahasiswa tercatat memilih UGM sebagai tujuan pendidikan tinggi mereka. Angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa reputasi UGM masih sangat tinggi di mata masyarakat Indonesia.

Namun, tingginya minat calon mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas akademik dan fasilitas kampus. Banyak calon mahasiswa juga mempertimbangkan prospek karier lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Pertanyaan yang sering muncul adalah, di mana para alumni UGM bekerja setelah lulus?

Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat ditemukan melalui hasil Tracer Study UGM 2025 yang dilakukan oleh Kantor Alumni UGM. Survei ini memberikan gambaran mengenai perjalanan karier para lulusan serta relevansi pendidikan yang mereka tempuh dengan pekerjaan yang dijalani saat ini.

Perusahaan Swasta Menjadi Pilihan Utama Alumni

Hasil Tracer Study UGM 2025 menunjukkan bahwa mayoritas lulusan program Sarjana (S1) dan Sarjana Terapan (D4) bekerja di sektor swasta.

Sebanyak 61,91 persen responden menyatakan bekerja di perusahaan swasta. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor pekerjaan lainnya.

Dominasi sektor swasta menunjukkan bahwa dunia industri masih menjadi tujuan utama para lulusan UGM dalam membangun karier profesional. Berbagai bidang usaha, mulai dari teknologi, keuangan, manufaktur, energi, hingga sektor jasa, menjadi tempat berkarier bagi para alumni.

Selain menawarkan peluang kerja yang luas, perusahaan swasta umumnya memberikan ruang yang besar bagi pengembangan kompetensi, inovasi, dan percepatan karier yang menjadi daya tarik tersendiri bagi lulusan baru.

Sementara itu, sebagian alumni lainnya memilih jalur karier di sektor publik maupun kewirausahaan.

Sebaran Tempat Kerja Alumni UGM

Berdasarkan data Tracer Study UGM 2025, berikut sebaran institusi tempat bekerja lulusan Sarjana dan Sarjana Terapan:

  • Perusahaan swasta: 61,91%
  • Instansi pemerintahan: 14,23%
  • BUMN/BUMD: 10,12%
  • Wiraswasta/perusahaan sendiri/self-employer: 4,18%
  • Organisasi nonprofit/lembaga swadaya masyarakat: 2,61%
  • Institusi atau organisasi multilateral: 2,46%
  • Lainnya: 6,70%
Baca Juga :  Inilah 6 Langkah Dr. Faisal Bawa IAIN Papua jadi Gerbang Keilmuan Islam di Kawasan Indo-Pasifik

Data tersebut menunjukkan bahwa selain sektor swasta, instansi pemerintahan juga masih menjadi pilihan karier yang cukup diminati. Banyak alumni yang memilih berkontribusi melalui berbagai lembaga negara dan pelayanan publik.

Di sisi lain, keberadaan lulusan yang berwirausaha juga mencerminkan tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan alumni UGM. Meski persentasenya belum sebesar sektor lainnya, tren ini menunjukkan bahwa semakin banyak lulusan yang berani membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Menariknya, sebagian alumni juga berhasil meniti karier di organisasi internasional dan lembaga multilateral yang memiliki cakupan kerja lintas negara.

Tingkat Kesesuaian Pendidikan dengan Pekerjaan

Salah satu indikator penting dalam tracer study adalah tingkat kesesuaian antara pendidikan yang ditempuh dengan pekerjaan yang dijalani setelah lulus.

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas alumni merasa ilmu yang diperoleh selama kuliah masih relevan dengan pekerjaan mereka saat ini.

Sekitar 62 persen responden menyatakan pekerjaan yang mereka jalani memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang studi yang dipelajari selama menempuh pendidikan di UGM.

Rincian tingkat kesesuaian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sangat relevan: 31,47%
  • Relevan: 31,51%
  • Cukup relevan: 20,69%
  • Kurang relevan: 9,41%
  • Tidak relevan: 6,90%

Jika kategori “sangat relevan” dan “relevan” digabungkan, maka lebih dari enam dari sepuluh lulusan merasa pendidikan yang mereka peroleh memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan mereka.

Temuan ini menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan UGM masih mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Pendidikan Tinggi dan Kebutuhan Industri

Kesesuaian antara pendidikan dan pekerjaan menjadi salah satu indikator keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional.

Di tengah perubahan teknologi dan transformasi industri yang berlangsung cepat, perguruan tinggi dituntut untuk terus memperbarui kurikulum agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Data dari Tracer Study UGM menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan mampu mengaplikasikan kompetensi akademik yang diperoleh selama masa perkuliahan ke dalam pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga :  Universitas Brawijaya Resmi Buka Dua Prodi Saintek Baru di SNBT 2026

Meski demikian, masih terdapat lulusan yang bekerja di bidang yang tidak sepenuhnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari. Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi karena banyak profesi saat ini membutuhkan kemampuan lintas disiplin yang tidak selalu terbatas pada satu bidang studi tertentu.

Kemampuan adaptasi, komunikasi, kepemimpinan, serta keterampilan digital sering kali menjadi faktor yang sama pentingnya dengan latar belakang pendidikan formal.

Tracer Study UGM 2025 Libatkan Ribuan Alumni

Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi lulusan, Tracer Study UGM 2025 dilaksanakan secara daring pada periode April hingga Agustus 2025.

Survei ini melibatkan berbagai jenjang pendidikan yang telah menyelesaikan studi pada tahun 2024.

Pada Program Sarjana Terapan, terdapat 1.007 lulusan dengan 882 responden yang mengisi survei, menghasilkan tingkat respons sebesar 87,59 persen.

Sementara itu, Program Sarjana mencatat 7.609 lulusan dengan 5.483 responden atau tingkat respons sebesar 72,06 persen.

Untuk Program Profesi, dari 1.143 lulusan terdapat 612 responden yang berpartisipasi, dengan tingkat respons mencapai 53,54 persen.

Pada Program Magister, sebanyak 2.908 dari total 4.129 lulusan mengisi survei, menghasilkan tingkat respons 70,43 persen. Sedangkan Program Doktor mencatat tingkat respons sebesar 72,43 persen dengan 289 responden dari total 339 lulusan.

Adapun Program Spesialis memiliki tingkat respons 77,95 persen dengan 258 responden dari 331 lulusan. Sementara Program Subspesialis mencatat tingkat respons sebesar 54,24 persen.

Untuk Program Profesi Insinyur, tingkat respons masih relatif rendah, yakni 6,54 persen atau 103 responden dari total 1.574 lulusan.

Gambaran Positif Prospek Alumni UGM

Hasil Tracer Study UGM 2025 memberikan gambaran positif mengenai daya saing lulusan UGM di dunia kerja. Mayoritas alumni berhasil terserap di berbagai sektor strategis, terutama perusahaan swasta yang menjadi tujuan utama karier mereka.

Selain itu, tingginya tingkat kesesuaian antara pendidikan dan pekerjaan menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama masa kuliah masih relevan dengan kebutuhan industri dan dunia profesional.

Data ini tidak hanya menjadi bahan evaluasi bagi kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi referensi berharga bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui prospek karier setelah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Dengan reputasi akademik yang kuat dan jaringan alumni yang luas, UGM terus menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Sumber Berita: detik.com

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru