Belajar Untung Rugi Sambil Bermain, Mahasiswa Unpam Ajak Anak Jadi Generasi Cerdas Finansial

ikon kampus daily

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. tangerangonline.id

dok. tangerangonline.id

Portalmahasiswa.com |- Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini. Melalui tema “Edukasi Matematika dan Permainan Untung Rugi”, para mahasiswa mengajak anak-anak belajar mengenal uang, menabung, hingga memahami konsep untung dan rugi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Program yang berlangsung di Urban School Guru Muslich, Pondok Pucung, Kota Tangerang Selatan, ini menyasar siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Dengan pendekatan edukatif yang interaktif, kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

Literasi Keuangan Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu keterampilan penting yang sebaiknya diperkenalkan sejak anak-anak. Pemahaman mengenai nilai uang, pentingnya menabung, hingga konsep sederhana mengenai keuntungan dan kerugian dapat membantu membangun karakter yang bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

Melihat pentingnya hal tersebut, tim mahasiswa yang terdiri dari Bagas Saputra, Ahmad Dzuror Arrazi, dan Muhamad Farhan Azizi menginisiasi kegiatan PKM dengan konsep pembelajaran yang dikemas secara menarik agar sesuai dengan usia peserta.

Mereka menilai bahwa pendidikan keuangan tidak harus diberikan melalui materi yang rumit. Sebaliknya, konsep-konsep dasar dapat dikenalkan melalui permainan, simulasi, serta aktivitas yang membuat anak belajar sambil bermain.

Mengajarkan Konsep Keuangan Lewat Permainan Edukatif

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui berbagai metode pembelajaran yang interaktif, mulai dari penyuluhan sederhana, simulasi, permainan edukatif, hingga praktik langsung.

Bagi peserta dari jenjang TK, materi difokuskan pada pengenalan bentuk dan nilai mata uang rupiah. Anak-anak juga diajak memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk ditabung sebagai kebiasaan positif sejak kecil.

Baca Juga :  PKM Mahasiswa Unpam, Bekali Remaja di Depok tentang Pengelolaan Keuangan

Sementara itu, peserta tingkat SD mendapatkan materi yang lebih aplikatif mengenai konsep untung dan rugi. Mereka diajak mengikuti simulasi jual beli sederhana sehingga dapat memahami bagaimana seseorang memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian dalam aktivitas perdagangan.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung proses perhitungan sederhana sehingga materi lebih mudah dipahami.

Suasana Belajar yang Menyenangkan

Salah satu keunggulan kegiatan ini adalah penggunaan metode pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak merasa sedang mengikuti pelajaran formal, melainkan menikmati berbagai permainan yang sekaligus mengandung unsur edukasi.

Berbagai aktivitas dirancang agar peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta mencoba menghitung sendiri nilai uang maupun hasil transaksi sederhana.

Pendekatan belajar sambil bermain terbukti membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan hingga selesai.

Interaksi dua arah antara mahasiswa dan peserta juga menjadi faktor penting yang membuat proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Mengenalkan Pentingnya Menabung

Selain memahami konsep untung dan rugi, salah satu materi utama yang diberikan adalah pentingnya menabung sejak usia dini.

Mahasiswa menjelaskan bahwa menabung bukan hanya sekadar menyimpan uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, kesabaran, dan kemampuan mengatur pengeluaran.

Dengan bahasa yang sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa uang yang disimpan hari ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang.

Melalui pembiasaan tersebut diharapkan mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah menghabiskan uang secara impulsif.

Simulasi Jual Beli untuk Memahami Untung dan Rugi

Bagi siswa SD, simulasi jual beli menjadi sesi yang paling menarik.

Dalam permainan tersebut, peserta berperan sebagai penjual dan pembeli menggunakan uang mainan. Mereka diminta menghitung modal, harga jual, hingga mengetahui apakah transaksi yang dilakukan menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.

Konsep matematika dasar yang selama ini dipelajari di sekolah menjadi lebih mudah dipahami karena langsung diterapkan dalam situasi yang menyerupai kehidupan sehari-hari.

Melalui simulasi tersebut, peserta belajar bahwa setiap keputusan dalam kegiatan ekonomi memiliki konsekuensi yang perlu diperhitungkan dengan baik.

Baca Juga :  Manajemen Produksi dalam Industri Manufaktur

Hasil Evaluasi Menunjukkan Respons Positif

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Metode pembelajaran interaktif membuat anak-anak lebih cepat memahami materi dibandingkan hanya melalui penjelasan secara teori.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan tim pelaksana, peserta mampu mengenali berbagai pecahan mata uang rupiah, memahami manfaat menabung, serta dapat membedakan kondisi yang menghasilkan keuntungan maupun kerugian.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan belajar melalui permainan mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep dasar literasi keuangan.

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Program ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ilmu akuntansi yang selama ini dipelajari di ruang kelas diterjemahkan menjadi materi yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh anak-anak.

Selain meningkatkan kemampuan akademik, pengalaman ini juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Mendukung Terbentuknya Generasi Melek Finansial

Literasi keuangan kini menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda.

Semakin dini anak memahami cara mengelola uang, semakin besar peluang mereka menjadi individu yang mampu mengambil keputusan finansial secara bijaksana ketika dewasa nanti.

Melalui program PKM ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap edukasi keuangan dapat terus diperluas ke berbagai sekolah sehingga semakin banyak anak memperoleh bekal mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.

Dengan dukungan sekolah, orang tua, serta dunia pendidikan tinggi, upaya membangun generasi yang cerdas secara finansial diharapkan dapat terus berkembang.

Kegiatan “Edukasi Matematika dan Permainan Untung Rugi” menjadi contoh bahwa pembelajaran literasi keuangan tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit. Melalui permainan, simulasi, dan praktik langsung, anak-anak mampu memahami konsep dasar pengelolaan keuangan secara menyenangkan.

Program yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat. Dengan semakin banyak kegiatan serupa, diharapkan budaya menabung, kemampuan berhitung, serta pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dapat tumbuh sejak usia dini dan menjadi bekal penting bagi generasi masa depan.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan
Tim Universitas Brawijaya Raih Silver Medal Internasional Lewat Inovasi Bank Sampah Digital
Dosen UIN KHAS Jember Belajar Al-Qur’an Braille Bersama Penyandang Tunanetra, Perkuat Pengabdian Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Unesa dan UPI Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik dan Riset Kehumasan

Berita Terbaru