Kampusdaily.com – Transformasi layanan administrasi kampus tidak cukup hanya dengan menghadirkan berbagai aplikasi digital. Kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga kependidikan (tendik), dalam mengoperasikan, mengelola, hingga mengintegrasikan sistem digital menjadi faktor penting agar layanan kampus dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan akuntabel.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan melalui “Refreshment dan Pemetaan Kompetensi Digital Tendik di Lingkungan UIN KHAS Jember” yang berlangsung di Hotel Batu Suki, Batu, Jawa Timur, pada 20–21 Agustus 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda pembinaan, tetapi juga menjadi langkah untuk memetakan kemampuan digital para tendik sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan layanan administrasi berbasis teknologi di lingkungan UIN KHAS Jember.
Tes Kompetensi Jadi Langkah Awal Pemetaan Digital Tendik
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes kompetensi digitalisasi tendik yang difasilitasi oleh Tim IBLU. Pemetaan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan teknologi digital di kalangan tenaga kependidikan.
Hasil pemetaan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan peserta, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam merancang program pengembangan kapasitas tendik ke depan.
Dengan begitu, peningkatan kompetensi tidak hanya dilakukan secara umum, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing sumber daya manusia.
Peningkatan Kapasitas untuk Menjawab Tantangan Transformasi
Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur seiring dengan berkembangnya tuntutan transformasi tata kelola perguruan tinggi.
Perubahan sistem administrasi yang semakin mengarah pada digitalisasi membutuhkan tenaga kependidikan yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami perannya dalam menciptakan layanan yang efektif dan terintegrasi.
Pembinaan kemudian dilanjutkan bersama para Wakil Rektor. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai posisi strategis tenaga kependidikan dalam mendukung pencapaian berbagai target kelembagaan UIN KHAS Jember.
Tim IT dan Admin Bahas Persoalan Layanan Digital
Salah satu sesi yang mendapat perhatian khusus adalah sharing session bersama tim IT dan para admin. Peserta yang terdiri atas pranata komputer, admin Tanda Tangan Elektronik (TTE), dan admin Document Management System (DMS) berdiskusi mengenai berbagai persoalan teknis yang ditemui dalam pengelolaan layanan digital sehari-hari.
Diskusi ini menjadi ruang penting untuk membawa berbagai kendala operasional ke dalam pembahasan bersama. Persoalan yang muncul tidak berhenti hanya sebagai masalah teknis, tetapi dipetakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Melalui pendekatan tersebut, kebutuhan terhadap pengembangan sistem dan peningkatan kemampuan tendik dapat diidentifikasi secara lebih terarah.
Perkuat Kekompakan Lewat Gala Dinner dan Outbound
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi digital, kegiatan juga dikemas dengan sejumlah aktivitas kebersamaan. Gala dinner dan outbound menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan membangun komunikasi, kolaborasi, serta kekompakan antartenaga kependidikan.
Kebersamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas bagian. Sebab, transformasi layanan digital tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang baik antarpengelola sistem dan unit kerja.
Pemetaan Kompetensi untuk Pengembangan yang Lebih Terarah
Melalui kegiatan ini, peningkatan mutu tenaga kependidikan diarahkan pada dua aspek sekaligus, yakni penguatan kompetensi individu dan perbaikan kualitas layanan kelembagaan.
Hasil pemetaan kompetensi digital diharapkan dapat menjadi dasar bagi UIN KHAS Jember dalam menentukan kebutuhan pelatihan dan program pengembangan kapasitas tendik secara lebih tepat sasaran.
Dengan pemetaan yang jelas, setiap kebutuhan peningkatan kompetensi dapat ditindaklanjuti melalui pelatihan yang sesuai dengan tantangan dan perkembangan layanan di lingkungan kampus.
Pada akhirnya, transformasi digital di perguruan tinggi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru. Keberhasilan perubahan tersebut sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang menjalankan sistem di balik layanan.
Karena itu, penguatan kompetensi digital tendik menjadi langkah penting bagi UIN KHAS Jember dalam membangun tata kelola kampus yang semakin responsif, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika di era digital.
Sumber Berita: uinkhas.ac.id











