Berawal dari Proses Belajar, Bima Aji Rahmansyah Harumkan Nama UNEJ di Kompetisi MC Nasional

ikon kampus daily

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. unej.ac.id

dok. unej.ac.id

Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking kerap dipandang sebagai bakat alami yang hanya dimiliki sebagian orang. Padahal, kemampuan tersebut sejatinya lahir dari proses belajar yang panjang, latihan yang konsisten, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Bima Aji Rahmansyah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (UNEJ), yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional berkat ketekunannya mengasah kemampuan sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC).

Bagi Bima, dunia public speaking bukan sekadar soal berbicara dengan lancar di atas panggung. Lebih dari itu, profesi seorang MC menuntut kemampuan berpikir cepat, mengendalikan emosi, membangun komunikasi dengan audiens, hingga mampu menjaga jalannya acara dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Prinsip tersebut menjadi bekal utama yang mengantarkannya meraih Juara 2 pada kompetisi Master of Ceremony (MC) MICRAFT tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN Tangerang Selatan pada akhir Juni 2026.

Menjadikan Setiap Kesempatan sebagai Ruang Belajar

Perjalanan Bima dalam dunia public speaking tidak dibangun dengan ambisi mengejar gelar semata. Ia justru memilih menikmati setiap proses yang dijalani sebagai sarana memperkaya pengalaman dan meningkatkan kualitas diri.

Baginya, setiap kesempatan tampil di depan publik merupakan ruang pembelajaran yang tidak pernah berakhir. Melalui pengalaman tersebut, ia dapat terus mengevaluasi kemampuan sekaligus memperluas jejaring dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

“Tujuan saya hanya satu, yaitu belajar dan berkembang. Saya mengikuti kelas public speaking, berlatih secara mandiri di hadapan dosen dan teman, hingga langsung tampil sebagai MC dalam berbagai acara. Proses belajar saya jalani dengan ikhlas tanpa pernah menargetkan sebuah titel,” ungkapnya. Seperti Dilansir unej.ac.id

Pola pikir tersebut membuat Bima mampu menikmati setiap tahapan perjalanan tanpa terbebani oleh ekspektasi yang berlebihan. Baginya, keberhasilan bukan hanya diukur dari piala yang diraih, melainkan dari peningkatan kualitas diri setelah melalui setiap pengalaman.

Baca Juga :  Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky

Mental Tangguh Menghadapi Situasi Tak Terduga

Salah satu tantangan terbesar dalam dunia MC adalah kemampuan beradaptasi ketika acara tidak berjalan sesuai rencana. Tidak semua kondisi dapat diprediksi, sehingga seorang pembawa acara harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Kemampuan itulah yang diuji ketika Bima mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Dalam salah satu sesi penilaian, dewan juri secara tiba-tiba menghentikan penampilannya dan memberikan sebuah studi kasus darurat yang harus diselesaikan secara spontan. Simulasi tersebut dirancang untuk menguji kesiapan peserta menghadapi situasi nyata yang sering terjadi dalam dunia profesional.

Alih-alih panik, Bima justru mampu menjaga ketenangan dan tetap fokus menjalankan perannya sebagai MC.

“Sebagai MC, saya harus tetap profesional dan melanjutkan acara seolah tidak terjadi apa pun, sekaligus menjaga suasana agar tetap kondusif meskipun ada permasalahan yang muncul,” jelasnya mengenai pentingnya aspek adaptabilitas bagi seorang komandan panggung.

Kemampuan mengendalikan situasi seperti inilah yang menjadi salah satu nilai lebih dalam dunia public speaking. Seorang MC bukan hanya berbicara, tetapi juga bertanggung jawab memastikan seluruh rangkaian acara tetap berjalan lancar.

Berbagi Ilmu Melalui Media Sosial

Seiring bertambahnya pengalaman, Bima tidak ingin ilmu yang dimilikinya berhenti pada dirinya sendiri.

Ia mulai memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, sebagai ruang belajar bersama bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

Melalui siaran langsung, Bima kerap membagikan contoh naskah MC sekaligus mengajak para penonton berlatih membaca bersama.

Konsep tersebut mendapat sambutan positif karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar secara langsung tanpa harus mengikuti pelatihan formal.

Selain membagikan pengalaman, aktivitas ini juga menjadi sarana bagi Bima untuk terus belajar dari berbagai sudut pandang yang disampaikan oleh para penontonnya.

Dengan cara tersebut, proses belajar berlangsung secara dua arah sehingga memberikan manfaat bagi semua pihak.

Aktif Berkontribusi di Lingkungan Kampus

Di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Bima juga dikenal aktif menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan resmi kampus.

Baca Juga :  Disdik Kab Bengkalis buka Beasiswa Anak Tempatan dan Beasiswa Suku Adat Terpencil

Mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga acara seremonial fakultas, ia kerap dipercaya memandu jalannya kegiatan.

Kepercayaan tersebut dimaknainya sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk memberikan kontribusi kepada fakultas yang telah menjadi tempatnya berkembang.

Pengalaman tampil di berbagai agenda kampus juga menjadi laboratorium nyata untuk terus mengasah kemampuan berbicara, mengelola audiens, serta membangun rasa percaya diri.

Semakin sering tampil, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh untuk menghadapi berbagai karakter acara dan peserta.

Menginspirasi Mahasiswa untuk Berani Mencoba

Selain aktif sebagai MC, Bima juga ingin mengajak mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal-hal baru.

Menurutnya, keberhasilan tidak pernah datang tanpa keberanian mengambil langkah pertama.

Karena itu, ia selalu menanamkan semangat agar generasi muda tidak ragu keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Lebih baik gagal daripada tidak mencoba sama sekali,” pungkasnya optimis.

Pesan sederhana tersebut menjadi refleksi dari perjalanan hidupnya sendiri. Berbagai pengalaman yang dimiliki saat ini berawal dari keberanian mengambil kesempatan, meskipun pada awalnya belum memiliki pengalaman yang cukup.

Prestasi yang Lahir dari Konsistensi

Keberhasilan meraih Juara 2 dalam kompetisi Master of Ceremony (MC) MICRAFT tingkat nasional menjadi bukti bahwa konsistensi akan selalu menghasilkan pencapaian yang membanggakan.

Prestasi tersebut bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi latihan, evaluasi, dan keberanian menghadapi tantangan.

Kompetisi yang digelar oleh Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN Tangerang Selatan mempertemukan peserta-peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Di tengah persaingan yang ketat, Bima mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pembawa acara yang tidak hanya memiliki kemampuan berbicara, tetapi juga kecerdasan dalam mengelola situasi dan beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Keberhasilan ini sekaligus mengharumkan nama Universitas Jember di tingkat nasional serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa prestasi dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki kemauan untuk terus belajar.

Bagi Bima Aji Rahmansyah, perjalanan di dunia public speaking masih sangat panjang. Gelar juara bukanlah garis akhir, melainkan awal dari proses belajar yang lebih luas. Dengan semangat untuk terus berkembang, berbagi ilmu, dan membuka ruang kolaborasi, ia membuktikan bahwa kesuksesan sejati lahir dari konsistensi, kerendahan hati, serta keberanian menghadapi setiap tantangan yang datang.

Follow WhatsApp Channel kampusdaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!
Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab
Perkuat Keluarga Sakinah, FH UNY dan ‘Aisyiyah Sewon Utara Gelar Edukasi KDRT
PKKMB UNTIRTA 2026 Resmi Dimulai, Jawara Muda Dibekali Nilai Kampus hingga Literasi Teknologi
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Tim IPB Temukan Prediksi Fenomena Kuantum Baru dari Celah Ganda
Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Kirim Artikel atau Tugas Paper Mahasiswa ke Media Online. Ini Caranya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Begini Cara Siswi Thamavitya Mulniti School Jatuh Cinta pada Bahasa Arab

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Perkuat Keluarga Sakinah, FH UNY dan ‘Aisyiyah Sewon Utara Gelar Edukasi KDRT

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PKKMB UNTIRTA 2026 Resmi Dimulai, Jawara Muda Dibekali Nilai Kampus hingga Literasi Teknologi

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Tim IPB Temukan Prediksi Fenomena Kuantum Baru dari Celah Ganda

Berita Terbaru