Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pembukaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dari Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (22/7/2026). Program ini menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Kabupaten Garut.
Sebanyak 360 mahasiswa PPG UPI diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema “Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Satuan Pendidikan Kabupaten Garut.” Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membantu sekolah dalam mengidentifikasi berbagai tantangan pembelajaran sekaligus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Kolaborasi untuk Menjawab Tantangan Pendidikan
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa dunia pendidikan masih menjadi salah satu sektor yang memerlukan perhatian serius. Meski berbagai upaya telah dilakukan, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dari perguruan tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai inovasi pembelajaran, penelitian, maupun pendampingan kepada tenaga pendidik.
“Alhamdulillah, saya yakin UPI adalah lembaga pendidikan terbaik di Indonesia yang fokus dalam bidang pendidikan. Kita meminta orang-orang terbaik untuk membantu Garut,” ujar Abdusy Syakur Amin. Seperti Dilansir garutkab.go.id
Pernyataan tersebut menunjukkan optimisme Pemerintah Kabupaten Garut terhadap kontribusi Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Literasi dan Numerasi Masih Menjadi Fokus
Kemampuan literasi dan numerasi saat ini menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pendidikan. Kedua aspek tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca maupun berhitung, tetapi juga menentukan kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut menempatkan peningkatan literasi dan numerasi sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan. Kehadiran mahasiswa PPG UPI diharapkan mampu memberikan perspektif baru sekaligus membantu guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Melalui pendampingan langsung di sekolah, mahasiswa juga dapat mengamati kondisi nyata proses belajar mengajar sehingga rekomendasi yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Kerja Sama yang Diharapkan Berkelanjutan
Selain pelaksanaan program pengabdian masyarakat, Bupati Garut berharap hubungan antara Pemerintah Kabupaten Garut dan Universitas Pendidikan Indonesia dapat terus berkembang dalam jangka panjang.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan P2M, tetapi juga diperluas melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru, pelatihan profesional, penelitian pendidikan, hingga pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Menurut Abdusy Syakur Amin, kemitraan yang berkelanjutan akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Pemerintah memperoleh dukungan akademik dalam menyusun kebijakan pendidikan, sementara perguruan tinggi memiliki ruang implementasi hasil penelitian secara langsung di masyarakat.
SPs UPI Ingin Memberikan Dampak Nyata
Sementara itu, Dekan Sekolah Pascasarjana UPI, Juntika Nurihsan, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kampus tidak boleh hanya dikenal sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita ingin Sekolah Pascasarjana bukan hanya seperti mercusuar, tetapi betul-betul ingin dirasakan keberadaannya. Pengembangan risetnya, inovasi riset, dan pengembangannya tersosialisasikan serta betul-betul dimanfaatkan oleh sekolah yang ada di Garut ini. Alhamdulillah, mimpi 2-3 bulan lalu, hari ini Allah takdirkan kita untuk mengimplementasikan salah satu wujud tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat,” tegas Juntika.
Melalui pendekatan tersebut, hasil penelitian tidak hanya menjadi karya ilmiah yang tersimpan di perpustakaan kampus, tetapi benar-benar diterapkan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Garut Diproyeksikan Menjadi Pusat Penelitian Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Juntika juga mengungkapkan harapan agar Kabupaten Garut dapat berkembang menjadi pusat penelitian terpadu bagi Sekolah Pascasarjana UPI.
Melalui kerja sama yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten Garut, berbagai hasil riset di bidang pendidikan diharapkan dapat langsung diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
“Sehingga riset itu tidak hanya disimpan di rak-rak yang bagus di kampus UPI, tapi menjadikan penelitian itu sebagai basis pembelajaran dan pengembangan di Garut,” tambahnya.
Konsep tersebut sejalan dengan paradigma pendidikan modern yang menempatkan penelitian sebagai dasar dalam merancang kebijakan maupun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Garut Dinilai Memiliki Potensi Besar
Ketua Program Studi PPG SPs UPI, Asep Herry Hernawan, menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Garut sebagai lokasi pengabdian bukan tanpa alasan.
Selain karena banyak mahasiswa PPG UPI berasal dari Garut, daerah tersebut juga dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Di sisi lain, hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Garut dan SPs UPI selama ini telah berjalan dengan baik sehingga memudahkan pelaksanaan berbagai program kolaboratif.
Melalui kegiatan P2M ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan pendidikan di lapangan.
Mendorong Implementasi Deep Learning di Sekolah
Tema yang diangkat dalam kegiatan P2M tahun ini adalah “Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Satuan Pendidikan Kabupaten Garut.”
Pendekatan pembelajaran mendalam menitikberatkan pada proses belajar yang tidak sekadar menghafal materi, melainkan memahami konsep secara menyeluruh, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta membangun karakter peserta didik.
Mahasiswa PPG akan melakukan observasi, pendampingan, dan pemetaan terhadap implementasi pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah sasaran. Hasil pemetaan tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi guru maupun pemerintah daerah.
“Kami berharap, dalam pelaksanaan P2M ini, para mahasiswa bisa memetakan persoalan terkait implementasi pembelajaran mendalam itu seperti apa di lapangan. Sehingga mahasiswa PPG UPI dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pelaksanaan pembelajaran, khususnya di tingkat pendidikan dasar,” pungkas Asep.
Sinergi Akademik untuk Masa Depan Pendidikan
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Mahasiswa PPG UPI di Kabupaten Garut menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi bagi peningkatan mutu pendidikan.
Dengan melibatkan ratusan calon guru, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi pembelajaran mendalam, tetapi juga meningkatkan kualitas literasi, numerasi, serta kompetensi guru di berbagai satuan pendidikan.
Ke depan, sinergi semacam ini diharapkan terus berkembang melalui penelitian, pelatihan, inovasi pembelajaran, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Dengan dukungan akademisi, pemerintah, dan tenaga pendidik, Kabupaten Garut memiliki peluang besar untuk menghadirkan sistem pendidikan yang semakin berkualitas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.











