Portalmahasiswa.com – Planetarium dan Observatorium Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terus memperkuat kualitas layanan edukasi astronomi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar agenda Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas SDM di ruang Teater Planetarium, Jumat (24/07/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Tim Organisasi dan Kepegawaian UIN Walisongo, Ali Shodikin, S.Pd.I., M.M., sebagai narasumber untuk memberikan penguatan mengenai tata kelola kepegawaian dan peningkatan profesionalisme pegawai.
Agenda tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam mengevaluasi efektivitas kerja para pengelola Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo sekaligus memastikan sistem operasional berjalan semakin optimal. Materi yang disampaikan mencakup penekanan terhadap kontrak kerja pegawai, pengaturan tata kerja, manajemen kinerja, hingga sistem kepegawaian yang berlaku di lingkungan universitas.
Profesionalisme SDM Jadi Kunci Pelayanan Publik
Kepala Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan penting mengingat Planetarium UIN Walisongo tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium akademik, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi sains dan astronomi terbesar di dunia di bawah universitas.
“Sebagai fasilitas sains unggulan yang melayani peminjam sekaligus masyarakat umum, profesionalisme dan adaptabilitas SDM menjadi kunci utama. Evaluasi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola kepegawaian agar lebih baik dari sebelumnya,” ujar Arif Royyani.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi pegawai agar masyarakat memperoleh pengalaman edukasi astronomi yang semakin baik.
Penguatan Disiplin dan Sistem Kinerja Digital
Dalam pemaparannya, Ali Shodikin menekankan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan harus berorientasi pada pelayanan publik yang responsif dan profesional.
Ia mengulas sejumlah aspek penting, mulai dari kedisiplinan kerja, penerapan sistem pelaporan kinerja berbasis digital, hingga optimalisasi sarana dan prasarana pendukung pelayanan.
“sebagai pegawai yang mengedepankan keprofesionalitas perlu ditekankan lagi kedisplinan dalam bekerja, menyediakan laporan yang tertata serta mengisi jam operasional yang harus dipenuhi minimal tujuh setengah jam.” ujar Ali Shodikin.
Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memperkuat budaya kerja yang lebih efektif dan akuntabel.
Diskusi Bahas Kendala Teknis di Lapangan
Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara narasumber dan para pengelola Planetarium serta Observatorium UIN Walisongo.
Berbagai kendala operasional menjadi pembahasan, mulai dari mekanisme pelaporan izin sakit maupun cuti yang belum tersedia dalam sistem hingga kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan kunjungan masyarakat.
Forum ini juga menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan sebagai bahan penyempurnaan sistem kerja di masa mendatang.
Dorong Layanan Edukasi Astronomi yang Lebih Berkualitas
Melalui agenda evaluasi dan peningkatan kapasitas SDM ini, pimpinan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo berharap seluruh pengelola mampu memperkuat sinergi kerja, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan inovasi layanan edukasi astronomi yang semakin berkualitas.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola internal, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas melalui pelayanan publik yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Sumber Berita: walisongo.ac.id











